alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Maksimalkan Pompa yang Ada

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dinas Perumahan dan Cipta Karya Lamongan memastikan tidak ada pengadaan pompa di wilayah Kecamatan Lamongan untuk antisipasi banjir tahun ini.
Kabid Cipta Karya Dinas Perumahan dan Cipta Karya Lamongan Yayuk Sri Rahayu menjelaskan, antisipasi banjir untuk kawasan kota hanya memaksimalkan pembuangan dari saluran drainase dan pompa Made yang berkapasitas 250 liter per detik. Pompa itu dinilai cukup untuk memerlancar pembuangan di saluran sekitar.
‘’Pompa pembuangan Made hanya diperbaiki saja untuk memaksimalkan kinerja saat dibutuhkan nanti. Saluran drainase diganti yang rusak agar pembuangan lancar dan tidak tersumbat,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan, M Jufri, mengatakan, situasi sekarang masih cenderung aman. Meski kondisi sungai ada kenaikan debit, pembuangannya cenderung lancar. Sehingga pompa belum dipasang. Meskipun, persiapan sudah dilakukan. “Kita periksa takutnya ada yang trobel saat dibutuhkan, jadi persiapan sudah dilakukan,” ujarnya.
Menurut dia, cadangan pompa yang ada memanfaatkan tenaga listrik. Kapasitas pembuangannya, rata-rata 500 liter per detik. Jika pompa diesel harus dimatikan pukul 21.00 karena mengganggu warga sekitar, maka pompa listrik bisa digunakan sepanjang waktu. Jufri mengklaim semua titik pembuangan sudah ada pompa listriknya. Dia mencontohkan masing – masing dua pompa listrik untuk pembuangan di Babat dan Melik. Serta empat pompa listrik di kuro.
Dia menambahkan, alat berat juga diaktifkan untuk perbaikan tanggul. Apalagi, kiriman air dari wilayah selatan cukup banyak. “Antisipasi banjir semuanya sudah disiapkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan, tapi untuk pompa belum dipasang karena kuro masih belum penuh,” terangnya.

Baca Juga :  Satu PNS Pensiun Dini Ikut Pilkades Blongsong

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dinas Perumahan dan Cipta Karya Lamongan memastikan tidak ada pengadaan pompa di wilayah Kecamatan Lamongan untuk antisipasi banjir tahun ini.
Kabid Cipta Karya Dinas Perumahan dan Cipta Karya Lamongan Yayuk Sri Rahayu menjelaskan, antisipasi banjir untuk kawasan kota hanya memaksimalkan pembuangan dari saluran drainase dan pompa Made yang berkapasitas 250 liter per detik. Pompa itu dinilai cukup untuk memerlancar pembuangan di saluran sekitar.
‘’Pompa pembuangan Made hanya diperbaiki saja untuk memaksimalkan kinerja saat dibutuhkan nanti. Saluran drainase diganti yang rusak agar pembuangan lancar dan tidak tersumbat,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan, M Jufri, mengatakan, situasi sekarang masih cenderung aman. Meski kondisi sungai ada kenaikan debit, pembuangannya cenderung lancar. Sehingga pompa belum dipasang. Meskipun, persiapan sudah dilakukan. “Kita periksa takutnya ada yang trobel saat dibutuhkan, jadi persiapan sudah dilakukan,” ujarnya.
Menurut dia, cadangan pompa yang ada memanfaatkan tenaga listrik. Kapasitas pembuangannya, rata-rata 500 liter per detik. Jika pompa diesel harus dimatikan pukul 21.00 karena mengganggu warga sekitar, maka pompa listrik bisa digunakan sepanjang waktu. Jufri mengklaim semua titik pembuangan sudah ada pompa listriknya. Dia mencontohkan masing – masing dua pompa listrik untuk pembuangan di Babat dan Melik. Serta empat pompa listrik di kuro.
Dia menambahkan, alat berat juga diaktifkan untuk perbaikan tanggul. Apalagi, kiriman air dari wilayah selatan cukup banyak. “Antisipasi banjir semuanya sudah disiapkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan, tapi untuk pompa belum dipasang karena kuro masih belum penuh,” terangnya.

Baca Juga :  Sedekah Laut Syukuri Hasil Melimpah 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/