alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Regulasi Diperketat, Biaya Umrah Kian Membengkak

Radar Bojonegoro – Pemerintah Arab Saudi sudah mengizinkan jamaah dari luar negeri beribadah umrah sejak 1 November lalu. Namun, regulasi umrah semakin diperketat untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Dampaknya, biaya umrah akan membengkak.

Direktur Biro Umrah Mutamtour Yasak Taufan mengatakan, pada 1 November lalu meru pakan uji coba penyelenggaraan umrah tahap ketiga oleh Pemerintah Arab Saudi. Terkait biaya umrah membengkak tidak bisa dihindari. Namun, belum bisa dipastikan persentase kenaikannya. “Karena kami masih menunggu harga referensi dari Kemenag (Kementerian Agama), yang informasinya akan keluar minggu depan,” tuturnya melalui sambungan telepon kemarin (8/11).

Dia menjelaskan, kemenag juga telah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Ponsel Guru Siaga

Berdasar KMA tersebut, beberapa penyebab biaya umrah membengkak di antaranya, kewajiban untuk tes swab setiap jamaah. Lalu, seluruh jamaah ketika mendarat di Arab Saudi wajib karantina tiga hari. Kemudian, ketika pulang juga wajib karantina dua hari sekaligus tes swab. Selain itu, satu kamar hotel saat ini hanya diperbolehkan diisi dua orang. Padahal, sebelumnya boleh empat orang per kamar.

Yasak mengaku masih belum berani memberangkatkan jamaahnya. Karena saat ini Pemerintah Arab Saudi mewajib kan usia jamaah yang umrah minimal 18 tahun dan maksimal 50 tahun. Sedangkan, sebagian besar jamaah nya berusia di atas 50 tahun. Sehingga, masih menunggu tahap keempat, informasinya dimulai awal 2021 mendatang.

Baca Juga :  Produksi Cabai Besar Lebih Banyak Dibanding Jenis Rawit

“Pada tahap empat nantinya semoga ada perubahan regulasi yang lebih fleksibel terkait usia,” imbuh Yasak. Terpisah, Plt (Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bojonegoro Masduki mengatakan pihaknya hanya sebatas mengetahui terkait sudah dibukanya keran kuota jamaah umrah dari luar Pemerintah Arab Saudi.

Sepengetahuannya, kuota untuk Indonesia masih dibatasi, sekitar 800-1.000 jamaah. Terkait regulasi masih menerima surat edaran dari pusat. “Kalau secara detail regulasinya kami belum mendapat surat edaran apapun dari pusat, kemungkinan yang sudah tahu tentunya para PPIU (penyelenggara perjalanan ibadah umrah),” pungkasnya.

Radar Bojonegoro – Pemerintah Arab Saudi sudah mengizinkan jamaah dari luar negeri beribadah umrah sejak 1 November lalu. Namun, regulasi umrah semakin diperketat untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Dampaknya, biaya umrah akan membengkak.

Direktur Biro Umrah Mutamtour Yasak Taufan mengatakan, pada 1 November lalu meru pakan uji coba penyelenggaraan umrah tahap ketiga oleh Pemerintah Arab Saudi. Terkait biaya umrah membengkak tidak bisa dihindari. Namun, belum bisa dipastikan persentase kenaikannya. “Karena kami masih menunggu harga referensi dari Kemenag (Kementerian Agama), yang informasinya akan keluar minggu depan,” tuturnya melalui sambungan telepon kemarin (8/11).

Dia menjelaskan, kemenag juga telah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Ngetes Ilmu, Molornya Setahun 

Berdasar KMA tersebut, beberapa penyebab biaya umrah membengkak di antaranya, kewajiban untuk tes swab setiap jamaah. Lalu, seluruh jamaah ketika mendarat di Arab Saudi wajib karantina tiga hari. Kemudian, ketika pulang juga wajib karantina dua hari sekaligus tes swab. Selain itu, satu kamar hotel saat ini hanya diperbolehkan diisi dua orang. Padahal, sebelumnya boleh empat orang per kamar.

Yasak mengaku masih belum berani memberangkatkan jamaahnya. Karena saat ini Pemerintah Arab Saudi mewajib kan usia jamaah yang umrah minimal 18 tahun dan maksimal 50 tahun. Sedangkan, sebagian besar jamaah nya berusia di atas 50 tahun. Sehingga, masih menunggu tahap keempat, informasinya dimulai awal 2021 mendatang.

Baca Juga :  Disnaker Pastikan Tak Ada PHK Selama PPKM Darurat

“Pada tahap empat nantinya semoga ada perubahan regulasi yang lebih fleksibel terkait usia,” imbuh Yasak. Terpisah, Plt (Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bojonegoro Masduki mengatakan pihaknya hanya sebatas mengetahui terkait sudah dibukanya keran kuota jamaah umrah dari luar Pemerintah Arab Saudi.

Sepengetahuannya, kuota untuk Indonesia masih dibatasi, sekitar 800-1.000 jamaah. Terkait regulasi masih menerima surat edaran dari pusat. “Kalau secara detail regulasinya kami belum mendapat surat edaran apapun dari pusat, kemungkinan yang sudah tahu tentunya para PPIU (penyelenggara perjalanan ibadah umrah),” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/