alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Target Lima Sektor Pajak Belum Maksimal 

KOTA – Target pendapatan dari sektor pajak unggulan Pemkab Bojonegoro belum maksimal. Padahal, tidak lama lagi sudah tutup tahun. Kondisi itu memicu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memeras otak untuk menutup kekurangan sektor pajak tersebut.

“Sejumlah sektor memang ada yang kurang,” kata Kabid Pajak Daerah Bapenda Bojonegoro, Dilli Tri Wibowo kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (8/1).

Dilli mengatakan, dari target 11 sektor pajak, tiga sektor kurang maksimal. Diantaranya, pajak hotel, restoran, dan sarang burung. Pajak hotel misalnya, dari total target sebesar Rp 4,4 miliar, baru mencapai Rp 1,5 miliar per Oktober. Sedangkan pajak restoran, dari target Rp 5,2  miliar, baru realisasi Rp 4 miliar. Dan, pajak sarang burung, dari target Rp 33 juta, baru realisasi Rp 17 juta. 

Baca Juga :  Pajak Reklame dan PBB Belum Tercapai

Sejumlah sektor tersebut, memang sulit dimaksimalkan. Sebab, masing-masing memiliki permasalahan pelik. Perhotelan misalnya, menurut Dilli, pasca ditinggalkan proyek kontruksi migas di Lapangan Banyuurip, Kecamatan Gayam, hampir seluruh hotel di Bojonegoro pendapatannya terdampak.

Semua hotel mengalami penurunan okupansi. “Hal sama juga dialami sektor sarang burung dan restoran. Penjualanya menurun,” ujarnya. 

Selain tiga sektor pajak itu, kata dia, ada dua sektor pajak lain yang juga menurun. Diantaranya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Pajak Air Tanah.

Untuk pajak PBB-P2, dari target sebesar Rp 25 miliar, realisasi Rp 24 M. Sedangkan pajak air tanah dari target Rp 305 juta, realisasi baru Rp 299 juta. Namun, itu masih bisa diusahakan di sisa dua bulan jelang tutup tahun. 

Baca Juga :  Bersaing, Bisnis Resto Beradu Fasilitas

Selain mengusahakan sejumlah strategi untuk pemenuhan target pajak, Dilli mengatakan, pihaknya juga fokus pada peningkatan pajak hiburan. Banyak wajib pajak belum membayar sejumlah even dan kegiatan-kegiatan besar.

Menurut dia, jika pajak dari sektor hiburan terbayar, maka bisa menutupi kekurangan sektor-sektor yang tidak tidak maksimal. “Tidak hanya pajak hiburan saja, semua jenis pajak daerah yang masih bisa digali akan kita maksimalkan,” pungkasnya.

KOTA – Target pendapatan dari sektor pajak unggulan Pemkab Bojonegoro belum maksimal. Padahal, tidak lama lagi sudah tutup tahun. Kondisi itu memicu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memeras otak untuk menutup kekurangan sektor pajak tersebut.

“Sejumlah sektor memang ada yang kurang,” kata Kabid Pajak Daerah Bapenda Bojonegoro, Dilli Tri Wibowo kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (8/1).

Dilli mengatakan, dari target 11 sektor pajak, tiga sektor kurang maksimal. Diantaranya, pajak hotel, restoran, dan sarang burung. Pajak hotel misalnya, dari total target sebesar Rp 4,4 miliar, baru mencapai Rp 1,5 miliar per Oktober. Sedangkan pajak restoran, dari target Rp 5,2  miliar, baru realisasi Rp 4 miliar. Dan, pajak sarang burung, dari target Rp 33 juta, baru realisasi Rp 17 juta. 

Baca Juga :  Pajak Reklame dan PBB Belum Tercapai

Sejumlah sektor tersebut, memang sulit dimaksimalkan. Sebab, masing-masing memiliki permasalahan pelik. Perhotelan misalnya, menurut Dilli, pasca ditinggalkan proyek kontruksi migas di Lapangan Banyuurip, Kecamatan Gayam, hampir seluruh hotel di Bojonegoro pendapatannya terdampak.

Semua hotel mengalami penurunan okupansi. “Hal sama juga dialami sektor sarang burung dan restoran. Penjualanya menurun,” ujarnya. 

Selain tiga sektor pajak itu, kata dia, ada dua sektor pajak lain yang juga menurun. Diantaranya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Pajak Air Tanah.

Untuk pajak PBB-P2, dari target sebesar Rp 25 miliar, realisasi Rp 24 M. Sedangkan pajak air tanah dari target Rp 305 juta, realisasi baru Rp 299 juta. Namun, itu masih bisa diusahakan di sisa dua bulan jelang tutup tahun. 

Baca Juga :  Bersaing, Bisnis Resto Beradu Fasilitas

Selain mengusahakan sejumlah strategi untuk pemenuhan target pajak, Dilli mengatakan, pihaknya juga fokus pada peningkatan pajak hiburan. Banyak wajib pajak belum membayar sejumlah even dan kegiatan-kegiatan besar.

Menurut dia, jika pajak dari sektor hiburan terbayar, maka bisa menutupi kekurangan sektor-sektor yang tidak tidak maksimal. “Tidak hanya pajak hiburan saja, semua jenis pajak daerah yang masih bisa digali akan kita maksimalkan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/