alexametrics
26.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Perdin Dipangkas, Mobdin Ditunda

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sejumlah program dan kegiatan tahun depan bakal dipangkas seiring penurunan dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH migas) 2020. Pemkab Bojonegoro telah melakukan penyesuaian. Dan yang dipangkas paling besar adalah perjalanan dinas (perdin) dan pengerjaan infrastruktur.

’’Saat ini kami masih membahas pemangkasan sejumlah kegiatan tahun depan,’’ ungkap Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro I Nyoman Sudana kemarin (8/10).

Nyoman melanjutkan, program-program yang dipangkas adalah yang tidak prioritas. Yakni, program yang tidak mengganggu pelayanan publik. Sedangkan, kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan publik akan terus dipertahankan. ’’Pemangkasan dilakukan cukup banyak. Sebab, turunnya DBH juga mencapai Rp 1 triliun lebih,’’ ujar pria yang sebelumnya menjabat inspektur itu.

Paling banyak dipangkas, menurut Nyoman, perdin dan infrastruktur. Pengadaan mobil dinas (mobdin) baru untuk kepala dinas juga harus ditunda. ’’Tahun depan rencananya akan membeli mobdin baru kepala dinas. Tapi ditunda dulu. Sementara pakai yang lama dulu,’’ ungkap Nyoman.

Baca Juga :  Musim Hujan Belum Usai, Waspada Demam Berdarah

Namun, pengadaan mobdin untuk pelayanan masih akan tetap berlanjut. Misalnya, mobil kesehatan dan atau mobil operasional lainnya. Juga program-program yang berhubungan dengan pelayanan publik masih akan tetap dipertahankan. 

Nyoman melanjutkan, perdin adalah kegiatan yang dipangkas paling banyak. Baik perdin pemkab hingga perdin anggota DPRD. ’’Perjalanan dinas tetap ada. Namun, jumlahnya tidak banyak,’’ bebernya.

Pemangkasan program infrastruktur akan dilakukan dengan lebih teliti. Ada skala prioritas dipertahankan. Misalnya, pembangunan jalan menuju lokasi Jembatan Kanor-Rengel. Pembangunan jalan itu akan sia-sia jika dilakukan tahun depan. Sebab, jembatan akan dibangun tahun depan. Maka jalan itu bisa rusak karena alat berat pembangunan jembatan.

’’Jadi, pembangunan jalan itu bisa dilakukan setelah pembangunan jembatan usai,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pasokan Vaksin Kurang, Ini Target Vaksin Difteri di Lamongan

Nyoman menuturkan, tahun depan ada standardisasi biaya kegiatan. Setiap kegiatan seperti rapat dan berbagai pertemuan akan disamakan anggarannya. Namun, standardisasi kegiatan itu masih dibahas lebih lanjut oleh pemkab. 

Minggu ini diharapkan sudah selesai. Sehingga, bisa segera dibahas dengan DPRD. Serta, bisa diketahui berapa besaran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun depan.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Lasuri mengatakan, sejumlah kegiatan tahun depan memang harus mengalami penundaan. Itu karena efek penurunan DBH yang tidak wajar. Meskipun hingga kini belum ada keterangan mengenai penyebab turunnya DBH. ’’Masih belum ada keterangan,’’ jelasnya.

Menurut Lasuri, kegiatan-kegiatan tahun depan yang menjadi prioritas harus dipertahankan. Sehingga, program-program pemkab bisa tercapai tepat waktu.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sejumlah program dan kegiatan tahun depan bakal dipangkas seiring penurunan dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH migas) 2020. Pemkab Bojonegoro telah melakukan penyesuaian. Dan yang dipangkas paling besar adalah perjalanan dinas (perdin) dan pengerjaan infrastruktur.

’’Saat ini kami masih membahas pemangkasan sejumlah kegiatan tahun depan,’’ ungkap Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro I Nyoman Sudana kemarin (8/10).

Nyoman melanjutkan, program-program yang dipangkas adalah yang tidak prioritas. Yakni, program yang tidak mengganggu pelayanan publik. Sedangkan, kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan publik akan terus dipertahankan. ’’Pemangkasan dilakukan cukup banyak. Sebab, turunnya DBH juga mencapai Rp 1 triliun lebih,’’ ujar pria yang sebelumnya menjabat inspektur itu.

Paling banyak dipangkas, menurut Nyoman, perdin dan infrastruktur. Pengadaan mobil dinas (mobdin) baru untuk kepala dinas juga harus ditunda. ’’Tahun depan rencananya akan membeli mobdin baru kepala dinas. Tapi ditunda dulu. Sementara pakai yang lama dulu,’’ ungkap Nyoman.

Baca Juga :  Rencana Pendirian Bandara Tak Ada Kejelasan¬†

Namun, pengadaan mobdin untuk pelayanan masih akan tetap berlanjut. Misalnya, mobil kesehatan dan atau mobil operasional lainnya. Juga program-program yang berhubungan dengan pelayanan publik masih akan tetap dipertahankan. 

Nyoman melanjutkan, perdin adalah kegiatan yang dipangkas paling banyak. Baik perdin pemkab hingga perdin anggota DPRD. ’’Perjalanan dinas tetap ada. Namun, jumlahnya tidak banyak,’’ bebernya.

Pemangkasan program infrastruktur akan dilakukan dengan lebih teliti. Ada skala prioritas dipertahankan. Misalnya, pembangunan jalan menuju lokasi Jembatan Kanor-Rengel. Pembangunan jalan itu akan sia-sia jika dilakukan tahun depan. Sebab, jembatan akan dibangun tahun depan. Maka jalan itu bisa rusak karena alat berat pembangunan jembatan.

’’Jadi, pembangunan jalan itu bisa dilakukan setelah pembangunan jembatan usai,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ibu Endang dan Biogas Limbah Ternak Sapi

Nyoman menuturkan, tahun depan ada standardisasi biaya kegiatan. Setiap kegiatan seperti rapat dan berbagai pertemuan akan disamakan anggarannya. Namun, standardisasi kegiatan itu masih dibahas lebih lanjut oleh pemkab. 

Minggu ini diharapkan sudah selesai. Sehingga, bisa segera dibahas dengan DPRD. Serta, bisa diketahui berapa besaran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun depan.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Lasuri mengatakan, sejumlah kegiatan tahun depan memang harus mengalami penundaan. Itu karena efek penurunan DBH yang tidak wajar. Meskipun hingga kini belum ada keterangan mengenai penyebab turunnya DBH. ’’Masih belum ada keterangan,’’ jelasnya.

Menurut Lasuri, kegiatan-kegiatan tahun depan yang menjadi prioritas harus dipertahankan. Sehingga, program-program pemkab bisa tercapai tepat waktu.

Artikel Terkait

Most Read

Hari Ini Puncak Arus Mudik

Truk v Motor, Mahasiswa Tewas

Keluarga Titik Awal Pembentukan Katakter

Artikel Terbaru


/