alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Cakades Petahana Cukup Cuti

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mantan kepala desa (kades) atau petahana memiliki peluang besar untuk bersaing merebut kursinya lagi dalam pilkades serentak. Sebab, untuk mendaftar lagi, tak perlu mundur. Namun, cukup cuti.

Waktu cuti pun berlaku terhitung sejak ditetapkan calon kepala desa (cakades), yang jaraknya sekitar sebulan dari pemungutan suara. Sehingga, masih bisa leluasa melakukan kampanye, yang berpotensi menggunakan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).

’’Cuti setelah ditetapkan sebagai calon kades,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Djuwono Poerwiyanto kemarin (8/10).

Baca Juga :  174 Kades Kembali Mendaftar

Djuwono menuturkan, 233 desa yang akan menggelar pilkades serentak, mayoritas masa jabatannya berakhir April 2020. Sedangkan, pelaksanaan pilkades berlangsung Februari. Sehingga, jika calon kades petahana tak terpilih, bisa kembali menduduki kursinya hingga masa jabatan berakhir.

Sesuai dengan rencana pemkab, pelantikan kades terpilih hasil pilkades serentak gelombang III, akan digelar antara April hingga Juni 2020. ’’BPD (badan perwakilan desa) yang membentuk panitia pilkades,’’ tandas mantan Camat Balen itu.

Selama kades cuti, lanjut dia, camat diminta segera menunjuk penjabat (Pj) kades. Sebab, prinsipnya tidak boleh terjadi kekosongan kepemimpinan. Karena akan berdampak pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, DPRD Bojonegoro berharap proses pilkades gelombang III berjalan lancar. Sebab, jumlah desa yang menggelar pilkades tahun depan itu, lebih banyak dibanding tahun 2019.

Baca Juga :  Disparbud Nyatakan Berkas Belum Masuk

Jadi semua potensi kerawanan harus diantisipasi, dan dicegah sejak dini. Sebab, untuk anggaran pengamanan juga sudah disiapkan. ’’Semua pihak memiliki tanggung jawab menjaga Bojonegoro,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Lasmiran. 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mantan kepala desa (kades) atau petahana memiliki peluang besar untuk bersaing merebut kursinya lagi dalam pilkades serentak. Sebab, untuk mendaftar lagi, tak perlu mundur. Namun, cukup cuti.

Waktu cuti pun berlaku terhitung sejak ditetapkan calon kepala desa (cakades), yang jaraknya sekitar sebulan dari pemungutan suara. Sehingga, masih bisa leluasa melakukan kampanye, yang berpotensi menggunakan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).

’’Cuti setelah ditetapkan sebagai calon kades,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Djuwono Poerwiyanto kemarin (8/10).

Baca Juga :  Lansia Tewas Dihantam Motor

Djuwono menuturkan, 233 desa yang akan menggelar pilkades serentak, mayoritas masa jabatannya berakhir April 2020. Sedangkan, pelaksanaan pilkades berlangsung Februari. Sehingga, jika calon kades petahana tak terpilih, bisa kembali menduduki kursinya hingga masa jabatan berakhir.

Sesuai dengan rencana pemkab, pelantikan kades terpilih hasil pilkades serentak gelombang III, akan digelar antara April hingga Juni 2020. ’’BPD (badan perwakilan desa) yang membentuk panitia pilkades,’’ tandas mantan Camat Balen itu.

Selama kades cuti, lanjut dia, camat diminta segera menunjuk penjabat (Pj) kades. Sebab, prinsipnya tidak boleh terjadi kekosongan kepemimpinan. Karena akan berdampak pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, DPRD Bojonegoro berharap proses pilkades gelombang III berjalan lancar. Sebab, jumlah desa yang menggelar pilkades tahun depan itu, lebih banyak dibanding tahun 2019.

Baca Juga :  174 Kades Kembali Mendaftar

Jadi semua potensi kerawanan harus diantisipasi, dan dicegah sejak dini. Sebab, untuk anggaran pengamanan juga sudah disiapkan. ’’Semua pihak memiliki tanggung jawab menjaga Bojonegoro,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Lasmiran. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/