alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Stok Pertalite Semakin Berkurang, Bawa Jeriken Harus Beli Pertamax

Radar Lamongan – Sejumlah SPBU menerapkan larangan pembelian pertalite menggunakan jeriken mulai minggu ini. Jeriken hanya diperbolehkan untuk pembelian pertamax. Kebijakan tersebut merupakan instruksi dari pihak Pertamina.

‘’Pemberlakuan sebenarnya satu minggu yang lalu. Cuma untuk di Lamongan kan meminta waktu untuk sosialisasi ke pedagangnya. Minggu ini kami mulai tidak melayani,’’ tutur Feri Adi Saputra, pengawas salah satu SPBU di Kecamatan Sambeng kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (8/9).

Informasi yang diperoleh wartawan koran ini, larangan pembelian pertalite menggunakan jeriken sesuai Perpres Nomor 191 Tahun 2014. Intinya, pembelian pertalite menggunakan jeriken yang dilarang adalah tidak disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu. Di antaranya untuk pertanian, perikanan, dan usaha mikro atau kecil.

Baca Juga :  Seleksi Ulang Staf Ahli Pemkab Lamongan

‘’Jadi surat rekomendasi desa atau kecamatan sudah tidak berlaku,’’ imbuh Feri saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia mengatakan, pihaknya sempat mendapatkan protes dan keluhan dari pengecer pertalite. Namun, pihaknya hanya bisa memberikan pengertian bahwa hal itu kebijakan dari Pertamina. ‘’Stok pertalite kiriman hari-hari ini masih lancar. Cuma kalaupun kita masih melayani jeriken, ya pasti ada sanksi. Karena sistem SPBU kan sudah terpantau online,’’ terang Feri.

Kemarin, sejumlah pom mini di pinggaran sudah tidak menjual pertalite. Salah satu pengusaha pom mini di Kecamatan Pucuk yang enggan disebutkan namanya, mengakui hanya bisa menjual pertamax. ‘’Sekarang sudah tidak bisa membeli pertalite ke SPBU,’’ katanya sembari menuangkan pertamax ke tangki motor.

Baca Juga :  Pagu Banpol Bakal Naik Hingga Rp 3,9 Miliar

Sementara itu, Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Sekda Kabupaten Lamongan, Agusta Prisa Dariyanto, membenarkan adanya kebijakan pelarangan pembelian pertalite menggunakan jeriken. ‘’Betul. Kita dapat info dari lisan dari pihak Pertamina, bukan melalui surat,’’ terang Prisa, sapaan akrabnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak Pertamina, lanjut dia, nantinya konsumsi BBM akan diarahkan kepada Pertamax. Hal itu sudah disiapkan sejak pengurangan DO pertalite untuk SPBU. ‘’Jadi kalau yang premium, kerannya sekarang sudah ditutup. Nantinya pertalite akan dibatasi, supaya konsumen beralih ke Pertamax,’’ ucap Prisa saat dikonfirmasi via ponsel.

Radar Lamongan – Sejumlah SPBU menerapkan larangan pembelian pertalite menggunakan jeriken mulai minggu ini. Jeriken hanya diperbolehkan untuk pembelian pertamax. Kebijakan tersebut merupakan instruksi dari pihak Pertamina.

‘’Pemberlakuan sebenarnya satu minggu yang lalu. Cuma untuk di Lamongan kan meminta waktu untuk sosialisasi ke pedagangnya. Minggu ini kami mulai tidak melayani,’’ tutur Feri Adi Saputra, pengawas salah satu SPBU di Kecamatan Sambeng kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (8/9).

Informasi yang diperoleh wartawan koran ini, larangan pembelian pertalite menggunakan jeriken sesuai Perpres Nomor 191 Tahun 2014. Intinya, pembelian pertalite menggunakan jeriken yang dilarang adalah tidak disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu. Di antaranya untuk pertanian, perikanan, dan usaha mikro atau kecil.

Baca Juga :  Prestasi Sekolah Pengaruhi Kepercayaan Siswa Pendaftar PPDB

‘’Jadi surat rekomendasi desa atau kecamatan sudah tidak berlaku,’’ imbuh Feri saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia mengatakan, pihaknya sempat mendapatkan protes dan keluhan dari pengecer pertalite. Namun, pihaknya hanya bisa memberikan pengertian bahwa hal itu kebijakan dari Pertamina. ‘’Stok pertalite kiriman hari-hari ini masih lancar. Cuma kalaupun kita masih melayani jeriken, ya pasti ada sanksi. Karena sistem SPBU kan sudah terpantau online,’’ terang Feri.

Kemarin, sejumlah pom mini di pinggaran sudah tidak menjual pertalite. Salah satu pengusaha pom mini di Kecamatan Pucuk yang enggan disebutkan namanya, mengakui hanya bisa menjual pertamax. ‘’Sekarang sudah tidak bisa membeli pertalite ke SPBU,’’ katanya sembari menuangkan pertamax ke tangki motor.

Baca Juga :  Harga Gabah Dikhawatirkan Semakin Anjlok

Sementara itu, Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Sekda Kabupaten Lamongan, Agusta Prisa Dariyanto, membenarkan adanya kebijakan pelarangan pembelian pertalite menggunakan jeriken. ‘’Betul. Kita dapat info dari lisan dari pihak Pertamina, bukan melalui surat,’’ terang Prisa, sapaan akrabnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak Pertamina, lanjut dia, nantinya konsumsi BBM akan diarahkan kepada Pertamax. Hal itu sudah disiapkan sejak pengurangan DO pertalite untuk SPBU. ‘’Jadi kalau yang premium, kerannya sekarang sudah ditutup. Nantinya pertalite akan dibatasi, supaya konsumen beralih ke Pertamax,’’ ucap Prisa saat dikonfirmasi via ponsel.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/