alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Teledor Tangani Balita Hingga Meninggal, Dinkes Sanksi Tenaga Medis

Radar Bojonegoro – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro akhirnya me ngambil langkah tegas terkait meninggalnya balita lima bulan di Desa/Kecamatan Purwosari. Dua tenaga medis bertugas di Puskesmas Purwosari akhirnya disanksi.

Yakni seorang bidan dan perawat yang menangani balita tersebut. Tidak tanggung-tanggung, sanksinya dinkes membekukan izin praktik bidan itu selama empat bulan. Selama itu, bidan dibebastugaskan. Baik di puskesmas maupun praktik mandiri di rumah.

Sedangkan, seorang perawat, sanksinya dirumahkan hingga batas waktu tidak ditentukan. ‘’Ya kami memberikan sanksi sesuai aturan berlaku,’’ kata Kepala Dinkes Bojonegoro Ani Pujiningrum kemarin (8/9). Sanksi itu, sebenarnya sudah diberiksan sejak akhir Agustus lalu. Namun, baru diungkapkan oleh dinkes saat hearing (dengar pendapat) dengan komisi C DPRD kemarin.

Baca Juga :  Pembagian Fee Prostitusi Online 70:30 Persen

‘’Intinya sanksi kami berikan itu sudah sesuai. Semua sudah kami sampai ke komisi C,’’ ujar mantan direktur RSUD Padangan itu. Kasus meninggalnya balita berusia lima bulan di Kecamatan Purwosari sempat heboh dua minggu lalu. Kasus itu kali pertama mencuat setelah salah satu keluarga menyampaikan unek-uneknya dan kronologis melalui Twitter.

Yakni, berawal saat sakit dan berobat ke Puskesmas Purwosari. Di Puskesmas Purwosari balita itu diberikan obat. Setelah diminumkan, kondisi bayi semakin parah. Keluarga kemudian membawa kembali ke puskesmas. Namun, perawat puskesmas tidak melayani dengan baik.

Bahkan, perkataannya diduga menyinggung keluarga bayi. Keluarga bayi akhirnya membawanya ke rumah sakit swasta. Namun, saat ditangani bayi tersebut meninggal. Atas temuan itu, dinkes segera turun ke lokasi untuk memastikan infomasi tersebut. Bergegas melakukan penelusuran jejak perawatan medis bayi itu di Puskesmas Purwosari.

Baca Juga :  Pendaftar SMAN Bersaing Ketat

Anggota Komisi C DPRD Didik Tri Setyo Purnomo mendukung langkah tegas dinkes. Dia meminta dinkes terus meningkatkan layanan di puskesmas. Jangan sampai kejadian seperti itu terulang lagi. ‘’Intinya itu karena pemberian obat yang salah,’’ ujar Didik.

Menurut Didik, pemberian obat seharusnya tidak dilakukan oleh bidan atau perawat. Namun, oleh dokter. Karena itu, evaluasi menyeluruh oleh dinkes perlu dilakukan. Sehingga, pelayanan bisa semakin maksimal. ‘’Saya dengar bidan itu juga terkenal di wilayah Purwosari. Tapi, karena ada kesalahan, bidan itu harus mendapatkan sanksi,’’ ujar politikus juga lulusan keperawatan itu.

Radar Bojonegoro – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro akhirnya me ngambil langkah tegas terkait meninggalnya balita lima bulan di Desa/Kecamatan Purwosari. Dua tenaga medis bertugas di Puskesmas Purwosari akhirnya disanksi.

Yakni seorang bidan dan perawat yang menangani balita tersebut. Tidak tanggung-tanggung, sanksinya dinkes membekukan izin praktik bidan itu selama empat bulan. Selama itu, bidan dibebastugaskan. Baik di puskesmas maupun praktik mandiri di rumah.

Sedangkan, seorang perawat, sanksinya dirumahkan hingga batas waktu tidak ditentukan. ‘’Ya kami memberikan sanksi sesuai aturan berlaku,’’ kata Kepala Dinkes Bojonegoro Ani Pujiningrum kemarin (8/9). Sanksi itu, sebenarnya sudah diberiksan sejak akhir Agustus lalu. Namun, baru diungkapkan oleh dinkes saat hearing (dengar pendapat) dengan komisi C DPRD kemarin.

Baca Juga :  Polisi Periksa 24 Saksi Penyebar Selebaran Anarkis Masyarakat Samin

‘’Intinya sanksi kami berikan itu sudah sesuai. Semua sudah kami sampai ke komisi C,’’ ujar mantan direktur RSUD Padangan itu. Kasus meninggalnya balita berusia lima bulan di Kecamatan Purwosari sempat heboh dua minggu lalu. Kasus itu kali pertama mencuat setelah salah satu keluarga menyampaikan unek-uneknya dan kronologis melalui Twitter.

Yakni, berawal saat sakit dan berobat ke Puskesmas Purwosari. Di Puskesmas Purwosari balita itu diberikan obat. Setelah diminumkan, kondisi bayi semakin parah. Keluarga kemudian membawa kembali ke puskesmas. Namun, perawat puskesmas tidak melayani dengan baik.

Bahkan, perkataannya diduga menyinggung keluarga bayi. Keluarga bayi akhirnya membawanya ke rumah sakit swasta. Namun, saat ditangani bayi tersebut meninggal. Atas temuan itu, dinkes segera turun ke lokasi untuk memastikan infomasi tersebut. Bergegas melakukan penelusuran jejak perawatan medis bayi itu di Puskesmas Purwosari.

Baca Juga :  Satgas TMMD Lakukan Finishing Pengecetan Di Rumah Penerima RTLH

Anggota Komisi C DPRD Didik Tri Setyo Purnomo mendukung langkah tegas dinkes. Dia meminta dinkes terus meningkatkan layanan di puskesmas. Jangan sampai kejadian seperti itu terulang lagi. ‘’Intinya itu karena pemberian obat yang salah,’’ ujar Didik.

Menurut Didik, pemberian obat seharusnya tidak dilakukan oleh bidan atau perawat. Namun, oleh dokter. Karena itu, evaluasi menyeluruh oleh dinkes perlu dilakukan. Sehingga, pelayanan bisa semakin maksimal. ‘’Saya dengar bidan itu juga terkenal di wilayah Purwosari. Tapi, karena ada kesalahan, bidan itu harus mendapatkan sanksi,’’ ujar politikus juga lulusan keperawatan itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/