alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Periksa Berkas Dana Desa, Penyidik Kejari Geledah Kantor Kecamatan

Radar Lamongan – Camat Pucuk Dedy Dian Ali memastikan dirinya tidak terlibat secara teknis proses penggunaan dana desa (DD) maupun BUMDes. ‘’Saya hanya menerima informasi waktu adanya pencairan DD, lalu meneruskan ke pihak desa untuk segera mencairkan. Itu saja. Untuk proses di desa kan melalui musdes,’’ katanya.

Kemarin pagi (8/9), kantor Kecamatan Pucuk digeledah penyidik Tipikor Kejari Lamongan. Menurut Dedy, penyidik membutuhkan berkas kelengkapan SPj DD 2019 dan BUMDes Sumberjo. “Tadi langsung dengan staf Ekbang yang melengkapi,’’ ujarnya.

Penggeledahan yang dilakukan kejari itu untuk pengembangan kasus dugaan penyelewengan DD dan BUMDes Sumberjo. Dalam kasus ini, Pj Kades Sumberjo Bulhar dan Sekretaris Ahmad Andis ditetapkan tersangka dan ditahan. Kasi Pidsus Kejari Lamongan M Subhan mengatakan, penggeledahan dan penyitaan itu untuk melengkapi data kekurangan sebelumnya.

Baca Juga :  Bupati Punya Pengaruh

Sekitar satu jam tim kejari di kantor kecamatan tersebut. ‘’Camat dan seluruh stafnya cukup kooperatif. Kebetulan yang kita cari ada semua. Jadi sebentar saja sih,’’ tutur Subhan. Dia menambahkan, sejumlah berkas disita tim penyidik. Salah satunya laporan dana Desa Sumberjo ke kantor Kecamatan Pucuk.

‘’Tim penyidik berhasil mengamankan berkas-berkas terkait kegiatan DD. Hanya di Sumberjo saja, tidak ada desa lainnya,’’ kata Subhan. Kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi DD dan BUMDes tahun lalu. Nilainya Rp 269 juta.

Selama setahun, dana BUMDes diduga mengendap di kedua tersangka. Dana itu tidak digulirkan ke warga. Setelah dihitung, kerugian BUMDes sekitar Rp 50 juta. Sebelum menetapkan dua tersangka, penyidik kejari telah memeriksa 15 orang. Menurut Subhan, pihaknya akan mengembangkan bukti-bukti tambahan.

Baca Juga :  Sebelum Masuk Masjid Cuci Tangan

‘’Karena ada beberapa yang belum kami mintakan izin penyitaan dari pengadilan, ya nanti, dari data yang ada, kami minta izin untuk dijadikan barang bukti,’’ imbuhnya. Seperti diberitakan, Pj Kades Pucuk Bulhar masih merangkap kasi Ekbang Kecamatan Pucuk. Apakah ada indikasi keterlibatan Camat Pucuk dalam kasus tersebut? ‘’Sementara belum. Karena memang kami fokus pada terkait bukti-bukti terkait perkara yang sedang kami tangani ini. Jadi melengkapi bukti saja,’’ katanya.

Radar Lamongan – Camat Pucuk Dedy Dian Ali memastikan dirinya tidak terlibat secara teknis proses penggunaan dana desa (DD) maupun BUMDes. ‘’Saya hanya menerima informasi waktu adanya pencairan DD, lalu meneruskan ke pihak desa untuk segera mencairkan. Itu saja. Untuk proses di desa kan melalui musdes,’’ katanya.

Kemarin pagi (8/9), kantor Kecamatan Pucuk digeledah penyidik Tipikor Kejari Lamongan. Menurut Dedy, penyidik membutuhkan berkas kelengkapan SPj DD 2019 dan BUMDes Sumberjo. “Tadi langsung dengan staf Ekbang yang melengkapi,’’ ujarnya.

Penggeledahan yang dilakukan kejari itu untuk pengembangan kasus dugaan penyelewengan DD dan BUMDes Sumberjo. Dalam kasus ini, Pj Kades Sumberjo Bulhar dan Sekretaris Ahmad Andis ditetapkan tersangka dan ditahan. Kasi Pidsus Kejari Lamongan M Subhan mengatakan, penggeledahan dan penyitaan itu untuk melengkapi data kekurangan sebelumnya.

Baca Juga :  Sebelum Masuk Masjid Cuci Tangan

Sekitar satu jam tim kejari di kantor kecamatan tersebut. ‘’Camat dan seluruh stafnya cukup kooperatif. Kebetulan yang kita cari ada semua. Jadi sebentar saja sih,’’ tutur Subhan. Dia menambahkan, sejumlah berkas disita tim penyidik. Salah satunya laporan dana Desa Sumberjo ke kantor Kecamatan Pucuk.

‘’Tim penyidik berhasil mengamankan berkas-berkas terkait kegiatan DD. Hanya di Sumberjo saja, tidak ada desa lainnya,’’ kata Subhan. Kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi DD dan BUMDes tahun lalu. Nilainya Rp 269 juta.

Selama setahun, dana BUMDes diduga mengendap di kedua tersangka. Dana itu tidak digulirkan ke warga. Setelah dihitung, kerugian BUMDes sekitar Rp 50 juta. Sebelum menetapkan dua tersangka, penyidik kejari telah memeriksa 15 orang. Menurut Subhan, pihaknya akan mengembangkan bukti-bukti tambahan.

Baca Juga :  Hambali Gabung di Laga Akhir

‘’Karena ada beberapa yang belum kami mintakan izin penyitaan dari pengadilan, ya nanti, dari data yang ada, kami minta izin untuk dijadikan barang bukti,’’ imbuhnya. Seperti diberitakan, Pj Kades Pucuk Bulhar masih merangkap kasi Ekbang Kecamatan Pucuk. Apakah ada indikasi keterlibatan Camat Pucuk dalam kasus tersebut? ‘’Sementara belum. Karena memang kami fokus pada terkait bukti-bukti terkait perkara yang sedang kami tangani ini. Jadi melengkapi bukti saja,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/