alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Amankan Jati Ilegal, Baru Sopir yang Ditangkap

BOJONEGORO – Aparat kepo lisian dari SatReskrim Polres Bojonegoro pada Kamis (7/9) malam lalu telah menga mankan seorang sopir yang mengangkut 34 batang kayu jati tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah. TKP di hutan petak 161 RPH turut Desa Sukun, Kecamatan Gondang, Bojonegoro.

Diketahui terlapor sebagai sopir truk mengangkut kayu jati tersebut berinisial NV, 45, warga Dusun Kaliasing, Desa Sam bungrejo, Kecamatan Gondang. KBO Reskrim Polres Bojonegoro, Iptu Eko Suwanto menerangkan bahwa saat ini terlapor yaitu sopir berinisial NV beserta barang buk ti berupa satu unit truk bernopol S-8407-UA dan 34 batang kayu jati telah diamankan.

Terlapor diamankan di ruang tahanan Polsek Bojonegoro guna proses penyidikan lebih lanjut, sedangkan truk dan kayu jatinya di Mapolres Bojonegoro. ”Kami masih mengembangkan kasus kepemilikan kayu jati secara ilegal ini, jadi masih proses penyidikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Mutasi Pejabat Berpengaruh Tensi Pilbup

Saat ini, Iptu Eko Suwanto sudah mengantongi nama pemilik kayu jati tersebut. Namun, untuk proses lebih lanjut, nama pemilik kayu tersebut belum bisa disebutkan. Sehingga, ada kemungkinan, sopir tersebut akan kirim ke rumah pemilik kayu tersebut pada Kamis (7/9) malam lalu. ”Penyidikan difokuskan pada alur transaksi jual beli kayu jati yang tidak dilengkapi dokumen sah,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro pun membenarkan bahwa Kamis malam lalu jajaran Satreskrim Polres Bojonegoro telah menggagalkan pengiriman 34 batang kayu jati berbagai ukuran yang tidak dilengkapi dokumen sah. Sehingga, sopir yang mengangkut pun diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut.

Dikatakan penangkapan tersebut merupakan hasil kerjasama Polres Bojonegoro dengan pihak Perhutani. Proses penyidikan kini masih berjalan untuk mencari pemilik kayu jati ilegal tersebut, Atas perbuatannya, pelaku bisa terjerat pasal 12 huruf D dan E juncto pasal 83 ayat 1 huruf A dan B UU RI Nomor 18 Tahun 2013 ten tang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. ”Berdasarkan pasal tersebut, ancaman hukumannya maksimal ku rungan tujuh tahun,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tiga Pemain Lama Huni Skuad

BOJONEGORO – Aparat kepo lisian dari SatReskrim Polres Bojonegoro pada Kamis (7/9) malam lalu telah menga mankan seorang sopir yang mengangkut 34 batang kayu jati tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah. TKP di hutan petak 161 RPH turut Desa Sukun, Kecamatan Gondang, Bojonegoro.

Diketahui terlapor sebagai sopir truk mengangkut kayu jati tersebut berinisial NV, 45, warga Dusun Kaliasing, Desa Sam bungrejo, Kecamatan Gondang. KBO Reskrim Polres Bojonegoro, Iptu Eko Suwanto menerangkan bahwa saat ini terlapor yaitu sopir berinisial NV beserta barang buk ti berupa satu unit truk bernopol S-8407-UA dan 34 batang kayu jati telah diamankan.

Terlapor diamankan di ruang tahanan Polsek Bojonegoro guna proses penyidikan lebih lanjut, sedangkan truk dan kayu jatinya di Mapolres Bojonegoro. ”Kami masih mengembangkan kasus kepemilikan kayu jati secara ilegal ini, jadi masih proses penyidikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Lantang Sampai Petang, Aktivis Tuntut UU Omnibus Law Dicabut

Saat ini, Iptu Eko Suwanto sudah mengantongi nama pemilik kayu jati tersebut. Namun, untuk proses lebih lanjut, nama pemilik kayu tersebut belum bisa disebutkan. Sehingga, ada kemungkinan, sopir tersebut akan kirim ke rumah pemilik kayu tersebut pada Kamis (7/9) malam lalu. ”Penyidikan difokuskan pada alur transaksi jual beli kayu jati yang tidak dilengkapi dokumen sah,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro pun membenarkan bahwa Kamis malam lalu jajaran Satreskrim Polres Bojonegoro telah menggagalkan pengiriman 34 batang kayu jati berbagai ukuran yang tidak dilengkapi dokumen sah. Sehingga, sopir yang mengangkut pun diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut.

Dikatakan penangkapan tersebut merupakan hasil kerjasama Polres Bojonegoro dengan pihak Perhutani. Proses penyidikan kini masih berjalan untuk mencari pemilik kayu jati ilegal tersebut, Atas perbuatannya, pelaku bisa terjerat pasal 12 huruf D dan E juncto pasal 83 ayat 1 huruf A dan B UU RI Nomor 18 Tahun 2013 ten tang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. ”Berdasarkan pasal tersebut, ancaman hukumannya maksimal ku rungan tujuh tahun,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tren Baru: Bayar Bagasi Apa Lagi

Artikel Terkait

Most Read

Fathul Muin, Sang Pembelajar Sejati

Kawanan Penculik Dibayar Rp 50 Juta

Pengedar Sabu-Sabu Dicokok

Artikel Terbaru


/