alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Beasiswa Satu Desa Dua Sarjana Diperluas, PTS Bisa Ikut Mendaftar!

Radar Bojonegoro – Kalangan lesgislatif meminta dinas pendidikan (Disdik) memaksimalkan serapan anggaran beasiswa. Jangan sampai menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) terlalu banyak. Sebab, tahun lalu serapan anggaran beasiswa itu dinilai masih minim.

‘’Tahun lalu anggaran itu jadi silpa cukup besar,’’ ujar Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto. Menurut Pri, sapaan Ahmad Supriyanto, anggaran beasiswa itu sayang jika harus menjadi silpa. Sebab, warga Bojonegoro yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi cukup banyak. Sehingga, serapan anggaran beasiswa itu harus dimaksimalkan.

‘’Jangan sampai tahun ini silpa dari beasiswa itu tinggi,’’ tegas Politikus Golkar itu. Dia menjelaskan, tahun ini anggaran beasiswa di disdik mencapai Rp 39,5 miliar. Beasiswa itu dibagi menjadi dua. Yakni, beasiswa scientist dan beasiswa dua sarjana per desa.

Baca Juga :  Waduk Gongseng di Bojonegoro Terganjal Sertifikasi Operasional

Kini, penerima beasiswa dua sarjana per desa diperluas. Warga Bojonegoro kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS) Bojonegoro juga bisa menerimanya. Disdik harus memaksimalkan sosialiasi ke desa-desa. Sebab, sasaran beasiswa itu adalah masyarakat desa. Sehingga, setiap desa harus ada warga yang mendapatkan beasiswa itu.

Kedepan programnya tidak hanya terbatas pada dua orang. Kalau bisa setiap desa bisa lima atau sepuluh sarjana. Sebab, anggarannya cukup besar. ‘’Kalau bisa penerimanya ditambah lagi, jangan hanya dua saja,’’ harapnya.

Tahun lalu, lanjutnya, minimnya serapan karena sosialiasi yang dilakukan juga minim. Sehingga, masyarakat yang bisa mengakses beasiswa desa itu hanya sedikit. Sebelumnya, Sekretaris Disdik Bojonegoro Lasiran mengatakan, mulai semester kedua ini penerima beasiswa dua sarjana per desa ditambah. Yakni, bisa mengakomodir mahasiswa PTS di Bojonegoro.

Baca Juga :  Amankan Dua Pengedar Pil Dobel L

Itu berdasarkan keputusan bupati sesuai usulan forum rektor Bojonegoro. Saat ini pemkab tengah menggodok regulasi terkait itu. Sebab, pada peraturan bupati (perbup) sebelumnya, penerima beasiswa dua sarjana per desa hanya yang kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Diperkirakan sebelum Desember mendatang regulasi sudah selesai. Meski demikian, mereka yang berniat daftar sebagai penerima beasiswa tetap dilayani.  

Radar Bojonegoro – Kalangan lesgislatif meminta dinas pendidikan (Disdik) memaksimalkan serapan anggaran beasiswa. Jangan sampai menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) terlalu banyak. Sebab, tahun lalu serapan anggaran beasiswa itu dinilai masih minim.

‘’Tahun lalu anggaran itu jadi silpa cukup besar,’’ ujar Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto. Menurut Pri, sapaan Ahmad Supriyanto, anggaran beasiswa itu sayang jika harus menjadi silpa. Sebab, warga Bojonegoro yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi cukup banyak. Sehingga, serapan anggaran beasiswa itu harus dimaksimalkan.

‘’Jangan sampai tahun ini silpa dari beasiswa itu tinggi,’’ tegas Politikus Golkar itu. Dia menjelaskan, tahun ini anggaran beasiswa di disdik mencapai Rp 39,5 miliar. Beasiswa itu dibagi menjadi dua. Yakni, beasiswa scientist dan beasiswa dua sarjana per desa.

Baca Juga :  DPRD Bojonegoro Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Kini, penerima beasiswa dua sarjana per desa diperluas. Warga Bojonegoro kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS) Bojonegoro juga bisa menerimanya. Disdik harus memaksimalkan sosialiasi ke desa-desa. Sebab, sasaran beasiswa itu adalah masyarakat desa. Sehingga, setiap desa harus ada warga yang mendapatkan beasiswa itu.

Kedepan programnya tidak hanya terbatas pada dua orang. Kalau bisa setiap desa bisa lima atau sepuluh sarjana. Sebab, anggarannya cukup besar. ‘’Kalau bisa penerimanya ditambah lagi, jangan hanya dua saja,’’ harapnya.

Tahun lalu, lanjutnya, minimnya serapan karena sosialiasi yang dilakukan juga minim. Sehingga, masyarakat yang bisa mengakses beasiswa desa itu hanya sedikit. Sebelumnya, Sekretaris Disdik Bojonegoro Lasiran mengatakan, mulai semester kedua ini penerima beasiswa dua sarjana per desa ditambah. Yakni, bisa mengakomodir mahasiswa PTS di Bojonegoro.

Baca Juga :  Korupsi Rp 161 Juta, Divonis 4 Tahun

Itu berdasarkan keputusan bupati sesuai usulan forum rektor Bojonegoro. Saat ini pemkab tengah menggodok regulasi terkait itu. Sebab, pada peraturan bupati (perbup) sebelumnya, penerima beasiswa dua sarjana per desa hanya yang kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Diperkirakan sebelum Desember mendatang regulasi sudah selesai. Meski demikian, mereka yang berniat daftar sebagai penerima beasiswa tetap dilayani.  

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/