alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Kapolres Minta Pemasok Arak Dikejar

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Menjelang Idul Adha, kepolisian menggagalkan peredaran ratusan minuman keras (miras) di Kecamatan Kota dan Trucuk. Sebanyak 324 botol miras jenis arak dan bir disita dari tangan PE, 33, warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Tersangka ditangkap ketika parkir di pinggir jalan turut wilayah Desa/Kecamatan Trucuk, sekitar pukul 21.00, Selasa (6/8) lalu. Miras tersebut disimpan di sebuah mobil. Hingga kemarin (8/8) kepolisian masih mengusut jaringan pengedar miras tersebut.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, petugas masih memeriksa tersangka. Termasuk menahannya di Polsek Trucuk. “Petugas masih mendalami kasus tersebut, karena pemasok mirasnya masih buron,” tegasnya kemarin (8/8).

Baca Juga :  Tiga BUMD Gagal Capai Target

Karena itu, Kapolres belum bisa menjawab produsen dan pemasoknya. Sebab pemasoknya sudah kabur terlebih dahulu. “Saya belum bisa jawab asal miras itu dari mana. Kalau pemasok informasinya warga Kecamatan Kota tertangkap, kami bisa tahu miras itu ambil di mana,” jelasnya.

Terkait modus penjualannya, tersangka tidak memiliki warung atau toko. Kemungkinan besar, pemasarannya mengirim ke warung-warung atau perseorangan yang memesan.

Menurut Kapolres, tersangka yang diduga melakukan tindak pidana menjual barang berbahaya bagi jiwa dan kesehatan. Serta menjual miras tanpa izin. Hasil tangkapan 324 botol miras jenis arak dan anggur kolesom siap dijual.

Kapolsek Trucuk AKP Wiwin Rusli menerangkan, bahwa diamankannya ratusan botol miras berawal dari informasi masyarakat di Desa/Kecamatan Trucuk, terdapat orang menjual miras. Kapolsek memerintahkan anggotanya berpakaian preman menyelidikinya.

Baca Juga :  Material Pembangunan Jembatan Kare Membahayakan Pengguna Jalan

Setelah pengecekan, ternyata benar petugas mendapati di dalam mobil milik tersangka berisikan 27 kardus miras jenis arak dan 1 kardus bir. Totalnya 324 botol miras.

Menurutnya, pelaku patut diduga melakukan tindak pidana menjual barang berbahaya bagi jiwa dan kesehatan atau menjual miras tanpa izin. “Sebagaimana dimaksud pasal 204 ayat 1 KUHP, ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Menjelang Idul Adha, kepolisian menggagalkan peredaran ratusan minuman keras (miras) di Kecamatan Kota dan Trucuk. Sebanyak 324 botol miras jenis arak dan bir disita dari tangan PE, 33, warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Tersangka ditangkap ketika parkir di pinggir jalan turut wilayah Desa/Kecamatan Trucuk, sekitar pukul 21.00, Selasa (6/8) lalu. Miras tersebut disimpan di sebuah mobil. Hingga kemarin (8/8) kepolisian masih mengusut jaringan pengedar miras tersebut.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, petugas masih memeriksa tersangka. Termasuk menahannya di Polsek Trucuk. “Petugas masih mendalami kasus tersebut, karena pemasok mirasnya masih buron,” tegasnya kemarin (8/8).

Baca Juga :  Tangki Thunder Bocor, Motor Hangus Terbakar

Karena itu, Kapolres belum bisa menjawab produsen dan pemasoknya. Sebab pemasoknya sudah kabur terlebih dahulu. “Saya belum bisa jawab asal miras itu dari mana. Kalau pemasok informasinya warga Kecamatan Kota tertangkap, kami bisa tahu miras itu ambil di mana,” jelasnya.

Terkait modus penjualannya, tersangka tidak memiliki warung atau toko. Kemungkinan besar, pemasarannya mengirim ke warung-warung atau perseorangan yang memesan.

Menurut Kapolres, tersangka yang diduga melakukan tindak pidana menjual barang berbahaya bagi jiwa dan kesehatan. Serta menjual miras tanpa izin. Hasil tangkapan 324 botol miras jenis arak dan anggur kolesom siap dijual.

Kapolsek Trucuk AKP Wiwin Rusli menerangkan, bahwa diamankannya ratusan botol miras berawal dari informasi masyarakat di Desa/Kecamatan Trucuk, terdapat orang menjual miras. Kapolsek memerintahkan anggotanya berpakaian preman menyelidikinya.

Baca Juga :  Baznas Lamongan Berkomitmen Ikut Mempercepat Penanganan Covid-19

Setelah pengecekan, ternyata benar petugas mendapati di dalam mobil milik tersangka berisikan 27 kardus miras jenis arak dan 1 kardus bir. Totalnya 324 botol miras.

Menurutnya, pelaku patut diduga melakukan tindak pidana menjual barang berbahaya bagi jiwa dan kesehatan atau menjual miras tanpa izin. “Sebagaimana dimaksud pasal 204 ayat 1 KUHP, ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/