alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Semua Sekolah Daring, Guru Harus Kreatif

Radar Bojonegoro – Pembelajaran siswa SMK dan SMA di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat digelar secara daring penuh. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) terus berlangsung hingga ada surat edaran (SE) dari gubernur Jawa Timur maupun pihak terkait lainnya.

Guru dan sekolah diminta kreatif agar pembelajaran daring berlangsung mudah. Kepala SMKN 1 Baureno M. Akhiyar mengatakan, tahun ajaran baru pembelajaran dilakukan secara daring. Materi dan sistem pembelajaran daring di sekolahnya masih dikemas oleh kurikulum. “Pastinya yang mudah diakses siswa,” jelasnya kemarin.

Terkait siswa baru, Akhiyar mengaku akan menjelaskan teknis pembelajan ke siswa terlebih dulu. Sehingga mampu mengikuti pembelajaran selajutnya. “Doanya semoga di kondisi seperti ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Kepala SMAN Malo Guspandi mengatakan, sudah menyiapkan berbagai teknis pembelajaran baik daring atau luring. Namun, terkait pembelajaran tatap muka (PTM) sesuai kebijakan Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Bojonegoro-Tuban. “Semoga pan demi Covid-19 cepat berakhir,” jelasnya.

Baca Juga :  Zaman Milenial, Gadis ini Tetap Utamakan Ibadah

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Bojonegoro Suyono mengatakan, selama masa PPKM darurat hingga 20 Juli pembelajaran digelar secara daring penuh. Dan tidak ada perbedaan dari pembelajaran daring tahun lalu.

Suyono menjelaskan, untuk siswa baru akan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) terlebih dulu secara daring. Agar memahami sistem pembelajaran akan dijalani. “Masuk 12 Juli, siswa kelas XI dan XII tetap dapat materi pelajaran secara daring, ketika kelas X sedang MPLS hingga 14 Juli,” terangnya.

Pihaknya mengaku belum mengetahui sistem pembelajaran setelah PPKM darurat. Menunggu SE dari gubernur terkait pola pembelajaran di masa pandemi korona. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, pembalajaran tahun ajaran baru digelar secara daring sesuai surat edaran, baik dari pemerintah pusat hingga daerah terkait PPKM darurat.

Baca Juga :  Permintaan Motor Matik Meningkat 

Adi menjelaskan, menunggu SE selanjutnya setelah PPKM darurat berakhir 20 Juli. Semua kegiatan harus terintegrasi dari pusat hingga daerah. “Harus ada sinkronisasi, tidak bisa berjalan sendiri,” ungkapnya.

Meski pembelajaran secara daring, menurut Adi, siswa harus semangat mengikuti pembe lajaran. Memaklumi dan mengikuti peraturan, demi keselematan bersama. Juga butuh kerja sama orang tua memfasilitasi anak-anaknya pembelajaran secara daring. Dan tidak dijadikan sebuah hambatan. “12 Juli hingga 14 Juli MPLS daring digelar untuk siswa baru,” terangnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro juga memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) jenjang SD dan SMP semuanya daring. Serta menunggu instruksi selanjutnya terkait kondisi penanganan Covid-19. Pembelajaran secara daring akan dimaksimalkan menggunakan aplikasi Sifajargo dan radio. Serta inovasi masing-masing lembaga sekolah, baik Youtube atau aplikasi lainnya. (irv)

Radar Bojonegoro – Pembelajaran siswa SMK dan SMA di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat digelar secara daring penuh. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) terus berlangsung hingga ada surat edaran (SE) dari gubernur Jawa Timur maupun pihak terkait lainnya.

Guru dan sekolah diminta kreatif agar pembelajaran daring berlangsung mudah. Kepala SMKN 1 Baureno M. Akhiyar mengatakan, tahun ajaran baru pembelajaran dilakukan secara daring. Materi dan sistem pembelajaran daring di sekolahnya masih dikemas oleh kurikulum. “Pastinya yang mudah diakses siswa,” jelasnya kemarin.

Terkait siswa baru, Akhiyar mengaku akan menjelaskan teknis pembelajan ke siswa terlebih dulu. Sehingga mampu mengikuti pembelajaran selajutnya. “Doanya semoga di kondisi seperti ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Kepala SMAN Malo Guspandi mengatakan, sudah menyiapkan berbagai teknis pembelajaran baik daring atau luring. Namun, terkait pembelajaran tatap muka (PTM) sesuai kebijakan Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Bojonegoro-Tuban. “Semoga pan demi Covid-19 cepat berakhir,” jelasnya.

Baca Juga :  Setiap Hujan Hanya Waswas Longsor

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Bojonegoro Suyono mengatakan, selama masa PPKM darurat hingga 20 Juli pembelajaran digelar secara daring penuh. Dan tidak ada perbedaan dari pembelajaran daring tahun lalu.

Suyono menjelaskan, untuk siswa baru akan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) terlebih dulu secara daring. Agar memahami sistem pembelajaran akan dijalani. “Masuk 12 Juli, siswa kelas XI dan XII tetap dapat materi pelajaran secara daring, ketika kelas X sedang MPLS hingga 14 Juli,” terangnya.

Pihaknya mengaku belum mengetahui sistem pembelajaran setelah PPKM darurat. Menunggu SE dari gubernur terkait pola pembelajaran di masa pandemi korona. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, pembalajaran tahun ajaran baru digelar secara daring sesuai surat edaran, baik dari pemerintah pusat hingga daerah terkait PPKM darurat.

Baca Juga :  Permintaan Motor Matik Meningkat 

Adi menjelaskan, menunggu SE selanjutnya setelah PPKM darurat berakhir 20 Juli. Semua kegiatan harus terintegrasi dari pusat hingga daerah. “Harus ada sinkronisasi, tidak bisa berjalan sendiri,” ungkapnya.

Meski pembelajaran secara daring, menurut Adi, siswa harus semangat mengikuti pembe lajaran. Memaklumi dan mengikuti peraturan, demi keselematan bersama. Juga butuh kerja sama orang tua memfasilitasi anak-anaknya pembelajaran secara daring. Dan tidak dijadikan sebuah hambatan. “12 Juli hingga 14 Juli MPLS daring digelar untuk siswa baru,” terangnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro juga memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) jenjang SD dan SMP semuanya daring. Serta menunggu instruksi selanjutnya terkait kondisi penanganan Covid-19. Pembelajaran secara daring akan dimaksimalkan menggunakan aplikasi Sifajargo dan radio. Serta inovasi masing-masing lembaga sekolah, baik Youtube atau aplikasi lainnya. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/