alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Pilkades Empat Desa dan Ujian Perades Ditunda

Radar Bojonegoro – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) pergantian antarwaktu (PAW) di empat desa ditunda. Juga, ujian seleksi perangkat desa (perades) di dua kecamatan juga diundur. Penundaan hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat selesai.

Penundaan dinilai langkah bijak seiring tren penderita Covid-19 ada peningkatan. Berdasar data dihimpun dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bojonegoro, selama pemberlakuan PPKM darurat ini, ada tiga aparatur pemerintahan desa yang meninggal karena Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bojonegoro Machmuddin mengatakan, pengisian kepala desa definitif dan tahapan pengisian perades ditunda selama PPKM darurat. Menghindari terjadinya peningkatan kasus penderita Covid-19. “Sudah dikoordinasikan dengan desa melalui kecamatan,” katanya kemarin (8/7).

Machmuddin menjelaskan, penundaan pilkades PAW ada di empat desa. Yakni Desa Wotan, Kecamatan Sumber rejo; Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari; Desa Tapelan, Kecamatan Ngraho; dan Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. “Yang akan melakukan pemungutan suara hanya satu, Desa Wotan. Dan lainnya baru proses pemben tukan panitia,” jelasnya.

Baca Juga :  Pilih Menikah Ketimbang Ikut UNBK

Sedangkan, penundaan ujian perangkat desa bulan ini ada di Kecamatan Malo dan Kecamatan Ngraho. Surat edaran ditujukan kepada camat se-Bojonegoro tersebut mengurangi mobilitas masyarakat sesuai kebijakan PPKM darurat. Sekretaris Kecamatan Sumberrejo Suyanto menjelaskan, sudah mendapatkan surat edaran dari pemerintah kabupaten mengenai penundaan pilkades PAW dan ujian perades.

Desa Wotan, seharusnya melakukan pemilihan 15 Juni. Adanya surat tersebut dipastikan pelaksanaan pilkades akan ditunda. “Sementara tes perades sudah bulan lalu,” ungkapnya.

Suyanto menjelaskan, Pilkades Wotan sudah sampai tahap penetapan bakal calon kepala desa (bacakades). Ada dua calon akan maju dalam pilkades PAW mendatang. Meningkatnya kasus Covid di Bojonegoro, menurut Suyanto, pilihan tepat untuk menghindari kerumunan saat pemilihan.

Baca Juga :  Dwi Khoirotun Nisa’, Inovasikan Pembelajaran Nahwu Berbasis Aplikasi 

Ketua PPDI Bojonegoro Sujoko mengatakan, selama penerapan PPKM darurat ada tiga aparatur desa yang meninggal karena Covid-19. Dua perangkat desa dan satu kepala desa (kades). ”Itu data yang kami terima dari teman-teman,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Secara komulatif sejak pandemi pada Maret 2020 hingga Juli 2021 ini ada 45 aparatur desa yang meninggal dunia. Meliputi perades 39 orang dan enam kades. Hanya, tidak semua meninggal karena Covid-19.

”Dari 45 orang di atas yang terkonfirmasi Covid hanya tiga orang sebagaimana hasil koordinasi dengan aparatur lainnya. Mereka meninggal dunia ketika pemberlakuan PPKM darurat,” ujarnya. ”Alhamdulillah semua terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga ahli warisnya dapat manfaat baik santunan dari jaminan kematian atau santunan berkala dari jaminan pensiun,” lanjut Sujoko. (luk)

Radar Bojonegoro – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) pergantian antarwaktu (PAW) di empat desa ditunda. Juga, ujian seleksi perangkat desa (perades) di dua kecamatan juga diundur. Penundaan hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat selesai.

Penundaan dinilai langkah bijak seiring tren penderita Covid-19 ada peningkatan. Berdasar data dihimpun dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bojonegoro, selama pemberlakuan PPKM darurat ini, ada tiga aparatur pemerintahan desa yang meninggal karena Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bojonegoro Machmuddin mengatakan, pengisian kepala desa definitif dan tahapan pengisian perades ditunda selama PPKM darurat. Menghindari terjadinya peningkatan kasus penderita Covid-19. “Sudah dikoordinasikan dengan desa melalui kecamatan,” katanya kemarin (8/7).

Machmuddin menjelaskan, penundaan pilkades PAW ada di empat desa. Yakni Desa Wotan, Kecamatan Sumber rejo; Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari; Desa Tapelan, Kecamatan Ngraho; dan Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. “Yang akan melakukan pemungutan suara hanya satu, Desa Wotan. Dan lainnya baru proses pemben tukan panitia,” jelasnya.

Baca Juga :  PPDB SMA/SMK Hari Pertama: Sekolah Favorit Dekati Pagu

Sedangkan, penundaan ujian perangkat desa bulan ini ada di Kecamatan Malo dan Kecamatan Ngraho. Surat edaran ditujukan kepada camat se-Bojonegoro tersebut mengurangi mobilitas masyarakat sesuai kebijakan PPKM darurat. Sekretaris Kecamatan Sumberrejo Suyanto menjelaskan, sudah mendapatkan surat edaran dari pemerintah kabupaten mengenai penundaan pilkades PAW dan ujian perades.

Desa Wotan, seharusnya melakukan pemilihan 15 Juni. Adanya surat tersebut dipastikan pelaksanaan pilkades akan ditunda. “Sementara tes perades sudah bulan lalu,” ungkapnya.

Suyanto menjelaskan, Pilkades Wotan sudah sampai tahap penetapan bakal calon kepala desa (bacakades). Ada dua calon akan maju dalam pilkades PAW mendatang. Meningkatnya kasus Covid di Bojonegoro, menurut Suyanto, pilihan tepat untuk menghindari kerumunan saat pemilihan.

Baca Juga :  Alihkan Jamkesda ke BPJS

Ketua PPDI Bojonegoro Sujoko mengatakan, selama penerapan PPKM darurat ada tiga aparatur desa yang meninggal karena Covid-19. Dua perangkat desa dan satu kepala desa (kades). ”Itu data yang kami terima dari teman-teman,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Secara komulatif sejak pandemi pada Maret 2020 hingga Juli 2021 ini ada 45 aparatur desa yang meninggal dunia. Meliputi perades 39 orang dan enam kades. Hanya, tidak semua meninggal karena Covid-19.

”Dari 45 orang di atas yang terkonfirmasi Covid hanya tiga orang sebagaimana hasil koordinasi dengan aparatur lainnya. Mereka meninggal dunia ketika pemberlakuan PPKM darurat,” ujarnya. ”Alhamdulillah semua terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga ahli warisnya dapat manfaat baik santunan dari jaminan kematian atau santunan berkala dari jaminan pensiun,” lanjut Sujoko. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Abidin Fikri Belum Bersikap

Darurat Banjir

Artikel Terbaru

/