alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Kurangi Hama, Puluhan Petani Simbatan Gropyok Tikus

Radar Bojonegoro – Terik matahari tak menyurutkan puluhan petani Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, gropyokan atau menangkap tikus kemarin (8/6). Petani semakin bersemangat ketika mengejar tikus berlarian di pematang areal pertanian padi.

Gropyokan tikus ini untuk mengurangi persebaran tikus yang kerap kali merusak tanaman padi. Pantauan di lapangan, para petani beramai-ramai membawa tongkat kayu untuk memukul tikus-tikus berhamburan keluar setelah lubang rumahnya disembur air dari selang pompa.

Para petani rela basah kuyup hanya mengejar tikus. Setelah tikus ditangkap, lalu dikumpulkan dan dimasukkan karung. Aksi menangkap tikus ini menjadi seakanakan menjadi hiburan para petani.

Tentu, tak mudah bisa menangkap tikus yang bersarang di sawah-sawah padi. Selain warga petani, beberapa perangkat desa bersama petugas pertanian lapangan (PPL) turut membantu mengejar tikus tersebut.

Baca Juga :  Panen Bawang Melimpah, Pemerintah Harus Terlibat Dalam Tata Niaga

Kepala Desa Simbatan Tarmidi mengatakan hama tikus memang sangat banyak di Desa Simbatan. Bahkan tahun lalu petani gagal panen karena adanya hama tikus.

“Desa sebelah panen tapi Desa Simbatan gagal panen karena hama tikus,” jelasnya. Camat Kanor Mahfud mendukung kegiatan gropyokan tikusbersama petani di Desa Simbatan.

Hal ini bisa dilakukan di desa lain untuk menangulangi hama tikus menyerang tanaman di sawah. Mahfud mengatakan gropyokan menggunakan air lebih bagus untuk menanggulangi hama tikus. Disamping ada cara lain menggunakan cara pengasapan. “Melihat hasilnya cukup bagus,” tambahnya.

Radar Bojonegoro – Terik matahari tak menyurutkan puluhan petani Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, gropyokan atau menangkap tikus kemarin (8/6). Petani semakin bersemangat ketika mengejar tikus berlarian di pematang areal pertanian padi.

Gropyokan tikus ini untuk mengurangi persebaran tikus yang kerap kali merusak tanaman padi. Pantauan di lapangan, para petani beramai-ramai membawa tongkat kayu untuk memukul tikus-tikus berhamburan keluar setelah lubang rumahnya disembur air dari selang pompa.

Para petani rela basah kuyup hanya mengejar tikus. Setelah tikus ditangkap, lalu dikumpulkan dan dimasukkan karung. Aksi menangkap tikus ini menjadi seakanakan menjadi hiburan para petani.

Tentu, tak mudah bisa menangkap tikus yang bersarang di sawah-sawah padi. Selain warga petani, beberapa perangkat desa bersama petugas pertanian lapangan (PPL) turut membantu mengejar tikus tersebut.

Baca Juga :  Seluruh Bansos Bulan Ini Ditunda

Kepala Desa Simbatan Tarmidi mengatakan hama tikus memang sangat banyak di Desa Simbatan. Bahkan tahun lalu petani gagal panen karena adanya hama tikus.

“Desa sebelah panen tapi Desa Simbatan gagal panen karena hama tikus,” jelasnya. Camat Kanor Mahfud mendukung kegiatan gropyokan tikusbersama petani di Desa Simbatan.

Hal ini bisa dilakukan di desa lain untuk menangulangi hama tikus menyerang tanaman di sawah. Mahfud mengatakan gropyokan menggunakan air lebih bagus untuk menanggulangi hama tikus. Disamping ada cara lain menggunakan cara pengasapan. “Melihat hasilnya cukup bagus,” tambahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/