alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Khawatirkan Pembatasan 50 Persen Pengunjung Tempat Wisata

Radar Lamongan – Sejumlah lokasi wisata mulai memersiapkan protokoler kesehatan sesuai arahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan.

‘’Kita sedang evaluasi dan kita lakukan rapat intern terkait sejumlah aturan yang perlu dimatangkan,’’ tutur Divisi Marketing Wisata Bahari Lamongan (WBL) Ashari kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (8/6).

Dia masih memertimbangkan penerapan surat keterangan sehat bagi pengunjung minimal sepuluh orang. Penerapannya nanti harus dimatangkan. Khususnya, melakukan publikasi secara masif. Sehingga, pengunjung bisa mengetahui aturan tersebut.

‘’Sebab, jika tidak disiapkan nantinya justru menyulitkan pengunjung,’’ kata Ashari. Selain itu, pengelola diwajibkan melakukan pembatasan pengunjung. Yakni hanya menerima 50 persen pengunjung.

‘’Kendala kita, kita kan skala nasional. Pengunjung kita dari banyak daerah. Kendala kita, tidak semua pengunjung datang melalui reservasi. Ada yang tibatiba datang,’’ imbuh Ashari.

Baca Juga :  Penyelewengan BPNT, Ada Pemufakatan Jahat Sejak Awal?

Ketika mengurangi pengunjung, maka otomatis pemasukan berkurang. Terkait Disparbud Lamongan yang memberikan kewenangan bagi wisata swasta untuk menaikkan harga tiket, Ashari menyatakan masih perlu melakukan koordinasi lebih lanjut.

‘’Kalau untuk itu perlu kita lakukan kalkulasi dulu,’’ imbuhnya. Dia menganalisa potensi yang terjadi ketika hanya menerima pengunjung yang hanya 50 persen. Kekhawatirannya ketika dalam satu hari kuota sudah terpenuhi, namun ada pengunjung dari luar daerah yang datang tanpa melakukan reservasi sebelumnya.

‘’Takutnya nanti kecewa. Mereka sudah jauh-jauh datang, tapi kita tolak. Untuk memanage itu, kita masih godog lagi,’’ katanya. Terkait protokoler kesehatan, menurut Ashari, tidak ada masalah.

Pihaknya menyiapkan thermogun, intens melakukan penyemprotan disinfektan, menyiapkan wastafel di seluruh sudut, serta mengatur physical distancing di titik antrean. ‘’Bahkan itu sudah kita siapkan sebelum pemberlakuan penutupan lalu,’’ ujar Ashari.

Baca Juga :  Tembak Spesialis Pencuri Motor

Disparbud Lamongan memberikan waktu bagi pengelola wisata untuk melaporkan kesiapan. Ashari memastikan segala persiapan menuju pembukaan wisata masih dimatangkan.

‘’Kita target tanggal 1 Juli sudah seratus persen dan siap dibuka kembali,’’ kata Ashari. Sementara itu, wisata bianglala di alun – alun kota juga belum dioperasionalkan. Sebagian pengunjung alun – alun memilih berselfie dengan background permainan yang didatangkan dari luar negeri tersebut. 

Radar Lamongan – Sejumlah lokasi wisata mulai memersiapkan protokoler kesehatan sesuai arahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan.

‘’Kita sedang evaluasi dan kita lakukan rapat intern terkait sejumlah aturan yang perlu dimatangkan,’’ tutur Divisi Marketing Wisata Bahari Lamongan (WBL) Ashari kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (8/6).

Dia masih memertimbangkan penerapan surat keterangan sehat bagi pengunjung minimal sepuluh orang. Penerapannya nanti harus dimatangkan. Khususnya, melakukan publikasi secara masif. Sehingga, pengunjung bisa mengetahui aturan tersebut.

‘’Sebab, jika tidak disiapkan nantinya justru menyulitkan pengunjung,’’ kata Ashari. Selain itu, pengelola diwajibkan melakukan pembatasan pengunjung. Yakni hanya menerima 50 persen pengunjung.

‘’Kendala kita, kita kan skala nasional. Pengunjung kita dari banyak daerah. Kendala kita, tidak semua pengunjung datang melalui reservasi. Ada yang tibatiba datang,’’ imbuh Ashari.

Baca Juga :  Kapolres Himbau Warga, Ramadan Bebas dari Petasan

Ketika mengurangi pengunjung, maka otomatis pemasukan berkurang. Terkait Disparbud Lamongan yang memberikan kewenangan bagi wisata swasta untuk menaikkan harga tiket, Ashari menyatakan masih perlu melakukan koordinasi lebih lanjut.

‘’Kalau untuk itu perlu kita lakukan kalkulasi dulu,’’ imbuhnya. Dia menganalisa potensi yang terjadi ketika hanya menerima pengunjung yang hanya 50 persen. Kekhawatirannya ketika dalam satu hari kuota sudah terpenuhi, namun ada pengunjung dari luar daerah yang datang tanpa melakukan reservasi sebelumnya.

‘’Takutnya nanti kecewa. Mereka sudah jauh-jauh datang, tapi kita tolak. Untuk memanage itu, kita masih godog lagi,’’ katanya. Terkait protokoler kesehatan, menurut Ashari, tidak ada masalah.

Pihaknya menyiapkan thermogun, intens melakukan penyemprotan disinfektan, menyiapkan wastafel di seluruh sudut, serta mengatur physical distancing di titik antrean. ‘’Bahkan itu sudah kita siapkan sebelum pemberlakuan penutupan lalu,’’ ujar Ashari.

Baca Juga :  Waspadai Omicron, Siapkan Gedung Korpri

Disparbud Lamongan memberikan waktu bagi pengelola wisata untuk melaporkan kesiapan. Ashari memastikan segala persiapan menuju pembukaan wisata masih dimatangkan.

‘’Kita target tanggal 1 Juli sudah seratus persen dan siap dibuka kembali,’’ kata Ashari. Sementara itu, wisata bianglala di alun – alun kota juga belum dioperasionalkan. Sebagian pengunjung alun – alun memilih berselfie dengan background permainan yang didatangkan dari luar negeri tersebut. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/