alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Gedung DPRD Bojonegoro Bakal Dibangun Tahun Depan

Radar Bojonegoro – Gedung DPRD Bojonegoro akhirnya batal dibangun tahun ini. Gedung yang rencananya dibangun empat lantai itu dipastikan dibangun tahun depan.

Hal itu diputuskan melalui rapat antara DPRD dan dinas perumahan kawasan permukinan (PKP) dan cipta karya kemarin (8/6). ‘’Saat ini jika dibangun waktunya sudah sangat mepet.

Lebih baik dibangun tahun depan saja,’’ kata anggota Komisi D DPRD Ali Huda. Menurut Ali Huda, saat ini sejumlah proyek fisik sudah mulai dikerjakan. Seperti jalan, jembatan, dan pasar. Nilai proyek-proyek itu juga besar-besar. ‘’Tapi kenapa pembangunan gedung DPRD kok malah molor,’’ keluhnya dalam rapat kemarin.

Karena itu, dia meminta gedung itu dibangun tahun depan. Sehingga, pelaksanaannya bisa lebih maksimal. ‘’Anggarannya juga jangan dikurangi. Dulu awalnya Rp 70 miliar. Lalu jadi Rp 39 miliar. Saat ini kok Rp 31 miliar,’’ ungkap politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto mengatakan, lebih baik gedung DPRD dibangun tahun depan. Namun, pembangunan gedung itu harus satu tahun selesai. Jangan sampai ada penganggaran lagi ditahun be rikutnya. ‘’Lebih baik tahun depan dan hanya dikerjakan satu tahun,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Hujan di Bawah Berita

Sukur menjelaskan, pembangunan gedung DPRD memang sudah lama direncanakan. Namun, belum bisa direalisasikan. Dia minta dinas PKP cipta karya untuk mendesain tata gedung itu dengan baik. ‘’Ruang-ruangnya harus ditata. Termasuk ruang ketua itu juga harus bagus. Selain itu, berikan juga ruang khusus untuk teman-teman media,’’ terangnya.

Kepala Dinas PKP Cipta Karya Welly Fitrama mengatakan, perencanaan pembangunan gedung DPRD sudah selesai. Perencanaan dilakukan tahun ini dengan sistem lelang. Nilainya Rp 306 juta. ‘’Kontraknya Rp 294 juta. Konsultannya dari luar Bojonegoro,’’ tuturnya. Lahan yang akan dibangun gedung itu ada di Jalan Veteran, Kecamatan Kota. Luasnya men capai 4 hektare atau 27 meter persegi.

Welly menjelaskan, rencananya gedung itu akan dibangun empat lantai. Lantai pertama digunakan parkir, tempat genset, dan sejumlah peralatan lain. Lantai dua adalah ruang sidang paripurna, ruang ketua dan wakil ketua DPRD, dan ruang sekwan. Lantai tiga adalah ruang kerja anggota.

‘’Lantai empat adalah ruang fraksi dan ruang komisi,’’ ujar dia. Total kebutuhan anggaran pembangunan gedung itu adalah Rp 71 miliar. Tahun ini anggaran yang disediakan adalah Rp 31 miliar. Sehingga, akan dianggarkan lagi tahun depan.

Baca Juga :  Montong Diterjang Banjir Bandang

‘’Saat ini kami minta saran pimpinan dan anggota DPRD sebagai pengguna gedung itu,’’ ujarnya. Rapat dengan DPRD itu juga menghadirkan konsultan perencana pembangunan gedung dewan, yakni PT Dira Bina Nusa.

Andri salah satu perwakilan konsultan tersebut mengatakan, sudah mematangkan konsep pembangunan gedung itu. Gedung itu rencananya dibangun empat lantai. ‘’Konsepnya aspirasi,’’ ujarnya. Andri melanjutkan, sudah menerjunkan tim untuk melihat lokasi pembangunannya. Yakni untuk menentukan batas dan pengukuran elevasinya.

‘’Hasilnya, luas areal tidak jauh beda dari data awal. Yakni 27 ribu meter persegi atau 4 hektare,’’ tuturnya. Elevasi atau ketinggian tanah relatif datar. Yakni, 30 sentimeter (cm) lebih tinggi dari jalan raya. Tanah itu berbentuk persegi panjang membujur.

Untuk desain bangunnya sudah ada. Nanti gedung itu bisa diakses dua bagian. Yakni, pintu depan dan belakang. ‘’Ada gedung penunjang. Seperti hall aspirasi dan sejumlah gedung penunjang lainnya,’’ tuturnya. 

Radar Bojonegoro – Gedung DPRD Bojonegoro akhirnya batal dibangun tahun ini. Gedung yang rencananya dibangun empat lantai itu dipastikan dibangun tahun depan.

Hal itu diputuskan melalui rapat antara DPRD dan dinas perumahan kawasan permukinan (PKP) dan cipta karya kemarin (8/6). ‘’Saat ini jika dibangun waktunya sudah sangat mepet.

Lebih baik dibangun tahun depan saja,’’ kata anggota Komisi D DPRD Ali Huda. Menurut Ali Huda, saat ini sejumlah proyek fisik sudah mulai dikerjakan. Seperti jalan, jembatan, dan pasar. Nilai proyek-proyek itu juga besar-besar. ‘’Tapi kenapa pembangunan gedung DPRD kok malah molor,’’ keluhnya dalam rapat kemarin.

Karena itu, dia meminta gedung itu dibangun tahun depan. Sehingga, pelaksanaannya bisa lebih maksimal. ‘’Anggarannya juga jangan dikurangi. Dulu awalnya Rp 70 miliar. Lalu jadi Rp 39 miliar. Saat ini kok Rp 31 miliar,’’ ungkap politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto mengatakan, lebih baik gedung DPRD dibangun tahun depan. Namun, pembangunan gedung itu harus satu tahun selesai. Jangan sampai ada penganggaran lagi ditahun be rikutnya. ‘’Lebih baik tahun depan dan hanya dikerjakan satu tahun,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Semrawut, Pasar Babat Butuh Tempat Penyeberangan

Sukur menjelaskan, pembangunan gedung DPRD memang sudah lama direncanakan. Namun, belum bisa direalisasikan. Dia minta dinas PKP cipta karya untuk mendesain tata gedung itu dengan baik. ‘’Ruang-ruangnya harus ditata. Termasuk ruang ketua itu juga harus bagus. Selain itu, berikan juga ruang khusus untuk teman-teman media,’’ terangnya.

Kepala Dinas PKP Cipta Karya Welly Fitrama mengatakan, perencanaan pembangunan gedung DPRD sudah selesai. Perencanaan dilakukan tahun ini dengan sistem lelang. Nilainya Rp 306 juta. ‘’Kontraknya Rp 294 juta. Konsultannya dari luar Bojonegoro,’’ tuturnya. Lahan yang akan dibangun gedung itu ada di Jalan Veteran, Kecamatan Kota. Luasnya men capai 4 hektare atau 27 meter persegi.

Welly menjelaskan, rencananya gedung itu akan dibangun empat lantai. Lantai pertama digunakan parkir, tempat genset, dan sejumlah peralatan lain. Lantai dua adalah ruang sidang paripurna, ruang ketua dan wakil ketua DPRD, dan ruang sekwan. Lantai tiga adalah ruang kerja anggota.

‘’Lantai empat adalah ruang fraksi dan ruang komisi,’’ ujar dia. Total kebutuhan anggaran pembangunan gedung itu adalah Rp 71 miliar. Tahun ini anggaran yang disediakan adalah Rp 31 miliar. Sehingga, akan dianggarkan lagi tahun depan.

Baca Juga :  Bagaimana Nasib Persibo disaat Pandemi??

‘’Saat ini kami minta saran pimpinan dan anggota DPRD sebagai pengguna gedung itu,’’ ujarnya. Rapat dengan DPRD itu juga menghadirkan konsultan perencana pembangunan gedung dewan, yakni PT Dira Bina Nusa.

Andri salah satu perwakilan konsultan tersebut mengatakan, sudah mematangkan konsep pembangunan gedung itu. Gedung itu rencananya dibangun empat lantai. ‘’Konsepnya aspirasi,’’ ujarnya. Andri melanjutkan, sudah menerjunkan tim untuk melihat lokasi pembangunannya. Yakni untuk menentukan batas dan pengukuran elevasinya.

‘’Hasilnya, luas areal tidak jauh beda dari data awal. Yakni 27 ribu meter persegi atau 4 hektare,’’ tuturnya. Elevasi atau ketinggian tanah relatif datar. Yakni, 30 sentimeter (cm) lebih tinggi dari jalan raya. Tanah itu berbentuk persegi panjang membujur.

Untuk desain bangunnya sudah ada. Nanti gedung itu bisa diakses dua bagian. Yakni, pintu depan dan belakang. ‘’Ada gedung penunjang. Seperti hall aspirasi dan sejumlah gedung penunjang lainnya,’’ tuturnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Tuban Surplus Sampah

Artikel Terbaru


/