alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Bagaimana Nasib Persibo disaat Pandemi??

Radar Bojonegoro – Nasib Persibo masih menggantung. Belum ada kejelasan akan dibentuk seperti apa manajemen Persibo kedepannya. Tetap berstatus profesional atau amatir. Elemen suporter dan praktisi sepak bola Bojonegoro mendorong agar hal tersebut segera ditentukan.

Arif Setyawan, Koordinator elemen suporter Curva Nord mengatakan, pandemi Covid-19 memang menyita perhatian dan keprihatinan pemkab setempat. Namun, hal itu tak serta merta menganggu produktivitas akan tanggung jawabnya.

Salah satunya terkait nasib Persibo. ‘’Harusnya sudah ada persiapan (ada progres, Red),” katanya kemarin (7/6). Sebab, klub-klub di luar daerah sudah mulai berbenah.

Hal itu pun mulai diadopsi PSSI untuk meramu rencana menjalankan kompetisi lagi. Sehingga sejumlah klub Liga 1 dan Liga 2 juga mulai mempersiapkan diri. Bahkan, sejumlah klub Liga 3 sudah membentuk tim (seleksi pemain).

‘’Meskipun kompetisi Liga 3 masih belum ada informasi, setidaknya status klub dan manajemen Persibo harus segera ditentukan,” jelasnya. Arif Bondet, Sekjen Elemen Suporter Boromania menambahkan, merebaknya Covid-19 dan belum jelasnya kompetisi Liga 3 menjadi momentum tepat.

Baca Juga :  Bendungan Gongseng Baru Bisa Dialirkan Tahun Depan

Maksudnya, membentuk Persibo yang baru. Pasca penyerahan manajemen lama ke Askab PSSI setempat dengan tembusan Bupati Bojonegoro. ‘’Proses pembentukan manajemen Persibo harus tetap berjalan. Bukannya jalan di tempat,” imbuh dia.

Pembentukan manajamen baru memerlukan waktu dan bukan hal yang mudah. Perlu koordinasi sebanyak mungkin untuk mengha silkan keputusan yang tepat. Belum lagi manajemen baru butuh waktu untuk menata program dan rencana ke depan.

‘’Jika ditentukan segera, manajemen baru bisa punya banyak waktu mempersiapkan diri. Jadi kondisi ini sebuah kesempatan dan harus dimanfaatkan,” tandasnya.  

Hal senada juga dikatakan Bambang Pramuji, Mantan Asisten Pelatih Persibo musim 2019. Prinsipnya pihak-pihak yang bersangkutan masih bisa melakukan konsolidasi untuk menentukan nasib Persibo.

Baca Juga :  Disdik Akui Belum Semua Guru Memahami Pembelajaran Daring

Artinya menjalankan proses koordinasi melalui daring. ‘’Protokolernya kan sudah ada. Seharusnya progres Persibo harus tetap berjalan,” ujar pria juga Pelatih SSB Bojonegoro Soccer itu.

Dia menuturkan, permasalahan Persibo beberapa musim terakhir yakni persiapan mepet. Sehingga berharap hal serupa tidak terulang kali ini. Apalagi manajamen baru nantinya masih perlu koordinasi kepada Asprov PSSI Jatim.

Sebab, pendaftaran Persibo sebagai kontestan Liga 3 Jatim masih menggunakan PT dan kepengurusan manajemen lama. Sehingga perlu berkoordinasi dengan Asprov PSSI Jatim untuk mengubah berkas adiministrasinya. ‘’Semakin cepat semakin baik (penentuan nasib Persibo). Jadi jika nanti ada kejelasan tentang kompetisi Persibo sudah siap,” tuturnya.

Radar Bojonegoro – Nasib Persibo masih menggantung. Belum ada kejelasan akan dibentuk seperti apa manajemen Persibo kedepannya. Tetap berstatus profesional atau amatir. Elemen suporter dan praktisi sepak bola Bojonegoro mendorong agar hal tersebut segera ditentukan.

Arif Setyawan, Koordinator elemen suporter Curva Nord mengatakan, pandemi Covid-19 memang menyita perhatian dan keprihatinan pemkab setempat. Namun, hal itu tak serta merta menganggu produktivitas akan tanggung jawabnya.

Salah satunya terkait nasib Persibo. ‘’Harusnya sudah ada persiapan (ada progres, Red),” katanya kemarin (7/6). Sebab, klub-klub di luar daerah sudah mulai berbenah.

Hal itu pun mulai diadopsi PSSI untuk meramu rencana menjalankan kompetisi lagi. Sehingga sejumlah klub Liga 1 dan Liga 2 juga mulai mempersiapkan diri. Bahkan, sejumlah klub Liga 3 sudah membentuk tim (seleksi pemain).

‘’Meskipun kompetisi Liga 3 masih belum ada informasi, setidaknya status klub dan manajemen Persibo harus segera ditentukan,” jelasnya. Arif Bondet, Sekjen Elemen Suporter Boromania menambahkan, merebaknya Covid-19 dan belum jelasnya kompetisi Liga 3 menjadi momentum tepat.

Baca Juga :  Bendungan Gongseng Baru Bisa Dialirkan Tahun Depan

Maksudnya, membentuk Persibo yang baru. Pasca penyerahan manajemen lama ke Askab PSSI setempat dengan tembusan Bupati Bojonegoro. ‘’Proses pembentukan manajemen Persibo harus tetap berjalan. Bukannya jalan di tempat,” imbuh dia.

Pembentukan manajamen baru memerlukan waktu dan bukan hal yang mudah. Perlu koordinasi sebanyak mungkin untuk mengha silkan keputusan yang tepat. Belum lagi manajemen baru butuh waktu untuk menata program dan rencana ke depan.

‘’Jika ditentukan segera, manajemen baru bisa punya banyak waktu mempersiapkan diri. Jadi kondisi ini sebuah kesempatan dan harus dimanfaatkan,” tandasnya.  

Hal senada juga dikatakan Bambang Pramuji, Mantan Asisten Pelatih Persibo musim 2019. Prinsipnya pihak-pihak yang bersangkutan masih bisa melakukan konsolidasi untuk menentukan nasib Persibo.

Baca Juga :  Debat Kesepakatan dan Ketidakwajaran 

Artinya menjalankan proses koordinasi melalui daring. ‘’Protokolernya kan sudah ada. Seharusnya progres Persibo harus tetap berjalan,” ujar pria juga Pelatih SSB Bojonegoro Soccer itu.

Dia menuturkan, permasalahan Persibo beberapa musim terakhir yakni persiapan mepet. Sehingga berharap hal serupa tidak terulang kali ini. Apalagi manajamen baru nantinya masih perlu koordinasi kepada Asprov PSSI Jatim.

Sebab, pendaftaran Persibo sebagai kontestan Liga 3 Jatim masih menggunakan PT dan kepengurusan manajemen lama. Sehingga perlu berkoordinasi dengan Asprov PSSI Jatim untuk mengubah berkas adiministrasinya. ‘’Semakin cepat semakin baik (penentuan nasib Persibo). Jadi jika nanti ada kejelasan tentang kompetisi Persibo sudah siap,” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Ngopi Sambil Berdiskusi Bersama Teman

Ulah Panggah Bermasalah

Artikel Terbaru


/