alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Tergerus Penambangan Pasir, Jembatan Kaliketek Terancam

BOJONEGORO – Jembatan Kaliketek yang menghubungkan Tuban-Bojonegoro mulai terancam.  Tiang penyangga Jembatan Kaliketek mulai tergerus. Dikhawatirkan, kondisi itu akan semakin parah dan mengakibatkan perusakan jembatan.

Kasi Perbaikan Jalan UPT Perbaikan Jalan dan Jembatan DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro Purwanto menjelaskan, tiang penyangga tersebut tergerus akibat adanya penambangan pasir di sekitar jembatan. Jika biarkan terus, maka gerusan tiang penyangga itu merusak. “Saat ini sudah mengkhawatirkan. Jika terus ada penambangan akan semakin parah,” ungkap dia.

Purwanto melanjutkan, saat ini tiang penyangga tersebut sudah tidak semuanya menancap ke dasar sungai. Bahkan, posisinya sudah menggantung. Sebab, beberapa bagian bawahnya sudah tergerus arus sungai. “Itu sudah menggantung. Tidak utuh ke lagi tiang bagian bawahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Korsleting, Stan Pasar Terbakar 

Purwanto sudah melaporkan kondisi jembatan tersebut ke DPU Bina Marga Provinsi. Provinsi sudah melakukan pengecekan dan direncanakan untuk dilakukan perbaikan. Perbaikan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, harus direncanakan terlebih dahulu akan dibangun seperti apa. “Bukan jembatannya yang akan diperbaiki. Hanya tiangnya saja supaya tidak tergerus,” jelasnya.

Tiang jembatan itu nantinya akan dibuatkan pancang baru. Fungsinya untuk menguatkan pondasi tiang. Saat musim hujan, sendimentasi pasir akan menambah kekuatan jembatan itu. “Kalau pasir di sekitar lokasi tidak disedot,“ jelasnya.

Untuk melaksanakannya, pihaknya harus bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Sebab, instansi itulah yang memiliki wewenang mengenai sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Baca Juga :  Cair Tapi Terlambat

Menurut Purwanto, untuk mengatasi permasalahan itu hanya dengan melarang beroperasinya penyedotan pasir sungai. Jika itu masih berlangsung, maka jembatan itu akan tetap tergerus. “Ya bisa percuma kalau tetap ada penambangan,“ jelasnya.

Batas jarak yang diperbolehkan untuk menambang pasir adalah 200 meter dari jembatan. Tidak bisa kurang. Lebih jauh boleh. Pihaknya sudah memasang spanduk peringatan. Sebab, jika tidak diperingatkan, akan menimbulkan kerusakan jembatan. Tidak hanya Jembatan Kaliketek saja. “Semua jembatan juga begitu. Saya khawatir bisa seperti Jembatan Widang,“ terangnya.

BOJONEGORO – Jembatan Kaliketek yang menghubungkan Tuban-Bojonegoro mulai terancam.  Tiang penyangga Jembatan Kaliketek mulai tergerus. Dikhawatirkan, kondisi itu akan semakin parah dan mengakibatkan perusakan jembatan.

Kasi Perbaikan Jalan UPT Perbaikan Jalan dan Jembatan DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro Purwanto menjelaskan, tiang penyangga tersebut tergerus akibat adanya penambangan pasir di sekitar jembatan. Jika biarkan terus, maka gerusan tiang penyangga itu merusak. “Saat ini sudah mengkhawatirkan. Jika terus ada penambangan akan semakin parah,” ungkap dia.

Purwanto melanjutkan, saat ini tiang penyangga tersebut sudah tidak semuanya menancap ke dasar sungai. Bahkan, posisinya sudah menggantung. Sebab, beberapa bagian bawahnya sudah tergerus arus sungai. “Itu sudah menggantung. Tidak utuh ke lagi tiang bagian bawahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinas Sosial Diminta Evaluasi Menyeluruh BPNT Pusat

Purwanto sudah melaporkan kondisi jembatan tersebut ke DPU Bina Marga Provinsi. Provinsi sudah melakukan pengecekan dan direncanakan untuk dilakukan perbaikan. Perbaikan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, harus direncanakan terlebih dahulu akan dibangun seperti apa. “Bukan jembatannya yang akan diperbaiki. Hanya tiangnya saja supaya tidak tergerus,” jelasnya.

Tiang jembatan itu nantinya akan dibuatkan pancang baru. Fungsinya untuk menguatkan pondasi tiang. Saat musim hujan, sendimentasi pasir akan menambah kekuatan jembatan itu. “Kalau pasir di sekitar lokasi tidak disedot,“ jelasnya.

Untuk melaksanakannya, pihaknya harus bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Sebab, instansi itulah yang memiliki wewenang mengenai sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Baca Juga :  Bangga, Petugas Kebersihan ini Bisa Foto hingga Makan Bersama Bupati

Menurut Purwanto, untuk mengatasi permasalahan itu hanya dengan melarang beroperasinya penyedotan pasir sungai. Jika itu masih berlangsung, maka jembatan itu akan tetap tergerus. “Ya bisa percuma kalau tetap ada penambangan,“ jelasnya.

Batas jarak yang diperbolehkan untuk menambang pasir adalah 200 meter dari jembatan. Tidak bisa kurang. Lebih jauh boleh. Pihaknya sudah memasang spanduk peringatan. Sebab, jika tidak diperingatkan, akan menimbulkan kerusakan jembatan. Tidak hanya Jembatan Kaliketek saja. “Semua jembatan juga begitu. Saya khawatir bisa seperti Jembatan Widang,“ terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/