alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Kemajuan Perpusdes Butuh Kepedulian Desa 

KOTA – Kendala pengelolaan perpustakaan desa (perpusdes) tidak hanya minimnya sumber daya manusia (SDM) pengelolanya. Justru, kendala terbesar kepedulian para perangkat desanya. Sebab, sejauh ini, banyak perangkat desa tidak perhatian terhadap keberadaan perpus di desanya. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro Luhri Budi Rianto mengatakan, kepedulian perangkat desa menjadi hal penting terhadap keberadaan perpustakaan di desa. Sejauh ini, mayoritas perpusdes masih menggantungkan bantuan dari dinas perpustakaan dan kearsipan. 

Padahal, masing-masing desa memiliki anggaran besar dari dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD). “Masih banyak kepala desa kurang peduli terhadap perpustakaan di desa mereka,” kata Luhri selasa (8/5).Jika perangkat desa peduli, menurut dia, tentu banyak perpusdes yang diopeni. Tidak hanya kurang peduli, bahkan masih banyak desa belum memiliki perpusdes sendiri. Dari 419 desa dan 11 kelurahan di Bojonegoro. sampai saat ini jumlah perpustakaannya masih berada di angka 245 saja. Itu pun, tidak semuanya dalam kondisi prima.  “Karena itu, pada 2018 ini kita targetkan bisa tambah lagi menjadi 268 perpusdes,” imbuh dia. 

Baca Juga :  Prioritas Bangun Tiga Perpustakaan Kecamatan

Luhri menjelaskan, dari 245 perpusdes, tahun ini menargetkan ada tambahan 23 perpus baru. Sehingga target menjadi 268 perpusdes. Jumlah itu, menurut dia, termasuk ideal. Itupun sudah dibahas rapat koordinasi pengembangan perpusdes selasa (8/5). Rapat tersebut, pihaknya mengundang 50 pengelola perpusdes di 27 kecamatan, kecuali Kecamatan Kedewan. 

Rapat tersebut, menurut dia, ditujukan untuk memberi tambahan pengetahuan perihal pengelolaan perpusdes. “Untuk menambah kepedulian pihak desa agar terwujud pengelolaan perpusdes berkelanjutan dan mandiri. Agar tidak hanya njagakne bantuan dari pemda saja,” imbuhnya. 

KOTA – Kendala pengelolaan perpustakaan desa (perpusdes) tidak hanya minimnya sumber daya manusia (SDM) pengelolanya. Justru, kendala terbesar kepedulian para perangkat desanya. Sebab, sejauh ini, banyak perangkat desa tidak perhatian terhadap keberadaan perpus di desanya. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro Luhri Budi Rianto mengatakan, kepedulian perangkat desa menjadi hal penting terhadap keberadaan perpustakaan di desa. Sejauh ini, mayoritas perpusdes masih menggantungkan bantuan dari dinas perpustakaan dan kearsipan. 

Padahal, masing-masing desa memiliki anggaran besar dari dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD). “Masih banyak kepala desa kurang peduli terhadap perpustakaan di desa mereka,” kata Luhri selasa (8/5).Jika perangkat desa peduli, menurut dia, tentu banyak perpusdes yang diopeni. Tidak hanya kurang peduli, bahkan masih banyak desa belum memiliki perpusdes sendiri. Dari 419 desa dan 11 kelurahan di Bojonegoro. sampai saat ini jumlah perpustakaannya masih berada di angka 245 saja. Itu pun, tidak semuanya dalam kondisi prima.  “Karena itu, pada 2018 ini kita targetkan bisa tambah lagi menjadi 268 perpusdes,” imbuh dia. 

Baca Juga :  Pemkab Raih Penghargaan Aksi PPK

Luhri menjelaskan, dari 245 perpusdes, tahun ini menargetkan ada tambahan 23 perpus baru. Sehingga target menjadi 268 perpusdes. Jumlah itu, menurut dia, termasuk ideal. Itupun sudah dibahas rapat koordinasi pengembangan perpusdes selasa (8/5). Rapat tersebut, pihaknya mengundang 50 pengelola perpusdes di 27 kecamatan, kecuali Kecamatan Kedewan. 

Rapat tersebut, menurut dia, ditujukan untuk memberi tambahan pengetahuan perihal pengelolaan perpusdes. “Untuk menambah kepedulian pihak desa agar terwujud pengelolaan perpusdes berkelanjutan dan mandiri. Agar tidak hanya njagakne bantuan dari pemda saja,” imbuhnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Per Hari 1.500 Penumpang Berangkat

Separo Jalan Selesai

Malang Tetap Jadi Favorit Traveling

Artikel Terbaru


/