alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Kapal Nelayan Tertahan di Tarakan Sekitar Sebulan Belum Dilepas

PACIRAN – Satu kapal nelayan dari Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran sudah sekitar sebulan terakhir belum pulang. Diduga kapal nelayan bernama Kapal Motor (KM) Sawo Jaya itu ditahan aparat di wilayah Tarakan Kalimantan Timur.Ketua Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) Lamongan, Agus Mulyono membenarkan kapal nelayan tersebut sudah sekitar sebulan tertahan di wilayah Tarakan. ‘’Informasi yang saya terima, kapal nelayan itu diamankan petugas Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di wilayah Tarakan. Bukan oleh polairud atau angkatan laut,’’ ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler selasa (8/5).

Pria yang juga Kepala Desa Kandangsemangkon Kecamatan paciran itu mengakui belum mengetahui secara pasti penyebab ditahannya kapal nelayan tersebut. ‘’Belum diketahui persis, apakah disebabkan surat-suratnya belum diperpanjang, tidak membawa surat-surat, atau sebab yang lain,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Target 6.500 Ton, Tercapai 1.100 Ton 

Sementara itu Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Nur Wahid juga membenarkan salah satu kapal nelayannya bernama KM Sawo Jaya berkapasitas 30 GT belum kembali sekitar sebulan terakhir ini. Diduga sedang tertahan di Tarakan. ‘’Pemilik kapal sudah ke Tarakan beberapa minggu lalu. Informasinya akan menyelesaikan masalahnya. Namun sampai sekarang (selasa,Red) belum ada kabarnya,’’ ungkapnya.

Karena itu, dia mengaku belum mengetahui permasalahan apa yang membuat kapal nelayan itu tertahan di Tarakan. Diduga karena masalah surat-surat. Sebab para nelayan banyak yang kesulitan melakukan perpanjangan izin kapal. Sebab peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 71/2015 tentang larangan kapal nelayan jenis paying/cantrang belum dicabut. Padahal presiden sudah mengizinkan kapal payang/cantrang untuk tetap beroperasi. ‘’Meski presiden sudah mengizinkan beroperasi, namun para nelayan tetap khawatir saat melaut. Khawatir kalau terkena operasi,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Siap Tampil Mati - Matian

Sedangkan Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Bintoro mengaku belum mengetahui adanya kapal nelayan Lamongan yang tertahan di Tarakan tersebut. Kalau ada yang diamankan polairud atau sahbandar pasti mendapat kabar. ‘’Sampai saat ini belum ada kabar,’’ ungkapnya.

PACIRAN – Satu kapal nelayan dari Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran sudah sekitar sebulan terakhir belum pulang. Diduga kapal nelayan bernama Kapal Motor (KM) Sawo Jaya itu ditahan aparat di wilayah Tarakan Kalimantan Timur.Ketua Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) Lamongan, Agus Mulyono membenarkan kapal nelayan tersebut sudah sekitar sebulan tertahan di wilayah Tarakan. ‘’Informasi yang saya terima, kapal nelayan itu diamankan petugas Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di wilayah Tarakan. Bukan oleh polairud atau angkatan laut,’’ ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler selasa (8/5).

Pria yang juga Kepala Desa Kandangsemangkon Kecamatan paciran itu mengakui belum mengetahui secara pasti penyebab ditahannya kapal nelayan tersebut. ‘’Belum diketahui persis, apakah disebabkan surat-suratnya belum diperpanjang, tidak membawa surat-surat, atau sebab yang lain,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Nelayan Bergantung Rajungan

Sementara itu Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Nur Wahid juga membenarkan salah satu kapal nelayannya bernama KM Sawo Jaya berkapasitas 30 GT belum kembali sekitar sebulan terakhir ini. Diduga sedang tertahan di Tarakan. ‘’Pemilik kapal sudah ke Tarakan beberapa minggu lalu. Informasinya akan menyelesaikan masalahnya. Namun sampai sekarang (selasa,Red) belum ada kabarnya,’’ ungkapnya.

Karena itu, dia mengaku belum mengetahui permasalahan apa yang membuat kapal nelayan itu tertahan di Tarakan. Diduga karena masalah surat-surat. Sebab para nelayan banyak yang kesulitan melakukan perpanjangan izin kapal. Sebab peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 71/2015 tentang larangan kapal nelayan jenis paying/cantrang belum dicabut. Padahal presiden sudah mengizinkan kapal payang/cantrang untuk tetap beroperasi. ‘’Meski presiden sudah mengizinkan beroperasi, namun para nelayan tetap khawatir saat melaut. Khawatir kalau terkena operasi,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Nelayan Pantura Dibayangi Angin Barat

Sedangkan Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Bintoro mengaku belum mengetahui adanya kapal nelayan Lamongan yang tertahan di Tarakan tersebut. Kalau ada yang diamankan polairud atau sahbandar pasti mendapat kabar. ‘’Sampai saat ini belum ada kabar,’’ ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Dua Rumah Ludes Terbakar

Penderita ODMK Kerap Terabaikan

Foto Dulu sebelum Dibakar

Hunian Subsidi Tetap Jadi Pilihan

Artikel Terbaru


/