alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Hendak Nyabu Lagi, PNS Tertangkap 

TIKUNG – Riduwan, 53, pegawai negeri sipil (PNS) yang berasal dari Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, ini tidak kapok nyabu. Pernah tertangkap pada 2015, dia Senin (17/5) ditangkap lagi karena kepemilikan sabu – sabu. Selain Riduwan, polisi juga menangkap Acmad Suwandi, 42, asal Jalan Andansari Lamongan  dan M Farich Fauzi, 27, asal Jl HOS Cokroaminoto Lamongan. Mereka hendak nyabu di rumah Riduwan.

Di hadapan petugas, Riduwan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali. Dia mengaku menjadi guru mengaji di desanya. ‘’Saya menjadi guru mengaji di desa, bukan guru sekolah,’’  ujarnya.

Apakah menyabu itu tidak berdosa? Dia tidak menjawab, memilih diam.  

Kasat Narkoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono, mengatakan, saat digerebek, beberapa perlengkapan alat hisap siap di ruang kamar. ‘’Pada saat itu, satu tersangka bernama Riduwan melarikan diri ke kamar mandi,’’ katanya.

Baca Juga :  Belum Ditransfer Pusat, Penerima Dana BOS Madrasah Tak Utuh

Saat dikejar, tersangka berlasan ingin buang air kecil. ‘’Anggota telah menemukan satu klip sabu – sabu di luar kamar mandi. Tersangka mengakui kalau barang tersebut adalah miliknya, ingin digunakan bersama – sama,’’ ujarnya. 

‘’Jadi yang mengajak adalah Riduwan untuk menggunakan sabu – sabu di rumahnya setelah membeli,’’ imbuhnya.

Setelah dilakukan tes urin, ketiganya positif menggunakan sabu – sabu karena beberapa hari lalu mengonsumsi barang haram tersebut. ‘’Barang bukti yang diamankan, satu klip sabu – sabu seberat 0,47 gram, dua buah korek gas, satu buah pipet, alat hisap lengkap, empat buah handphone dan uang sebesar Rp 441 ribu,’’ jelasnya.

TIKUNG – Riduwan, 53, pegawai negeri sipil (PNS) yang berasal dari Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, ini tidak kapok nyabu. Pernah tertangkap pada 2015, dia Senin (17/5) ditangkap lagi karena kepemilikan sabu – sabu. Selain Riduwan, polisi juga menangkap Acmad Suwandi, 42, asal Jalan Andansari Lamongan  dan M Farich Fauzi, 27, asal Jl HOS Cokroaminoto Lamongan. Mereka hendak nyabu di rumah Riduwan.

Di hadapan petugas, Riduwan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali. Dia mengaku menjadi guru mengaji di desanya. ‘’Saya menjadi guru mengaji di desa, bukan guru sekolah,’’  ujarnya.

Apakah menyabu itu tidak berdosa? Dia tidak menjawab, memilih diam.  

Kasat Narkoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono, mengatakan, saat digerebek, beberapa perlengkapan alat hisap siap di ruang kamar. ‘’Pada saat itu, satu tersangka bernama Riduwan melarikan diri ke kamar mandi,’’ katanya.

Baca Juga :  Miliki Polemik, Dunia Karaoke Diminta Perbarui Izin

Saat dikejar, tersangka berlasan ingin buang air kecil. ‘’Anggota telah menemukan satu klip sabu – sabu di luar kamar mandi. Tersangka mengakui kalau barang tersebut adalah miliknya, ingin digunakan bersama – sama,’’ ujarnya. 

‘’Jadi yang mengajak adalah Riduwan untuk menggunakan sabu – sabu di rumahnya setelah membeli,’’ imbuhnya.

Setelah dilakukan tes urin, ketiganya positif menggunakan sabu – sabu karena beberapa hari lalu mengonsumsi barang haram tersebut. ‘’Barang bukti yang diamankan, satu klip sabu – sabu seberat 0,47 gram, dua buah korek gas, satu buah pipet, alat hisap lengkap, empat buah handphone dan uang sebesar Rp 441 ribu,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/