alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Tiga Bulan, 23 Kasus Baru HIV Muncul

Radar Lamongan – Kasus human immunodeficiency virus (HIV) masih muncul. Dinas Kesehatan Lamongan mencatat ada 23 kasus baru ditemukan selama tiga bulan di awal 2021. “Kasus paling banyak ditemukan Februari lalu, ada 12 orang dinyatakan positif HIV,” ujar Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamongan Abdullah Wasi’an.

Menurut dia, semakin banyak kasus ditemukan, lebih baik. Alasannya, untuk memermudah penanganan. Mereka yang sudah didiagnosa positif, lanjut Wasi’an, diterapi antiretroviral (ART) untuk meminimalisasi virus berkembang biak di tubuh. Dia mengklaim kemunculan kasus baru itu dikarenakan ada pemeriksaan. Januari jumlah orang dites HIV ada 321 orang.

Dari jumlah itu, positif enam orang. Sedangkan Februari lalu, 330 orang yang menjalani tes. Hasilnya, 12 orang positif. Sementara bulan lalu 132 orang yang dites dan lima orang dinyatakan positif. Selama ini, lanjut dia, temuan kasus baru cenderung naik turun. Misalnya tahun lalu.

Baca Juga :  Angin Kencang Robohkan Pohon dan Tiang Listrik

Temuan kasus baru ada 128 orang secara kumulatif. Sekarang tiga bulan ini sudah 23 kasus baru. Wasi’an mengatakan, keinginan masyarakat untuk periksa secara pribadi masih rendah. Ada kekhawatiran besar apabila hasilnya positif.

Menurut dia, adanya kebijakan yang mewajibkan calon pengantin dan ibu baru harus melakukan tes HIV menguntungkan bagi petugas kesehatan dalam meminimalisasi penularan berlanjut. “Kalau sudah ditemukan ada kasus positif, lebih mudah penanganan dan kemungkinan mereka menularkan bisa diantisipasi,” terangnya.

Wasi’an menuturkan, angka kematian dari kasus HIV/Aids cukup besar tahun lalu, yakni 143 orang. Biasanya setiap tahun hanya ada 16 – 19 kasus meninggal. Tahun lalu puncaknya karena terlambat penanganan. Pasien sudah masuk Aids baru terdeteksi.

Baca Juga :  10 Polisi Bersenjata Amankan Gudang KPU

Akibatnya, virusnya sudah menyerang seluruh organ tubuh. Penderita meninggal dunia karena tidak kuat menahan virus di dalam tubuhnya. Wasi’an mengatakan, ratarata pasien tersebut diketahui mengidap HIV setelah meninggal dunia karena hasil lab. Mereka terlambat penanganan karena tidak periksa dan tidak sadar kalau sedang mengidap penyakit berbahaya tersebut. “Memang sebaiknya periksa sebagai antisipasi, tujuannya agar semuanya bisa sehat,” katanya.

Radar Lamongan – Kasus human immunodeficiency virus (HIV) masih muncul. Dinas Kesehatan Lamongan mencatat ada 23 kasus baru ditemukan selama tiga bulan di awal 2021. “Kasus paling banyak ditemukan Februari lalu, ada 12 orang dinyatakan positif HIV,” ujar Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamongan Abdullah Wasi’an.

Menurut dia, semakin banyak kasus ditemukan, lebih baik. Alasannya, untuk memermudah penanganan. Mereka yang sudah didiagnosa positif, lanjut Wasi’an, diterapi antiretroviral (ART) untuk meminimalisasi virus berkembang biak di tubuh. Dia mengklaim kemunculan kasus baru itu dikarenakan ada pemeriksaan. Januari jumlah orang dites HIV ada 321 orang.

Dari jumlah itu, positif enam orang. Sedangkan Februari lalu, 330 orang yang menjalani tes. Hasilnya, 12 orang positif. Sementara bulan lalu 132 orang yang dites dan lima orang dinyatakan positif. Selama ini, lanjut dia, temuan kasus baru cenderung naik turun. Misalnya tahun lalu.

Baca Juga :  Pemakaian Jargas Ditarget Desember

Temuan kasus baru ada 128 orang secara kumulatif. Sekarang tiga bulan ini sudah 23 kasus baru. Wasi’an mengatakan, keinginan masyarakat untuk periksa secara pribadi masih rendah. Ada kekhawatiran besar apabila hasilnya positif.

Menurut dia, adanya kebijakan yang mewajibkan calon pengantin dan ibu baru harus melakukan tes HIV menguntungkan bagi petugas kesehatan dalam meminimalisasi penularan berlanjut. “Kalau sudah ditemukan ada kasus positif, lebih mudah penanganan dan kemungkinan mereka menularkan bisa diantisipasi,” terangnya.

Wasi’an menuturkan, angka kematian dari kasus HIV/Aids cukup besar tahun lalu, yakni 143 orang. Biasanya setiap tahun hanya ada 16 – 19 kasus meninggal. Tahun lalu puncaknya karena terlambat penanganan. Pasien sudah masuk Aids baru terdeteksi.

Baca Juga :  Banjir Koyak Tujuh Kecamatan

Akibatnya, virusnya sudah menyerang seluruh organ tubuh. Penderita meninggal dunia karena tidak kuat menahan virus di dalam tubuhnya. Wasi’an mengatakan, ratarata pasien tersebut diketahui mengidap HIV setelah meninggal dunia karena hasil lab. Mereka terlambat penanganan karena tidak periksa dan tidak sadar kalau sedang mengidap penyakit berbahaya tersebut. “Memang sebaiknya periksa sebagai antisipasi, tujuannya agar semuanya bisa sehat,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/