alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Usai UNBK, Sambut Tengah Tahun

TUBAN – Selama triwulan pertama tahun ini, toko laptop sangat diuntungkan. Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mendongkrak banyak penjualan laptop. Penjualan di sejumlah toko laptop pun sangat tinggi sejak awal tahun hingga menjelang UNBK dua bulan terakhir. Konsekuensinya pasca UNBK dihelat, toko laptop harus siap penjualan menurun karena mulai sepi permintaan. Imam Samudera, karyawan toko Tuban Perkasa Komputer mengatakan, sejak Februari hingga awal April ini penjualan cukup menguntungkan.

Diprediksi penjualan akan mulai sepi usai UNBK jenjang SMP selesai. Meski demikian, Imam mengaku tak khawatir. Menurutnya, tahun ajaran baru bisa menjadi momentum berikutnya. ‘’Sekarang konsumen banyak dari pelajar yang mau UNBK, setelah ini konsumen ada dari pelajar yang mau kuliah,’’ kata dia. Selama ini, menurut Imam, konsumen laptop banyak dari kalangan pelajar SMA, mahasiswa, dan pekerja. Namun sejak ada UNBK, pelajar SMP pun juga banyak meramaikan pangsa pasar.

Baca Juga :  Sekolah Kehidupan

Mayoritas para orang tua yang membelikan laptop buah hatinya bertujuan untuk latihan sang anak menjelang ujian. Apalagi, tryout yang dihelat sekolah juga sudah memakai komputer. Praktis, komputer dirasa menjadi kebutuhan wajib para pelajar tersebut. Dikarenakan segmen konsumennya pelajar, harga yang paling banyak dicari pun sekitar Rp 3 jutaan. Pria asal Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek itu menambahkan, kebutuhan untuk sekolah banyak mengerek penjualan komputer lipat 14 inci.

Sementara untuk netbook kurang dilirik. Tingginya permintaan membuat kenaikan harga tidak terlalu dipikirkan oleh konsumen. ‘’Ada kenaikan harga laptop tapi tidak banyak,’’ tuturnya. Terpisah, Anggun, manajer toko Citra Mandiri mengatakan hal senada. Penjualannya meningkat banyak sejak awal Maret. Puncaknya awal April ini. Diperkirakan penjualan tetap meningkat hingga pergantian tahun ajaran baru. Terlebih, tahun ajaran baru kali ini bertepatan dengan lebaran. Sehingga diprediksi akan banyak orang tua yang menyisihkan tunjangan hari raya (THR) untuk membelanjakan kebutuhan siswa untuk sekolah maupun kuliah. 

Baca Juga :  Pemkab akan tunjuk Pj Kades

TUBAN – Selama triwulan pertama tahun ini, toko laptop sangat diuntungkan. Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mendongkrak banyak penjualan laptop. Penjualan di sejumlah toko laptop pun sangat tinggi sejak awal tahun hingga menjelang UNBK dua bulan terakhir. Konsekuensinya pasca UNBK dihelat, toko laptop harus siap penjualan menurun karena mulai sepi permintaan. Imam Samudera, karyawan toko Tuban Perkasa Komputer mengatakan, sejak Februari hingga awal April ini penjualan cukup menguntungkan.

Diprediksi penjualan akan mulai sepi usai UNBK jenjang SMP selesai. Meski demikian, Imam mengaku tak khawatir. Menurutnya, tahun ajaran baru bisa menjadi momentum berikutnya. ‘’Sekarang konsumen banyak dari pelajar yang mau UNBK, setelah ini konsumen ada dari pelajar yang mau kuliah,’’ kata dia. Selama ini, menurut Imam, konsumen laptop banyak dari kalangan pelajar SMA, mahasiswa, dan pekerja. Namun sejak ada UNBK, pelajar SMP pun juga banyak meramaikan pangsa pasar.

Baca Juga :  Jembatan Glendeng Ditutup, Pengendara Motor Kecele

Mayoritas para orang tua yang membelikan laptop buah hatinya bertujuan untuk latihan sang anak menjelang ujian. Apalagi, tryout yang dihelat sekolah juga sudah memakai komputer. Praktis, komputer dirasa menjadi kebutuhan wajib para pelajar tersebut. Dikarenakan segmen konsumennya pelajar, harga yang paling banyak dicari pun sekitar Rp 3 jutaan. Pria asal Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek itu menambahkan, kebutuhan untuk sekolah banyak mengerek penjualan komputer lipat 14 inci.

Sementara untuk netbook kurang dilirik. Tingginya permintaan membuat kenaikan harga tidak terlalu dipikirkan oleh konsumen. ‘’Ada kenaikan harga laptop tapi tidak banyak,’’ tuturnya. Terpisah, Anggun, manajer toko Citra Mandiri mengatakan hal senada. Penjualannya meningkat banyak sejak awal Maret. Puncaknya awal April ini. Diperkirakan penjualan tetap meningkat hingga pergantian tahun ajaran baru. Terlebih, tahun ajaran baru kali ini bertepatan dengan lebaran. Sehingga diprediksi akan banyak orang tua yang menyisihkan tunjangan hari raya (THR) untuk membelanjakan kebutuhan siswa untuk sekolah maupun kuliah. 

Baca Juga :  Tenaga Perawat Masih Kurang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/