alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Kaset Pita Incaran Para Kolektor

BOJONEGORO – Ingar-bingarnya teknologi digital menggerus beberapa produk konvensional seperti kaset pita maupun VCD. Karena sekarang masyarakat dimanjakan dengan music streaming, jadi modal HP saja sudah mampu menjelajahi jutaan musik lokal maupun internasional secara gratis. Tetapi, bagi yang hobi mengoleksi kaset-kaset pita, tentu hal tersebut tak menutup kemungkinan toko-toko kaset pita yang masih hidup akan jadi jujukan. Karena banyak toko kaset yang sudah gulung tikar akibat gempuran digital.

Salah satu pengusaha toko kaset, Beng Widodo mengungkapkan permintaan kaset pita maupun VCD memang sangat sepi. Tetapi yang tetap membuatnya hidup adalah para kolektor dari berbagai kota yang selalu tertarik dengan kaset-kaset pita lawas. Penjualan kaset pita minimal 10 biji per bulan, sedangkan VCD minimal 20 per bulan. “Dibilang sepi itu pasti karena semuanya sudah lari ke online.

Baca Juga :  Ide Bisnis Rengginang Singkong Jadi Pemenang Indihome Santripreneur

Tetapi konsumen yang memang kolektor masih cukup banyak, orang Surabaya sering ke sini,” tuturnya. Lesunya permintaan toko kaset sepertinya juga diakibatkan banyaknya label rekaman besar yang sudah tumbang sejak beberapa tahun lalu. Jadi, memang tak bisa dipungkiri, perkembangan dunia digital sangat pesat. “Banyak yang sudah tumbang label-label rekaman besar, jadi pasokan pun nggak ada.

Jadi, terkadang saya impor,” jelasnya. Bahkan, biasanya konsumen juga inden dulu di toko tersebut. “Rata-rata memang kolektor itu orang tua, jadi buruannya seputar AKA, Gong 2000, Iwan Fals, Swami, Koes Plus, dan musisi lawas lainnya,” kata dia.

BOJONEGORO – Ingar-bingarnya teknologi digital menggerus beberapa produk konvensional seperti kaset pita maupun VCD. Karena sekarang masyarakat dimanjakan dengan music streaming, jadi modal HP saja sudah mampu menjelajahi jutaan musik lokal maupun internasional secara gratis. Tetapi, bagi yang hobi mengoleksi kaset-kaset pita, tentu hal tersebut tak menutup kemungkinan toko-toko kaset pita yang masih hidup akan jadi jujukan. Karena banyak toko kaset yang sudah gulung tikar akibat gempuran digital.

Salah satu pengusaha toko kaset, Beng Widodo mengungkapkan permintaan kaset pita maupun VCD memang sangat sepi. Tetapi yang tetap membuatnya hidup adalah para kolektor dari berbagai kota yang selalu tertarik dengan kaset-kaset pita lawas. Penjualan kaset pita minimal 10 biji per bulan, sedangkan VCD minimal 20 per bulan. “Dibilang sepi itu pasti karena semuanya sudah lari ke online.

Baca Juga :  Mokh Subekhi, Koleksi Limousine era Soekarno hingga Onthel 1900  

Tetapi konsumen yang memang kolektor masih cukup banyak, orang Surabaya sering ke sini,” tuturnya. Lesunya permintaan toko kaset sepertinya juga diakibatkan banyaknya label rekaman besar yang sudah tumbang sejak beberapa tahun lalu. Jadi, memang tak bisa dipungkiri, perkembangan dunia digital sangat pesat. “Banyak yang sudah tumbang label-label rekaman besar, jadi pasokan pun nggak ada.

Jadi, terkadang saya impor,” jelasnya. Bahkan, biasanya konsumen juga inden dulu di toko tersebut. “Rata-rata memang kolektor itu orang tua, jadi buruannya seputar AKA, Gong 2000, Iwan Fals, Swami, Koes Plus, dan musisi lawas lainnya,” kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/