alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Butuh Jaringan Internet Lancar

KOTA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lamongan mengeluhkan jaringan internet yang sering ngadat. Padahal, jaringan internet sangat menentukan proses perekaman dan pencetakan E-KTP. Plt Kepala Disdukcapil La mongan , Sugeng Widodo, me nyatakan, lambatnya pencetakan E-KTP sebenarnya bukan faktor kesengajaan. Apalagi daerah sudah melakukan jemput bola untuk melakukan perekaman data. Bahkan untuk perekam pemula, datanya sudah sangat banyak.

‘’Kita datangi sekolahnya, kemudian usia wajib KTP segera direkam,” ujarnya. Menurut dia, proses perekaman dilakukan setiap hari. Ketika data sudah sinkron dengan pusat, maka langsung dicetak. Namun, selama proses perekaman ada kendala teknis dan nonteknis yang menghambat proses tersebut. Dia mencontohkan jaringan internet lemot dan listriknya tidak lancar. Sugeng menambahkan, pihaknya menyambut baik regulasi Mendagri terkait pelayanan satu jam untuk memercepat pelayanan pembuatan E-KTP, akta kelahiran, akta kematian, dan administrasi kependudukan lainnya.

Baca Juga :  Sehari Cetak 300 KK Baru

Namun, wilayah Lamongan tidak semuanya memiliki akses internet yang baik. Sugeng memastikan, jika internet lancar, maka pelayanan bisa lebih cepat. Bahkan, kurang dari satu jam. Jika internet lemot, maka bisa memakan waktu lebih dari tiga jam. “Jadi menyesuaikan jaringan,” tuturnya. Terkait aliran kepercayaan, Sugeng memastikan belum ada petunjuk teknisnya. Meski begitu, belum ada penganut ali ran kepercayaan yang menga ju kan ke discapilduk. Ketika juk nis keluar, dipastikan segera diin for masikan ke daerah. “Se karang belum diten tukan kolomnya ba gai mana, ” ujarnya.

KOTA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lamongan mengeluhkan jaringan internet yang sering ngadat. Padahal, jaringan internet sangat menentukan proses perekaman dan pencetakan E-KTP. Plt Kepala Disdukcapil La mongan , Sugeng Widodo, me nyatakan, lambatnya pencetakan E-KTP sebenarnya bukan faktor kesengajaan. Apalagi daerah sudah melakukan jemput bola untuk melakukan perekaman data. Bahkan untuk perekam pemula, datanya sudah sangat banyak.

‘’Kita datangi sekolahnya, kemudian usia wajib KTP segera direkam,” ujarnya. Menurut dia, proses perekaman dilakukan setiap hari. Ketika data sudah sinkron dengan pusat, maka langsung dicetak. Namun, selama proses perekaman ada kendala teknis dan nonteknis yang menghambat proses tersebut. Dia mencontohkan jaringan internet lemot dan listriknya tidak lancar. Sugeng menambahkan, pihaknya menyambut baik regulasi Mendagri terkait pelayanan satu jam untuk memercepat pelayanan pembuatan E-KTP, akta kelahiran, akta kematian, dan administrasi kependudukan lainnya.

Baca Juga :  Wastafel di Depan Setiap Rumah Warga, Dipicu Perangkat Desa Muda

Namun, wilayah Lamongan tidak semuanya memiliki akses internet yang baik. Sugeng memastikan, jika internet lancar, maka pelayanan bisa lebih cepat. Bahkan, kurang dari satu jam. Jika internet lemot, maka bisa memakan waktu lebih dari tiga jam. “Jadi menyesuaikan jaringan,” tuturnya. Terkait aliran kepercayaan, Sugeng memastikan belum ada petunjuk teknisnya. Meski begitu, belum ada penganut ali ran kepercayaan yang menga ju kan ke discapilduk. Ketika juk nis keluar, dipastikan segera diin for masikan ke daerah. “Se karang belum diten tukan kolomnya ba gai mana, ” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/