alexametrics
27.7 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

3.905 Guru SMA SMK Menanti Vaksinasi

Radar Bojonegoro – Guru dan tenaga pendidikan SMA, SMK, dan SLB belum menjalani vaksinasi. Awal Maret lalu sudah berkoordinasi. Dan kini menunggu jadwal dan instruksi dari dinas kesehatan (dinkes) setempat.

Padahal, guru SMA dan SMK sudah memulai tatap muka terbatas. Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro dan Tuban Adi Prayitno mengatakan, telah mengirim data penerima vaksin ke dinkes. Meliputi pegawai cabdisdik 31 orang dan guru serta tenaga pendidikan di Bojonegoro sebanyak 3.905 orang.

‘’Belum (jalani vaksinasi). Tapi data sudah terkirim ke dinkes,” katanya kemarin (8/3). Menurut dia, saat ini masih belum menerima pemberitahuan jadwal vaksinasi. Namun, cukup memaklumi karena proses vaksinasi menyesuaikan ketersediaan dan jumlah penerima. Mengingat tahapannya berbarengan dan bergantian dengan penerima vaksin dari institusi lain.

Baca Juga :  Ibu Pembuang Bayi Tidak Ditahan

Kepala SMKN 2 Bojonegoro Edy Yusuf menambahkan termasuk pihaknya, memang guru dan tenaga pendidikan tingkat SLB, SMA, dan SMK masih belum vaksinasi. Masih menunggu. ‘’Masih belum. Menunggu ada edaran untuk itu,” imbuhnya kemarin (8/3).

Kepala Dinkes Bojonegoro Ani Pujiningrum menuturkan proses vaksinasi guru dan tenaga pendidikan di lingkup Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro segera dilakukan. Vaksinnya dikirim bertahap. ‘’Segera (dilakukan vaksinasi). Tadi baru masuk namanya (lingkup cabdisdik),” katanya kemarin.

Seperti diketahui proses vaksinasi tahap pertama pada guru dan tenaga pendidikan di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro sudah mulai berlangsung Sabtu (6/3) lalu. Akan berakhir Rabu (10/3). Jumlah penerima vaksin sebanyak 14.555 orang. Mulai lembaga KB, PAUD, TK, SD, SMP, PKBM hingga Korwil. Prosesnya dikelompokkan sesuai wilayah kerja puskesmas terdekat dari masing-masing sekolah.

Baca Juga :  Terkendala Pasar dan Event, Industri UMKM Lesu

Radar Bojonegoro – Guru dan tenaga pendidikan SMA, SMK, dan SLB belum menjalani vaksinasi. Awal Maret lalu sudah berkoordinasi. Dan kini menunggu jadwal dan instruksi dari dinas kesehatan (dinkes) setempat.

Padahal, guru SMA dan SMK sudah memulai tatap muka terbatas. Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro dan Tuban Adi Prayitno mengatakan, telah mengirim data penerima vaksin ke dinkes. Meliputi pegawai cabdisdik 31 orang dan guru serta tenaga pendidikan di Bojonegoro sebanyak 3.905 orang.

‘’Belum (jalani vaksinasi). Tapi data sudah terkirim ke dinkes,” katanya kemarin (8/3). Menurut dia, saat ini masih belum menerima pemberitahuan jadwal vaksinasi. Namun, cukup memaklumi karena proses vaksinasi menyesuaikan ketersediaan dan jumlah penerima. Mengingat tahapannya berbarengan dan bergantian dengan penerima vaksin dari institusi lain.

Baca Juga :  Ngeri! Anak ini Tebas Leher Ibu Kandungnya

Kepala SMKN 2 Bojonegoro Edy Yusuf menambahkan termasuk pihaknya, memang guru dan tenaga pendidikan tingkat SLB, SMA, dan SMK masih belum vaksinasi. Masih menunggu. ‘’Masih belum. Menunggu ada edaran untuk itu,” imbuhnya kemarin (8/3).

Kepala Dinkes Bojonegoro Ani Pujiningrum menuturkan proses vaksinasi guru dan tenaga pendidikan di lingkup Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro segera dilakukan. Vaksinnya dikirim bertahap. ‘’Segera (dilakukan vaksinasi). Tadi baru masuk namanya (lingkup cabdisdik),” katanya kemarin.

Seperti diketahui proses vaksinasi tahap pertama pada guru dan tenaga pendidikan di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro sudah mulai berlangsung Sabtu (6/3) lalu. Akan berakhir Rabu (10/3). Jumlah penerima vaksin sebanyak 14.555 orang. Mulai lembaga KB, PAUD, TK, SD, SMP, PKBM hingga Korwil. Prosesnya dikelompokkan sesuai wilayah kerja puskesmas terdekat dari masing-masing sekolah.

Baca Juga :  Menanti Progres SPP Gratis MA Swasta

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/