alexametrics
27 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Sherly Arliyanti Ajarkan Tas Sospeso Berbahan Ekonomis

DIKUNJUNGI ketika membuka workshop di Jalan Dr Lisman, Sherly Arliyanti terlihat antusias membagikan ilmu barunya. Bahan-bahan telah ia siapkan di kotak-kotak kecil. Bahkan, dia membawa peralatan asli membuat tas dengan teknik sospeso transparente. Bahan asli yang bisa mencapai Rp 200 ribu lebih.

Dengan teknik sospeso, gambar akan terlihat lebih hidup. Sherly mengaplikasikan teknik sospeso pada kerajinan tas bermotif bunga. Di tangannya, bunga akan terlihat lebih hidup. Teknik sospeso dapat membuat bunga atau motif lainnya menjadi 3 dimensi.

Teknik sospeso termasuk kerajinan decoupage saat ini sedang digandrungi kaum hawa. Yaitu kerajinan tangan dengan cara menempelkan tisu, kain, atau kertas di berbagai media. Ciri khas tas sospeso karya Sherly menggunakan kain batik Bojonegoro.

Baca Juga :  324 Siswa Tak Lolos PPDB SMP

Dengan menambah rasa khas pada karyanya, Sherly berharap bisa turut mengenalkan batik Bojonegoro melalui kerajinan tangan. “Tas sospeso lebih ekonomis dan kreatif. Karena mengaplikasikan bahan yang mudah didapat di Bojonegoro,” ungkapnya.

Bahan asli untuk menggunakan teknik sospeso terdapat lem khusus. Hingga berbagai macam embossing tools dengan harga bisa menguras dompet. Serta bahan tidak dijual di Bojonegoro dan perlu memesan melalui online shop. Namun Sherly tidak kehabisan akal. Dia pun membagikan ilmunya kepada pegiat kerajinan lainnya.

“Hanya perlu menyiapkan kain flanel dan kawat monel,” ucapnya.

Sherly mengajari step by step. Terlihat sibuk dengan bahan-bahan kerajinan terpapar di meja kecilnya, Sherly mengeluarkan kain batik khas Bojonegoro sebagai contoh membuat bunga dengan teknik sospeso ekonomis ala dirinya.

“Cukup menggunting motif daun yang ada di kain batik. Kemudian kain flanel kita bentuk serupa,” katanya mengajari secara perlahan-lahan.

Baca Juga :  Kurang Diminati, Rest Area Direvitalisasi. Ini Desainnya

Sherly mengatakan, nantinya kawat monel digunakan membuat lekukan pada daun agar terlihat hidup. “Jika pakai bahan asli menggunakan mika khusus, saya pakai kawat monel ini untuk membentuknya. Lagian lebih cepat jadi dan lebih mudah dibentuk,” ucapnya.

Perempuan sudah menjadikan usaha tas sospeso semenjak Maret 2013 ini telah mengirim karyanya ke seluruh Indonesia. “Paling jauh di Poso, Sulawesi Tengah,” akunya.

Menurutnya, usaha tas sospeso bukan lagi pekerjaan sampingan. Sherly mengaku, sudah menjadi pekerjaannya di rumah sambil mengasuh anak-anaknya. “Saya memulai sendiri dari modal keberanian saja tanpa mengeluarkan uang sendiri. Jadi mulainya karena ada pesanan dari teman sekalian belajar,” tuturnya.

Sejauh ini produksi dikerjakan sendiri oleh Sherly. “Tapi kadang dibantu juga dengan suami,” jelasnya dengan tersenyum.

DIKUNJUNGI ketika membuka workshop di Jalan Dr Lisman, Sherly Arliyanti terlihat antusias membagikan ilmu barunya. Bahan-bahan telah ia siapkan di kotak-kotak kecil. Bahkan, dia membawa peralatan asli membuat tas dengan teknik sospeso transparente. Bahan asli yang bisa mencapai Rp 200 ribu lebih.

Dengan teknik sospeso, gambar akan terlihat lebih hidup. Sherly mengaplikasikan teknik sospeso pada kerajinan tas bermotif bunga. Di tangannya, bunga akan terlihat lebih hidup. Teknik sospeso dapat membuat bunga atau motif lainnya menjadi 3 dimensi.

Teknik sospeso termasuk kerajinan decoupage saat ini sedang digandrungi kaum hawa. Yaitu kerajinan tangan dengan cara menempelkan tisu, kain, atau kertas di berbagai media. Ciri khas tas sospeso karya Sherly menggunakan kain batik Bojonegoro.

Baca Juga :  Kecamatan Balen Berpeluang Menjadi Sentra Ikan Koi

Dengan menambah rasa khas pada karyanya, Sherly berharap bisa turut mengenalkan batik Bojonegoro melalui kerajinan tangan. “Tas sospeso lebih ekonomis dan kreatif. Karena mengaplikasikan bahan yang mudah didapat di Bojonegoro,” ungkapnya.

Bahan asli untuk menggunakan teknik sospeso terdapat lem khusus. Hingga berbagai macam embossing tools dengan harga bisa menguras dompet. Serta bahan tidak dijual di Bojonegoro dan perlu memesan melalui online shop. Namun Sherly tidak kehabisan akal. Dia pun membagikan ilmunya kepada pegiat kerajinan lainnya.

“Hanya perlu menyiapkan kain flanel dan kawat monel,” ucapnya.

Sherly mengajari step by step. Terlihat sibuk dengan bahan-bahan kerajinan terpapar di meja kecilnya, Sherly mengeluarkan kain batik khas Bojonegoro sebagai contoh membuat bunga dengan teknik sospeso ekonomis ala dirinya.

“Cukup menggunting motif daun yang ada di kain batik. Kemudian kain flanel kita bentuk serupa,” katanya mengajari secara perlahan-lahan.

Baca Juga :  324 Siswa Tak Lolos PPDB SMP

Sherly mengatakan, nantinya kawat monel digunakan membuat lekukan pada daun agar terlihat hidup. “Jika pakai bahan asli menggunakan mika khusus, saya pakai kawat monel ini untuk membentuknya. Lagian lebih cepat jadi dan lebih mudah dibentuk,” ucapnya.

Perempuan sudah menjadikan usaha tas sospeso semenjak Maret 2013 ini telah mengirim karyanya ke seluruh Indonesia. “Paling jauh di Poso, Sulawesi Tengah,” akunya.

Menurutnya, usaha tas sospeso bukan lagi pekerjaan sampingan. Sherly mengaku, sudah menjadi pekerjaannya di rumah sambil mengasuh anak-anaknya. “Saya memulai sendiri dari modal keberanian saja tanpa mengeluarkan uang sendiri. Jadi mulainya karena ada pesanan dari teman sekalian belajar,” tuturnya.

Sejauh ini produksi dikerjakan sendiri oleh Sherly. “Tapi kadang dibantu juga dengan suami,” jelasnya dengan tersenyum.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/