alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

189 Rumah Kebanjiran di Laren

LAREN – Banjir akibat luapan Bengawan Solo meluas. Hingga kemarin (8/3), terdata 189 rumah pada delapan desa di Kecamatan Laren kebanjiran.

‘’Banjir ini yang paling tinggi dibanding beberapa tahun kemarin di Laren,’’ kata Camat Laren, Naim.

Ketinggian air pada papan duga di Kecamatan Babat mencapai 8,14 peilschaal dan siaga merah. Sedangkan papan duga di Kecamatan Laren 5,67 peilschaal dan papan duga Karanggeneng 4,32 peilschaal. Semuanya siaga merah. 

Menurut Naim, ketinggian air beberapa tahun lalu maksimal mencapai 5,53 peilschaal. Sebagian warga khawatir adanya kenaikan air lagi.  ‘’Sangat khawatir luapan Bengawan Solo semakin meningkat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Penjualan Komputer Didominasi Sekolah

Rincian yang kebanjiran itu, 82 rumah di Desa Plangwot, 11 rumah di Desa Duri dan Siser, 13 rumah di Keduyung, 64 rumah di Sanggrahan, 7 rumah di Mojoasem, 15 rumah di Bulutigo, dan 40 rumah di Desa Laren. Air yang masuk kerumah paling tinggi sekitar 1 meter.

Dua tenda posko saat ini didirikan di Sudetan Plangwot untuk korban banjir. ‘’Tenda tersebut untuk posko saja, melakukan pemantauan ketinggian air. Bukan untuk pengungsian warga,’’ tuturnya.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby Dapot Perlindungan Hutagalung mengatakan, beberapa anggotanya sudah mendirikan posko penjagaan, tak jauh dari lokasi banjir. Ada beberapa paket sembako yang disediakan di posko penjagaan.

‘’Melakukan penjagaan di posko penjagaan hingga benar – benar sudah mengalami penurunan (air),’’ katanya. 

Baca Juga :  PT SBS dan PT Raja Beton Sebabkan Polusi, Pemkab Harus Turun Tangan

LAREN – Banjir akibat luapan Bengawan Solo meluas. Hingga kemarin (8/3), terdata 189 rumah pada delapan desa di Kecamatan Laren kebanjiran.

‘’Banjir ini yang paling tinggi dibanding beberapa tahun kemarin di Laren,’’ kata Camat Laren, Naim.

Ketinggian air pada papan duga di Kecamatan Babat mencapai 8,14 peilschaal dan siaga merah. Sedangkan papan duga di Kecamatan Laren 5,67 peilschaal dan papan duga Karanggeneng 4,32 peilschaal. Semuanya siaga merah. 

Menurut Naim, ketinggian air beberapa tahun lalu maksimal mencapai 5,53 peilschaal. Sebagian warga khawatir adanya kenaikan air lagi.  ‘’Sangat khawatir luapan Bengawan Solo semakin meningkat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  RS Darurat Covid-19 Jadi Aset Daerah

Rincian yang kebanjiran itu, 82 rumah di Desa Plangwot, 11 rumah di Desa Duri dan Siser, 13 rumah di Keduyung, 64 rumah di Sanggrahan, 7 rumah di Mojoasem, 15 rumah di Bulutigo, dan 40 rumah di Desa Laren. Air yang masuk kerumah paling tinggi sekitar 1 meter.

Dua tenda posko saat ini didirikan di Sudetan Plangwot untuk korban banjir. ‘’Tenda tersebut untuk posko saja, melakukan pemantauan ketinggian air. Bukan untuk pengungsian warga,’’ tuturnya.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby Dapot Perlindungan Hutagalung mengatakan, beberapa anggotanya sudah mendirikan posko penjagaan, tak jauh dari lokasi banjir. Ada beberapa paket sembako yang disediakan di posko penjagaan.

‘’Melakukan penjagaan di posko penjagaan hingga benar – benar sudah mengalami penurunan (air),’’ katanya. 

Baca Juga :  Subsidi Dicabut, KB Tak Gratis Lagi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/