alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Terobos Lampu Merah, Truk Tabrak Motor, Satu Orang Tewas

Radar Lamongan – Khoiron, 40, asal Desa Sumberjo, Kecamatan Gempol, Pasuruan, kaget. Rem truk L 8459 UF yang dikemudikan tidak berfungsi. Padahal, traffic light simpang tiga di Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket kemarin sore (8/2) menunjukkan merah.

Truk dari barat berkecepatan sekitar 70 kilometer per jam itu tak punya pilihan lain. Terobos lampu merah. Sementara itu, dari utara, saat bersamaan tanda lampu hijau, ada motor S 5491 LO yang hendak belok ke arah Stadion Surajaya.

Sementara di belakang motor yang dikendarai Suryani, 22, warga Desa Sidobinangun, Kecamatan Deket itu, melaju sebuah mobil. Khoiron kembali harus membuat keputusan. Dia membanting setir ke kanan. Akibatnya, motor tersebut tertabrak. ‘’Kalau saya buang kiri, tentunya melihat banyak orang di pertigaan hingga rumah,’’ katanya beralasan.

Baca Juga :  Pengawasan Sulit, Banyak Tempat Kos Mesum

Setelah menabrak motor, truk itu terus melaju hingga masuk ke parit. Khoiron merasa itu keputusan terbaiknya. ‘’Lebih aman dibandingkan ke kiri, banyak orang di jalan. Rem sudah gak bias, entah kenapa tak mengerti, tiba – tiba seperti ini, kaget. Truk ini muatan meja belajar anak – anak dari Semarang dengan tujuan ke Sidoarjo,’’ jelasnya. Akibat kejadian tersebut, Suryani tewas.

‘’Truk baru bisa berhenti setelah masuk ke dalam parit bersama pengendara sepeda motor terjepit,’’ jelas Kanitlaka Lantas Polres Lamongan Iptu Sudirman. Menurut dia, butuh waktu sekitar dua jam untuk mengevakuasi pengendara motor akibat terjepit truk. Sedangkan truk baru bisa dievakuasi sekitar tiga jam. Arus lalu lintas dari kedua jalur sempat mengalami antrean kendaraan.

Baca Juga :  Skuad Persela Lamongan Kurang Enam Pemain

‘’Dari keterangan pengemudi truk, truk mengalami rem blong hingga tak bisa aktif,’’ ujar Sudirman. Menurut dia, anggotanya bakal memeriksa kelayakan truk tersebut. Hingga berita ini ditulis, pengemudi truk masih menjalani pemeriksaan.

Radar Lamongan – Khoiron, 40, asal Desa Sumberjo, Kecamatan Gempol, Pasuruan, kaget. Rem truk L 8459 UF yang dikemudikan tidak berfungsi. Padahal, traffic light simpang tiga di Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket kemarin sore (8/2) menunjukkan merah.

Truk dari barat berkecepatan sekitar 70 kilometer per jam itu tak punya pilihan lain. Terobos lampu merah. Sementara itu, dari utara, saat bersamaan tanda lampu hijau, ada motor S 5491 LO yang hendak belok ke arah Stadion Surajaya.

Sementara di belakang motor yang dikendarai Suryani, 22, warga Desa Sidobinangun, Kecamatan Deket itu, melaju sebuah mobil. Khoiron kembali harus membuat keputusan. Dia membanting setir ke kanan. Akibatnya, motor tersebut tertabrak. ‘’Kalau saya buang kiri, tentunya melihat banyak orang di pertigaan hingga rumah,’’ katanya beralasan.

Baca Juga :  Tradisi Nahdliyin Menjelang Haul Sunan Bonang

Setelah menabrak motor, truk itu terus melaju hingga masuk ke parit. Khoiron merasa itu keputusan terbaiknya. ‘’Lebih aman dibandingkan ke kiri, banyak orang di jalan. Rem sudah gak bias, entah kenapa tak mengerti, tiba – tiba seperti ini, kaget. Truk ini muatan meja belajar anak – anak dari Semarang dengan tujuan ke Sidoarjo,’’ jelasnya. Akibat kejadian tersebut, Suryani tewas.

‘’Truk baru bisa berhenti setelah masuk ke dalam parit bersama pengendara sepeda motor terjepit,’’ jelas Kanitlaka Lantas Polres Lamongan Iptu Sudirman. Menurut dia, butuh waktu sekitar dua jam untuk mengevakuasi pengendara motor akibat terjepit truk. Sedangkan truk baru bisa dievakuasi sekitar tiga jam. Arus lalu lintas dari kedua jalur sempat mengalami antrean kendaraan.

Baca Juga :  Batas Kota Lamongan Diperluas

‘’Dari keterangan pengemudi truk, truk mengalami rem blong hingga tak bisa aktif,’’ ujar Sudirman. Menurut dia, anggotanya bakal memeriksa kelayakan truk tersebut. Hingga berita ini ditulis, pengemudi truk masih menjalani pemeriksaan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/