alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Pembelajaran Tatap Muka Madrasah Menunggu Izin Pemkab

Radar Bojonegoro – Siswa-siswi madrasah masih belum diinstruksikan menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas (TMT). Meski masa berakhir penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berakhir hari ini (8/2). Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, masih menunggu instruksi dari Pemkab Bojonegoro. Penerapan TMT akan mengacu pada instruksi tersebut.

“Tetap memaksimalkan daring. Karena masih belum ada petunjuk dari pemkab (mengizinkan TMT),” katanya. Menurut dia, secara sarana prasarana lembaga madrasah sudah siap menerapkan TMT. Bahkan telah menanti bisa memasukkan lagi siswa ke madrasah. Mengingat sebelumnya ada sejumlah madrasah aliyah (MA) telah menerapkan uji coba TMT.

“Secara teknis dan sistem tatap muka sudah ada. Tapi, bagaimanapun kami menunggu izin dan anjuran dari pemkab,” ujar pria tinggal di Kecamatan Kapas itu. Menurut Wahid, jika nantinya pemkab mengizinkan TMT, tentu pihaknya akan menyesuaikan diri. Tapi, ia juga memaklumi jika sistem pembelajaran harus dilakukan secara daring. Sesuai kondisi pandemi di Kota Ledre.

Baca Juga :  Insentif Nakes Tetap Dianggarkan

“Covid-19 masih membahayakan. Para guru dan staf madrasah saja masih kami berlakukan 25 persen boleh masuk,” jelasnya. Dia menyampaikan para guru madrasah memiliki strategi agar sistem pembelajaran daring bisa dimaksimalkan.

Meski tidak memungkiri pemaksimalannya seperti tatap muka. Yakni dua hari penugasan dan empat hari pemantapan. “Jadi pemantapan wawasan pelajaran melalui Zoom agar tidak hanya memberi tugas dan memberatkan anak,” tutur dia. Wahid berharap para guru dan siswa tidak surut semangat belajar di tengah kondisi saat ini. Tetap menjalani rutinitas pembelajaran sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Radar Bojonegoro – Siswa-siswi madrasah masih belum diinstruksikan menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas (TMT). Meski masa berakhir penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berakhir hari ini (8/2). Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, masih menunggu instruksi dari Pemkab Bojonegoro. Penerapan TMT akan mengacu pada instruksi tersebut.

“Tetap memaksimalkan daring. Karena masih belum ada petunjuk dari pemkab (mengizinkan TMT),” katanya. Menurut dia, secara sarana prasarana lembaga madrasah sudah siap menerapkan TMT. Bahkan telah menanti bisa memasukkan lagi siswa ke madrasah. Mengingat sebelumnya ada sejumlah madrasah aliyah (MA) telah menerapkan uji coba TMT.

“Secara teknis dan sistem tatap muka sudah ada. Tapi, bagaimanapun kami menunggu izin dan anjuran dari pemkab,” ujar pria tinggal di Kecamatan Kapas itu. Menurut Wahid, jika nantinya pemkab mengizinkan TMT, tentu pihaknya akan menyesuaikan diri. Tapi, ia juga memaklumi jika sistem pembelajaran harus dilakukan secara daring. Sesuai kondisi pandemi di Kota Ledre.

Baca Juga :  Sempat Diobrak Warga, Geng Motor Knalpot Brong Teror Malam Minggu

“Covid-19 masih membahayakan. Para guru dan staf madrasah saja masih kami berlakukan 25 persen boleh masuk,” jelasnya. Dia menyampaikan para guru madrasah memiliki strategi agar sistem pembelajaran daring bisa dimaksimalkan.

Meski tidak memungkiri pemaksimalannya seperti tatap muka. Yakni dua hari penugasan dan empat hari pemantapan. “Jadi pemantapan wawasan pelajaran melalui Zoom agar tidak hanya memberi tugas dan memberatkan anak,” tutur dia. Wahid berharap para guru dan siswa tidak surut semangat belajar di tengah kondisi saat ini. Tetap menjalani rutinitas pembelajaran sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Artikel Terkait

Most Read

Terjunkan Tim Urai Macet Babat

Kantongi Dua Nama Kades

Artikel Terbaru


/