alexametrics
23.2 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Miliki Penyakit Penyerta, 1.554 Nakes Tak Divaksin

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Tidak semua tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang kesehatan menerima suntik vaksin tahap pertama. Jumlahnya ternyata cukup banyak, mencapai 1.554 orang. Mereka tak divaksin karena memiliki penyakit penyerta atau komordbid.

Selain itu, mereka pernah terinfeksi Covid-19. Data di dinas kesehatan (dinkes) menyebutkan, ada 5.234 orang nakes dan tenaga penunjang nakes. Namun, dosis vaksin diterima adalah 3.680. Sehingga, ada 1.554 nakes dan tenaga penunjang tidak menerima vaksin.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Imam Wahyudi mengatakan, mereka tidak masuk sebagai penerima vaksin, meskipun nakes. Mereka memiliki penyakit penyerta atau komordbid. ‘’Jika dipaksa diberikan vaksin bisa berisiko,’’ jelasnya kemarin. Sehingga, naker yang divaksin dalam kondisi sehat.

Baca Juga :  BPJamsostek Bojonegoro Salurkan Santunan dan BSU

Sebaliknya, nakes memiliki penyakit penyerta bisa berisiko sakitnya bisa lebih parah. Sehingga tidak direkomendasikan. ‘’Jadi, dosis vaksin turun itu sudah sesuai dengan nakes siap menerima suntikan vaksin,’’ jelasnya. Para penyintas Covid-19 juga tidak akan menerima suntik vaksin.

Mereka sudah memiliki kekebalan tubuh. Sehingga, tidak diperlukan lagi imunitas dari vaksin. Selama ini banyak nakes di Bojonegoro terifeksi Covid-19. Bahkan, tidak sedikit yang meninggal dunia. ‘’Nakes malah sangat rentan terinfeksi,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Rencananya, pemberian vaksin dosis kedua dilaksanakan Kamis (11/2) mendatang. Itu sesuai jadwal penyuntikan vaksin setelah 14 hari. Selain nakes, penerima suntik vaksin tahap pertama adalah sejumlah pejabat. Mulai bupati, Kapolres, ketua DPRD, dan sejumlah tokoh masyarakat. Mereka semua akan disuntik vaksin untuk tahap kedua.

Baca Juga :  Harga Bahan Baku Naik, Penjualan Turun

Radar Bojonegoro – Tidak semua tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang kesehatan menerima suntik vaksin tahap pertama. Jumlahnya ternyata cukup banyak, mencapai 1.554 orang. Mereka tak divaksin karena memiliki penyakit penyerta atau komordbid.

Selain itu, mereka pernah terinfeksi Covid-19. Data di dinas kesehatan (dinkes) menyebutkan, ada 5.234 orang nakes dan tenaga penunjang nakes. Namun, dosis vaksin diterima adalah 3.680. Sehingga, ada 1.554 nakes dan tenaga penunjang tidak menerima vaksin.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Imam Wahyudi mengatakan, mereka tidak masuk sebagai penerima vaksin, meskipun nakes. Mereka memiliki penyakit penyerta atau komordbid. ‘’Jika dipaksa diberikan vaksin bisa berisiko,’’ jelasnya kemarin. Sehingga, naker yang divaksin dalam kondisi sehat.

Baca Juga :  Harga Bahan Baku Naik, Penjualan Turun

Sebaliknya, nakes memiliki penyakit penyerta bisa berisiko sakitnya bisa lebih parah. Sehingga tidak direkomendasikan. ‘’Jadi, dosis vaksin turun itu sudah sesuai dengan nakes siap menerima suntikan vaksin,’’ jelasnya. Para penyintas Covid-19 juga tidak akan menerima suntik vaksin.

Mereka sudah memiliki kekebalan tubuh. Sehingga, tidak diperlukan lagi imunitas dari vaksin. Selama ini banyak nakes di Bojonegoro terifeksi Covid-19. Bahkan, tidak sedikit yang meninggal dunia. ‘’Nakes malah sangat rentan terinfeksi,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Rencananya, pemberian vaksin dosis kedua dilaksanakan Kamis (11/2) mendatang. Itu sesuai jadwal penyuntikan vaksin setelah 14 hari. Selain nakes, penerima suntik vaksin tahap pertama adalah sejumlah pejabat. Mulai bupati, Kapolres, ketua DPRD, dan sejumlah tokoh masyarakat. Mereka semua akan disuntik vaksin untuk tahap kedua.

Baca Juga :  Formula 3T dan 3M, Strategi Kunci Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/