alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Smartphone High End Masih Memiliki Banyak Peminat di Bojonegoro

- Advertisement -

Sejumlah toko dan konter masih mengandalkan penjualan smartphone jenis high-end. Tentu, konter menyasar konsumen pecinta teknologi menengah ke atas. Meski harga ditawarkan cukup tinggi, ternyata permintaan smartphone cukup membaik.Lia Rizqi salah satu karyawan toko mengatakan, masyarakat Bojonegoro memiliki daya beli cukup bagus. Gawai keluaran terbaru dengan harga Rp 9 juta dan Rp 13 juta mampu terjual lima unit dalam dua bulan.

“Barang terbarunya, Samsung Note8 dan A8+, cukup bagus bisa menjual sejumlah itu. Sebab, Bojonegoro tentu tidak bisa dibanding dengan kota-kota besar,” katanya kemarin (8/2).

Gawai bersistem operasi iOS yakni iPhone dengan harga Rp 4 jutaan pun memiliki pangsa pasar tersendiri. Sehingga, tak menutup kemungkinan smartphone high-end di Bojonegoro tetap memiliki peminat yang cukup bagus.

Baca Juga :  Website KPU Aman dari Serangan Hacker

“Tetapi penjualannya tidak sebagus smartphone Android. Paling hanya terjual 3-5 unit iPhone saja dalam sebulan. Karena peminat iPhone biasanya lebih tertarik beli via daring,” ucapnya.

Terpisah, salah satu pengusaha jual beli smartphone Ario Utomo mengatakan, penjualan smartphone keluaran Tiongkok seperti Oppo, Vivo, dan Huawei masih mendominasi. Khususnya, high-end mulai dari harga Rp 4 juta hingga Rp 6 juta pun laris di kalangan kelas menengah.

- Advertisement -

Dalam sebulan, penjualan smartphone high-end  sekitar 5-10 unit. “Memang kebutuhan konsumen Bojonegoro terhadap smartphone sudah seperti kebutuhan primer. Jadi kalau ada smartphone baru pasti pengin beli yang baru,” ucapnya. 

Sejumlah toko dan konter masih mengandalkan penjualan smartphone jenis high-end. Tentu, konter menyasar konsumen pecinta teknologi menengah ke atas. Meski harga ditawarkan cukup tinggi, ternyata permintaan smartphone cukup membaik.Lia Rizqi salah satu karyawan toko mengatakan, masyarakat Bojonegoro memiliki daya beli cukup bagus. Gawai keluaran terbaru dengan harga Rp 9 juta dan Rp 13 juta mampu terjual lima unit dalam dua bulan.

“Barang terbarunya, Samsung Note8 dan A8+, cukup bagus bisa menjual sejumlah itu. Sebab, Bojonegoro tentu tidak bisa dibanding dengan kota-kota besar,” katanya kemarin (8/2).

Gawai bersistem operasi iOS yakni iPhone dengan harga Rp 4 jutaan pun memiliki pangsa pasar tersendiri. Sehingga, tak menutup kemungkinan smartphone high-end di Bojonegoro tetap memiliki peminat yang cukup bagus.

Baca Juga :  Cairan Kimia Tercecer, Jalan Licin, Satu Tewas

“Tetapi penjualannya tidak sebagus smartphone Android. Paling hanya terjual 3-5 unit iPhone saja dalam sebulan. Karena peminat iPhone biasanya lebih tertarik beli via daring,” ucapnya.

Terpisah, salah satu pengusaha jual beli smartphone Ario Utomo mengatakan, penjualan smartphone keluaran Tiongkok seperti Oppo, Vivo, dan Huawei masih mendominasi. Khususnya, high-end mulai dari harga Rp 4 juta hingga Rp 6 juta pun laris di kalangan kelas menengah.

- Advertisement -

Dalam sebulan, penjualan smartphone high-end  sekitar 5-10 unit. “Memang kebutuhan konsumen Bojonegoro terhadap smartphone sudah seperti kebutuhan primer. Jadi kalau ada smartphone baru pasti pengin beli yang baru,” ucapnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/