alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Rencana Pendirian Bandara Tak Ada Kejelasan 

BOJONEGORO – Rencana Pemkab Bojonegoro untuk membangun bandara tak kunjung ada kabar tindak lanjutnya. Hingga kemarin (8/2) belum ada kabar terbaru terkait rencana pembangunan bandara di Desa Kunci, Kecamatan Dander itu. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Iskandar mengaku, belum mendapat kabar terbaru lagi tentang rencana pembangun bandara. “Awal tahun lalu. Kita sudah ada rapat dan pertemuan. Namun, saat ini masih menunggu kelanjutannya,” katanya kamis (8/2). 

Secara umum, kata Iskandar, masyarakat di Desa Kunci yang menjadi lokasi berdirinya bandara itu, tidak ada penolakan. Sehingga, proses pembabasan lahan setidaknya bisa berjalan. Selain itu, rencana penghitungan harga tanah juga mulai dihitung. Namun, nominalnya memang belum keluar. 

Baca Juga :  Kokohkan Sinergi Trilogi Pendidikan

Iskandar melanjutkan, lahan yang dibutuhkan membangun bandara sekitar 195 hektare. Rinciannya 175 hektare merupakan lahan milik Perhutani, dan 21 hektare sisanya lahan milik warga. Terkait lahan milik Perhutani, lanjut dia, pemkab sudah berupaya membangun komunikasi dengan kementerian. 

Bahkan, kata dia, rekomendasi dari TNI Angkatan Udara tentang adanya jalur udara itu pun sudah ada. Menurut Iskandar, dokumen perencanaan pembangunan, feasibility study (FS), analisis dampak lingkungan (amdal) pun sudah ada. “Kalau untuk sekarang masih belum tahu kelanjutannya,” kata dia. 

Disinggung berhentinya rencana pembangunan bandara ini dipengaruhi, Blora sudah lebih dulu ada progresnya? Iskandar mengakui, jika di Blora secara infrastruktur sudah ada lebih dahulu. “Di Blora kan lintasannya sudah ada,” katanya. 

Baca Juga :  Waspada Daging Gelonggongan

Namun, bagi dia, dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bojonegoro bandara pun telah masuk. Namun, bisa jadi bandara akan masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD).

BOJONEGORO – Rencana Pemkab Bojonegoro untuk membangun bandara tak kunjung ada kabar tindak lanjutnya. Hingga kemarin (8/2) belum ada kabar terbaru terkait rencana pembangunan bandara di Desa Kunci, Kecamatan Dander itu. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Iskandar mengaku, belum mendapat kabar terbaru lagi tentang rencana pembangun bandara. “Awal tahun lalu. Kita sudah ada rapat dan pertemuan. Namun, saat ini masih menunggu kelanjutannya,” katanya kamis (8/2). 

Secara umum, kata Iskandar, masyarakat di Desa Kunci yang menjadi lokasi berdirinya bandara itu, tidak ada penolakan. Sehingga, proses pembabasan lahan setidaknya bisa berjalan. Selain itu, rencana penghitungan harga tanah juga mulai dihitung. Namun, nominalnya memang belum keluar. 

Baca Juga :  Stasiun Cepu Dibangun Tahun Depan

Iskandar melanjutkan, lahan yang dibutuhkan membangun bandara sekitar 195 hektare. Rinciannya 175 hektare merupakan lahan milik Perhutani, dan 21 hektare sisanya lahan milik warga. Terkait lahan milik Perhutani, lanjut dia, pemkab sudah berupaya membangun komunikasi dengan kementerian. 

Bahkan, kata dia, rekomendasi dari TNI Angkatan Udara tentang adanya jalur udara itu pun sudah ada. Menurut Iskandar, dokumen perencanaan pembangunan, feasibility study (FS), analisis dampak lingkungan (amdal) pun sudah ada. “Kalau untuk sekarang masih belum tahu kelanjutannya,” kata dia. 

Disinggung berhentinya rencana pembangunan bandara ini dipengaruhi, Blora sudah lebih dulu ada progresnya? Iskandar mengakui, jika di Blora secara infrastruktur sudah ada lebih dahulu. “Di Blora kan lintasannya sudah ada,” katanya. 

Baca Juga :  SMAN 1 Tuban Kuasai Nilai Tertinggi UNBK

Namun, bagi dia, dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bojonegoro bandara pun telah masuk. Namun, bisa jadi bandara akan masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/