alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Penembak – Penghadang Bus Tidak Lagi Anggota TNI

Polres Lamongan menunggu pelimpahan kasus penghadangan bus yang berujung penembakan ke udara di dekat BNI Babat, Rabu (7/2) siang. Sebab, Serma MA, insial dari Moch Ali Ismail, asal Perumahan Puncakwangi Kecamatan Babat, yang menjadi pelaku penembakan itu tidak lagi tercatat sebagai anggota TNI.Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantason, mengatakan, insiden penembakan ke udara itu hingga kemarin (8/2) masih ditangani Sub Denpom Lamongan.

‘’Polres Lamongan siap melakukan pemeriksaan kalaupun mendapat pelimpahan dari Sub Denpom Lamongan,’’ ujarnya. Seperti diberitakan, kompleks Pasar Babat Rabu siang (7/2) dikejutkan suara tembakan ke udara dua kali di sekitar depan BNI.

Tembakan itu berasal dari senjata laras panjang rakitan milik Serma Moch Ali Ismail. Pria 38 tahun itu diduga tidak terima setelah Honda City B 8413 ON yang dikemudikannya disalip bus Margo Djojo S 7046 US di perlintasan kereta api Dusun Bayeman, Desa Gajah, Kecamatan Baureno.

Baca Juga :  Festival Kuliner, Berwisata di Waduk, Santai di Alun-Alun Desa German

Ali mengejar bus yang disopiri Moh Husain, asal Desa/Kecamatan Babat tersebut. Hingga akhirnya, Honda City itu berhasil memotong jalan. Selanjutnya, Ali mengeluarkan pistol rakitan dan dipukulkan ke pintu sebelah kanan hingga kacanya pecah.

Diduga masih emosi, Ali lalu memecahkan lampu depan sebelah kanan. Karena jalur padat, bus berusaha ditepikan. Husain melihat pengemudi mobil mengambil senjata laras panjang. Setelah itu, senjata laras panjang tersebut ditembakkan ke udara sebanyak dua kali. Selanjutnya, Ali pulang.

Dansub Denpom Lamongan, Lettu Dwi Indera Artim, mengatakan, hingga kemarin anggotanya tetap melakukan pemeriksaan terkait insiden penembakan ke udara di depan Pasar Babat. Dari pemeriksaan awal, diketahui Ali sudah melakukan pengunduran diri menjadi anggota TNI.

‘’Ternyata sudah mengajukan pensiun dini sebelum mendaftarkan ke pegawai kereta api hingga menjadi anggota  Polsuska PJKA sekitar 2, 5 bulan ini,’’ katanya saat dikonfirmasi melaui ponsel.

Karena tidak lagi menjadi anggota TNI, maka kasus Ali bakal dilimpahkan ke Polres Lamongan untuk penanganan lebih lanjut.  Meski demikian, pemeriksaan di markasnya tetap dilakukan. Termasuk, memeriksa saksi – saksi dan korban.

Baca Juga :  Gedung DPRD Ditawarkan di Jalan Veteran

‘’Selesai pemeriksaan tetap akan saya limpahkan ke Polres Lamongan. Namun, menunggu pemeriksaan lebih lanjut,’’ pintanya.Terkait senjata yang dibawa Ali, Dwi Indera menyatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan.

Alasannya, pelaku sudah keluar dari anggota TNI dan menjadi warga sipil. Sehingga, kewenangan polisi untuk melakukan penyelidikan nanti. ‘’Dua senpi tetap akan diserahkan ke Polres Lamongan beserta 6 peluru belum digunakan,’’ katanya.

Dia kembali menegaskan bahwa Ali dulunya menjadi anggota TNI. Sejak mendaftarkan ke  polsus KA, maka prosedurnya yang bersangkutan harus mengundurkan diri lebih dulu. Dwi Indera menyebut surat pengangkatan menjadi petugas KA dan surat pengunduran diri menjadi TNI sudah ada.

‘’Saya masih melengkapi berkas pemeriksaan. Setelah itu dilakukan pelimpahan ke Polres Lamongan,’’ ujarnya. 

Polres Lamongan menunggu pelimpahan kasus penghadangan bus yang berujung penembakan ke udara di dekat BNI Babat, Rabu (7/2) siang. Sebab, Serma MA, insial dari Moch Ali Ismail, asal Perumahan Puncakwangi Kecamatan Babat, yang menjadi pelaku penembakan itu tidak lagi tercatat sebagai anggota TNI.Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantason, mengatakan, insiden penembakan ke udara itu hingga kemarin (8/2) masih ditangani Sub Denpom Lamongan.

‘’Polres Lamongan siap melakukan pemeriksaan kalaupun mendapat pelimpahan dari Sub Denpom Lamongan,’’ ujarnya. Seperti diberitakan, kompleks Pasar Babat Rabu siang (7/2) dikejutkan suara tembakan ke udara dua kali di sekitar depan BNI.

Tembakan itu berasal dari senjata laras panjang rakitan milik Serma Moch Ali Ismail. Pria 38 tahun itu diduga tidak terima setelah Honda City B 8413 ON yang dikemudikannya disalip bus Margo Djojo S 7046 US di perlintasan kereta api Dusun Bayeman, Desa Gajah, Kecamatan Baureno.

Baca Juga :  Protes Hasil Pilkades, Datangi Pemkab

Ali mengejar bus yang disopiri Moh Husain, asal Desa/Kecamatan Babat tersebut. Hingga akhirnya, Honda City itu berhasil memotong jalan. Selanjutnya, Ali mengeluarkan pistol rakitan dan dipukulkan ke pintu sebelah kanan hingga kacanya pecah.

Diduga masih emosi, Ali lalu memecahkan lampu depan sebelah kanan. Karena jalur padat, bus berusaha ditepikan. Husain melihat pengemudi mobil mengambil senjata laras panjang. Setelah itu, senjata laras panjang tersebut ditembakkan ke udara sebanyak dua kali. Selanjutnya, Ali pulang.

Dansub Denpom Lamongan, Lettu Dwi Indera Artim, mengatakan, hingga kemarin anggotanya tetap melakukan pemeriksaan terkait insiden penembakan ke udara di depan Pasar Babat. Dari pemeriksaan awal, diketahui Ali sudah melakukan pengunduran diri menjadi anggota TNI.

‘’Ternyata sudah mengajukan pensiun dini sebelum mendaftarkan ke pegawai kereta api hingga menjadi anggota  Polsuska PJKA sekitar 2, 5 bulan ini,’’ katanya saat dikonfirmasi melaui ponsel.

Karena tidak lagi menjadi anggota TNI, maka kasus Ali bakal dilimpahkan ke Polres Lamongan untuk penanganan lebih lanjut.  Meski demikian, pemeriksaan di markasnya tetap dilakukan. Termasuk, memeriksa saksi – saksi dan korban.

Baca Juga :  Lamongan Bentuk STP COVID-19 Jelang New Normal

‘’Selesai pemeriksaan tetap akan saya limpahkan ke Polres Lamongan. Namun, menunggu pemeriksaan lebih lanjut,’’ pintanya.Terkait senjata yang dibawa Ali, Dwi Indera menyatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan.

Alasannya, pelaku sudah keluar dari anggota TNI dan menjadi warga sipil. Sehingga, kewenangan polisi untuk melakukan penyelidikan nanti. ‘’Dua senpi tetap akan diserahkan ke Polres Lamongan beserta 6 peluru belum digunakan,’’ katanya.

Dia kembali menegaskan bahwa Ali dulunya menjadi anggota TNI. Sejak mendaftarkan ke  polsus KA, maka prosedurnya yang bersangkutan harus mengundurkan diri lebih dulu. Dwi Indera menyebut surat pengangkatan menjadi petugas KA dan surat pengunduran diri menjadi TNI sudah ada.

‘’Saya masih melengkapi berkas pemeriksaan. Setelah itu dilakukan pelimpahan ke Polres Lamongan,’’ ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Perubahan di Zona Kota

Batas Kota Lamongan Diperluas

Musim Tanam, Obat Pertanian Diburu

Artikel Terbaru


/