alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Kena Razia, Mucikari dan PSK ini Disidang Tindak Pidana Ringan

BOJONEGORO – Satu mucikari dan empat pekerja seks komersial (PSK) disidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro kemarin (8/2). Empat PSK  dihukum penjara 14 hari subsider Rp 500. Sedangkan mucikari subsider Rp 1 juta.  

Keempat PSK dan satu mucikari tersebut dari  eks lokalisasi Kalisari di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk. Kelima terdakwa tersebut diamankan saat Ops Pekat Semeru 2018 sekitar pukul 21.30 pada Rabu (7/2) lalu yang dipimpin Kapolsek Trucuk, AKP Singgih Sujianto bersama empat anggotanya.

Adapun identitias empat PSK tersebut diantaranya PA, 23, warga Dusun Joho RT 10 RW 04 Kecamatan Pace (Nganjuk), PS, 20, warga Kelurahan Bandung Kecamatan Prambon (Nganjuk), KS, 41, warga Desa Bamban Kecamatan Pamotan (Rembang), MF, 20, warga Desa Kandangan Kecamatan Trucuk (Bojonegoro).

Sedangkan, identitas mucikari bernama Ys, 50, warga Jalan Utarium Air Merah Desa Kroy Kabupaten Kaimana, Papua.

Baca Juga :  Rumuskan Kenaikan Tarif PDAM¬†

Sidang dipimpin langsung oleh Hakim Agung Nugroho Suryo dengan mendatangkan dua saksi dari anggota Polsek Trucuk, Aiptu Wakhid dan Aipda Lugianto.

Agendanya  pembacaan surat putusan atas perbuatan mereka. Dalam surat putusan tersebut masing-masing PSK dikenakan denda sebesar Rp 500 ribu subsider kurungan penjara 14 hari.

Sedangkan mucikari dikenakan denda sebesar Rp 1 juta subsider kurungan penjara satu bulan. 

“Masing-masing melanggar Pasal 30 Ayat (2a) jo Pasal 38 Ayat (1) Perda Kabupaten Bojonegoro Nomor 15 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum dan Pasal 30 Ayat (2b) jo Pasal 38 Ayat (1) Perda Kabupaten Bojonegoro Nomor 15 Tahun 2015,” tutur Hakim Agung Nugroho Suryo.

Saat sidang, hakim berulang-ulang menegaskan kepada seluruh terdakwa agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang sangat meresahkan masyarakat tersebut.

Sebab, tiga dari empat PSK tersebut masih berusia muda, seharusnya memikirkan masa depan dengan bekerja yang tidak melanggar hukum.

Baca Juga :  Bulan Ini Lelang Proyek Enam Trotoar Baru

“Pekerjaan seperti ini selain melanggar hukum, juga bisa membahayakan nyawa kalian kalau sudah terserang virus HIV AIDS, jadi jangan sampai kembali lagi menjadi PSK,” ujarnya di depan para terdakwa.

Empat PSK tersebut mengaku setiap harinya melayani dua sampai tiga pria hidung belang. Setidaknya, tiap hari memeroleh uang sekitar Rp 100 ribu.

Sedangkan, si mucikari mengaku bahwa memberikan fasilitas bagi empat PSK tersebut dan mengatakan tidak ada paksaan menjadi PSK. 

Sementara itu, Kapolsek Trucuk, AKP Singgih Sujianto menerangkan bahwa kelima terdakwa diamankan berdasarkan laporan masyarakat yang resah atas keberadaan warung makan milik Yuswati.

Sehingga, warung makan tersebut dirazia, ternyata memang benar ada empat PSK. “Setelah kami razia dan interogasi, mereka mengaku sebagai PSK dan mucikari, sehingga langsung kami amankan,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Satu mucikari dan empat pekerja seks komersial (PSK) disidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro kemarin (8/2). Empat PSK  dihukum penjara 14 hari subsider Rp 500. Sedangkan mucikari subsider Rp 1 juta.  

Keempat PSK dan satu mucikari tersebut dari  eks lokalisasi Kalisari di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk. Kelima terdakwa tersebut diamankan saat Ops Pekat Semeru 2018 sekitar pukul 21.30 pada Rabu (7/2) lalu yang dipimpin Kapolsek Trucuk, AKP Singgih Sujianto bersama empat anggotanya.

Adapun identitias empat PSK tersebut diantaranya PA, 23, warga Dusun Joho RT 10 RW 04 Kecamatan Pace (Nganjuk), PS, 20, warga Kelurahan Bandung Kecamatan Prambon (Nganjuk), KS, 41, warga Desa Bamban Kecamatan Pamotan (Rembang), MF, 20, warga Desa Kandangan Kecamatan Trucuk (Bojonegoro).

Sedangkan, identitas mucikari bernama Ys, 50, warga Jalan Utarium Air Merah Desa Kroy Kabupaten Kaimana, Papua.

Baca Juga :  Belum Ada Penangan, Dua Tahun Jalan Desa Tergerus Air Sungai Bengawan

Sidang dipimpin langsung oleh Hakim Agung Nugroho Suryo dengan mendatangkan dua saksi dari anggota Polsek Trucuk, Aiptu Wakhid dan Aipda Lugianto.

Agendanya  pembacaan surat putusan atas perbuatan mereka. Dalam surat putusan tersebut masing-masing PSK dikenakan denda sebesar Rp 500 ribu subsider kurungan penjara 14 hari.

Sedangkan mucikari dikenakan denda sebesar Rp 1 juta subsider kurungan penjara satu bulan. 

“Masing-masing melanggar Pasal 30 Ayat (2a) jo Pasal 38 Ayat (1) Perda Kabupaten Bojonegoro Nomor 15 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum dan Pasal 30 Ayat (2b) jo Pasal 38 Ayat (1) Perda Kabupaten Bojonegoro Nomor 15 Tahun 2015,” tutur Hakim Agung Nugroho Suryo.

Saat sidang, hakim berulang-ulang menegaskan kepada seluruh terdakwa agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang sangat meresahkan masyarakat tersebut.

Sebab, tiga dari empat PSK tersebut masih berusia muda, seharusnya memikirkan masa depan dengan bekerja yang tidak melanggar hukum.

Baca Juga :  Manakib Tradisi Keilmuan Santri untuk Indonesia Emas

“Pekerjaan seperti ini selain melanggar hukum, juga bisa membahayakan nyawa kalian kalau sudah terserang virus HIV AIDS, jadi jangan sampai kembali lagi menjadi PSK,” ujarnya di depan para terdakwa.

Empat PSK tersebut mengaku setiap harinya melayani dua sampai tiga pria hidung belang. Setidaknya, tiap hari memeroleh uang sekitar Rp 100 ribu.

Sedangkan, si mucikari mengaku bahwa memberikan fasilitas bagi empat PSK tersebut dan mengatakan tidak ada paksaan menjadi PSK. 

Sementara itu, Kapolsek Trucuk, AKP Singgih Sujianto menerangkan bahwa kelima terdakwa diamankan berdasarkan laporan masyarakat yang resah atas keberadaan warung makan milik Yuswati.

Sehingga, warung makan tersebut dirazia, ternyata memang benar ada empat PSK. “Setelah kami razia dan interogasi, mereka mengaku sebagai PSK dan mucikari, sehingga langsung kami amankan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Objek Wisata Belum Sadar Pajak

Hanya 10 ASN Pemkab Bisa Daftar

Puasa, Empat Pejudi Ditangkap

Jadi Favorit Latar Selfie

Artikel Terbaru


/