alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Kejari Menunggu Berkas Suap Marfuah

BOJONEGORO – Masa penahanan Supi Haryono, eks kabag pemerintahan Pemkab Bojonegoro diperpanjang selama 30 hari. Sejak ditahan 11 Januari lalu, hingga rabu (7/2) tersangka dugaan suap proyek kantor Kecamatan Sukosewu 2016 itu belum disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. 

Kejaksaan negeri (kejari) setempat justru menunggu berkas dengan tersangka lainnya, yakni Marfuah, salah satu kontraktor. Berkas dengan tersangka Marfuah, sebagai penyuap masih ditangan penyidik satreskrim polres. Kejari berencana akan melimpahkan secara bersamaan atau dua berkas tersebut ke pengadilan tipikor. Hal ini untuk efisiensi anggaran saat persidangan nanti.

“Kita rencananya menunggu berkas tersangka satu lagi untuk dilimpahkan ke pengadilan,” kata Kepala Kejari Muhaji, rabu (7/2). Menunggu berkas tersangka Marfuah, kata Muhaji, ini bukan tanpa alasan. Sebab, kejaksaan harus berhemat anggaran tahap penuntutan perkara korupsi. Apalagi, saat ini sudah ada empat perkara korupsi yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. “Jadi kami harus tetap mengatur itu,” ujar Kajari.

Baca Juga :  Dua Jamaah Ajukan Tanazul Awal

Dia menjelaskan, berkas perkara Marfuah sebenarnya sudah pernah dilimpahkan ke kejari. Namun, tim jaksa peneliti mengembalikan berkas tersebut karena dinilai belum lengkap (P-18). Jaksa memberi petunjuk untuk menyempurnakan berkas tersebut.“Sudah kita kembalikan. Nanti kalau sudah dinyatakan lengkap (P-21), ya pasti akan dilakukan tahap dua,’’ ujar dia. 

Muhaji melanjutkan, karena masih menunggu berkas perkara Marfuah, pihaknya melakukan perpajangan penahanan terhadap Supi. Namun, bukan berarti nantinya akan menunggu 30 hari masa perpanjangan penahanan, baru akan dilimpahkan berkasnya. 

Bahkan, bila berkas Marfuah tak kunjung dilimpahkan ke kejari, kata Kajari, bisa jadi berkas Supi akan dilimpahkan terlebih dahulu dalam waktu dekat. “Kalau memang tidak segera dilimpahkan ke kejaksaan. Ya berkas yang ini (Supi) akan kami limpahkan ke pengadilan dulu,” tegasnya. 

Baca Juga :  Jalan Jalan ke Turki (9)

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro mengaku masih melengkapi berkas tersangka Marfuah. Dia berjanji akan segera melimpahkan berkas tersebut. “Ya nanti akan saya cek lagi,” tegasnya. Dugaan suap proyek gedung Kecamatan Sukosewu 2016 ini nilai proyeknya Rp 1,9 miliar. Dalam dokumen LPSE, ada 17 rekanan ikut lelang proyek. Namun, Marfuah dinyatakan menang lelang. 

Nah, rekanan tersebut memberikan suap kepada Supi selaku PPK dalam proyek tersebut. Suap diberikan senilai Rp 125 juta. Uang ini digunakan untuk uang muka pembelian mobil Innova di sebuah diler.

BOJONEGORO – Masa penahanan Supi Haryono, eks kabag pemerintahan Pemkab Bojonegoro diperpanjang selama 30 hari. Sejak ditahan 11 Januari lalu, hingga rabu (7/2) tersangka dugaan suap proyek kantor Kecamatan Sukosewu 2016 itu belum disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. 

Kejaksaan negeri (kejari) setempat justru menunggu berkas dengan tersangka lainnya, yakni Marfuah, salah satu kontraktor. Berkas dengan tersangka Marfuah, sebagai penyuap masih ditangan penyidik satreskrim polres. Kejari berencana akan melimpahkan secara bersamaan atau dua berkas tersebut ke pengadilan tipikor. Hal ini untuk efisiensi anggaran saat persidangan nanti.

“Kita rencananya menunggu berkas tersangka satu lagi untuk dilimpahkan ke pengadilan,” kata Kepala Kejari Muhaji, rabu (7/2). Menunggu berkas tersangka Marfuah, kata Muhaji, ini bukan tanpa alasan. Sebab, kejaksaan harus berhemat anggaran tahap penuntutan perkara korupsi. Apalagi, saat ini sudah ada empat perkara korupsi yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. “Jadi kami harus tetap mengatur itu,” ujar Kajari.

Baca Juga :  Jasad Pemuda Tuban Ditemukan 150 Meter dari TKP

Dia menjelaskan, berkas perkara Marfuah sebenarnya sudah pernah dilimpahkan ke kejari. Namun, tim jaksa peneliti mengembalikan berkas tersebut karena dinilai belum lengkap (P-18). Jaksa memberi petunjuk untuk menyempurnakan berkas tersebut.“Sudah kita kembalikan. Nanti kalau sudah dinyatakan lengkap (P-21), ya pasti akan dilakukan tahap dua,’’ ujar dia. 

Muhaji melanjutkan, karena masih menunggu berkas perkara Marfuah, pihaknya melakukan perpajangan penahanan terhadap Supi. Namun, bukan berarti nantinya akan menunggu 30 hari masa perpanjangan penahanan, baru akan dilimpahkan berkasnya. 

Bahkan, bila berkas Marfuah tak kunjung dilimpahkan ke kejari, kata Kajari, bisa jadi berkas Supi akan dilimpahkan terlebih dahulu dalam waktu dekat. “Kalau memang tidak segera dilimpahkan ke kejaksaan. Ya berkas yang ini (Supi) akan kami limpahkan ke pengadilan dulu,” tegasnya. 

Baca Juga :  Peserta UNBK Masih Terus Berubah

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro mengaku masih melengkapi berkas tersangka Marfuah. Dia berjanji akan segera melimpahkan berkas tersebut. “Ya nanti akan saya cek lagi,” tegasnya. Dugaan suap proyek gedung Kecamatan Sukosewu 2016 ini nilai proyeknya Rp 1,9 miliar. Dalam dokumen LPSE, ada 17 rekanan ikut lelang proyek. Namun, Marfuah dinyatakan menang lelang. 

Nah, rekanan tersebut memberikan suap kepada Supi selaku PPK dalam proyek tersebut. Suap diberikan senilai Rp 125 juta. Uang ini digunakan untuk uang muka pembelian mobil Innova di sebuah diler.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/