alexametrics
24 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Apes, Dijanjikan Jadi Polisi Eh Ditipu Puluhan Juta

Hati-hati jika ada rekrutmen pegawai, baik pegawai negeri sipil atau polisi dan tentara.  Jika mudah percaya, maka bisa terjadi seperti yang dialami JWR, 56, warga Dusun Brabo Desa Sukorejo Kecamatan Tambakrejo. JWR  bernasib nahas tertipu Rp 25 juta karena berambisi anaknya bisa menjadi anggota polisi. JWR ditipu oleh pria berinisial PRM, 52, wiraswasta, warga Dusun Johon Desa Brabowan Kecamatan Gayam yang mengaku bisa meloloskan anaknya tes Caba Polri 2017.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Daky Dzul Qornain menyampaikan, tersangka berinisial PRM diamankan karena kasus penipuan dengan modus menjanjikan bisa memasukkan anak korban menjadi anggota polisi. Penangkapan terhadap tersangka PRM dilakukan oleh anggota Sat Reskrim pada Selasa (6/2) lalu, setelah adanya laporan dari korban JWR.

“Berdasarkan keterangan para saksi dan adanya dua alat bukti yang cukup, tersangka saat ini kami amankan dan lakukan pemeriksaan karena melanggar Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP,” jelasnya.

Baca Juga :  Naas! Atur Lalin, Anggota Polantas Ditabrak Truk

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S. Bintoro juga membenarkan terkait kasus penipuan dengan modus bisa menjadikan anggota polisi. Adapun kejadian berawal pada (5/3/2017) silam di sebuah hotel di Jalan Veteran Bojonegoro.

Saat itu, korban mendapatkan telepon dari tersangka yang kemudian menjanjikan anak korban yang berinisial FY untuk melakukan tes Caba Polri tahun 2017. “Saat bertemu di sebuah hotel, tersangka bilang bahwa tinggi anaknya kurang memenuhi syarat, namun tersangka bilang bahwa anak korban akan masuk,” terangnya.

Kemudian pada 5 April 2017  silam, korban diminta menyerahkann uang sebesar Rp 50 juta kepada tersangka. Namun saat tes kesehatan pada 2 Mei 2017 silam ternyata anak korban tidak lulus.

Baca Juga :  Pemkab Hentikan Pemanfaatan Aset D’ Ahsana

“Karena anak korban tidak lolos, korban mendesak dana dikembalikan dan pada 28 Oktober tahun lalu, korban baru menerima pengembalian uang senilai Rp 25 juta via transfer,” ujarnya.

Sisanya, Rp 25 juta itu sampai dengan bulan Januari belum dikembalikan, akhirnya korban pun melaporkan penipuan tersebut ke Polres Bojonegoro,” katanya.Dengan adanya kejadian ini, kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan siapapun yang bisa menjanjikan lolos menjadi anggota Polri.

Karena Polri membuka penerimaan anggota dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. “Jangan sampai menjadi korban penipuan. Karena penerimaan Polri  tidak dipungut biaya sepeserpun. Jika ingin masuk Polri harus banyak DUIT (doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal),” pungkasnya. 

 

Hati-hati jika ada rekrutmen pegawai, baik pegawai negeri sipil atau polisi dan tentara.  Jika mudah percaya, maka bisa terjadi seperti yang dialami JWR, 56, warga Dusun Brabo Desa Sukorejo Kecamatan Tambakrejo. JWR  bernasib nahas tertipu Rp 25 juta karena berambisi anaknya bisa menjadi anggota polisi. JWR ditipu oleh pria berinisial PRM, 52, wiraswasta, warga Dusun Johon Desa Brabowan Kecamatan Gayam yang mengaku bisa meloloskan anaknya tes Caba Polri 2017.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Daky Dzul Qornain menyampaikan, tersangka berinisial PRM diamankan karena kasus penipuan dengan modus menjanjikan bisa memasukkan anak korban menjadi anggota polisi. Penangkapan terhadap tersangka PRM dilakukan oleh anggota Sat Reskrim pada Selasa (6/2) lalu, setelah adanya laporan dari korban JWR.

“Berdasarkan keterangan para saksi dan adanya dua alat bukti yang cukup, tersangka saat ini kami amankan dan lakukan pemeriksaan karena melanggar Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP,” jelasnya.

Baca Juga :  Tanda Tangan Tidak Sama Pemilik Rekening, Lolos, Raup Rp 57 Juta 

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S. Bintoro juga membenarkan terkait kasus penipuan dengan modus bisa menjadikan anggota polisi. Adapun kejadian berawal pada (5/3/2017) silam di sebuah hotel di Jalan Veteran Bojonegoro.

Saat itu, korban mendapatkan telepon dari tersangka yang kemudian menjanjikan anak korban yang berinisial FY untuk melakukan tes Caba Polri tahun 2017. “Saat bertemu di sebuah hotel, tersangka bilang bahwa tinggi anaknya kurang memenuhi syarat, namun tersangka bilang bahwa anak korban akan masuk,” terangnya.

Kemudian pada 5 April 2017  silam, korban diminta menyerahkann uang sebesar Rp 50 juta kepada tersangka. Namun saat tes kesehatan pada 2 Mei 2017 silam ternyata anak korban tidak lulus.

Baca Juga :  Pemkab Hentikan Pemanfaatan Aset D’ Ahsana

“Karena anak korban tidak lolos, korban mendesak dana dikembalikan dan pada 28 Oktober tahun lalu, korban baru menerima pengembalian uang senilai Rp 25 juta via transfer,” ujarnya.

Sisanya, Rp 25 juta itu sampai dengan bulan Januari belum dikembalikan, akhirnya korban pun melaporkan penipuan tersebut ke Polres Bojonegoro,” katanya.Dengan adanya kejadian ini, kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan siapapun yang bisa menjanjikan lolos menjadi anggota Polri.

Karena Polri membuka penerimaan anggota dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. “Jangan sampai menjadi korban penipuan. Karena penerimaan Polri  tidak dipungut biaya sepeserpun. Jika ingin masuk Polri harus banyak DUIT (doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal),” pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/