alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Tiga Tanggul Jebol

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tanggul pembuangan air di Desa Sambungrejo perbatasan Kedungrejo, Kecamatan Modo tahun lalu jebol dan diperbaiki. Kemarin (8/1) tanggul tersebut jebol kembali. Penyebabnya, intensitas hujan tinggi. Kiriman air dari hulu yang sangat deras tak mampu ditahan tanggul tersebut.

Camat Modo Sigit mengatakan, intensitas hujan tinggi itu terjadi selama dua hari. Debit air di kali Sambungrejo meningkat. Tanggul yang tidak mampu menahan debit  akhirnya jebol. Dampaknya, 184 hektare lahan pertanian terendam air. Rinciannya, 72 hektare di Desa Kedungrejo, 59 hektare di Desa Sambungrejo, 40 hektare di Desa Nguwok, dan 13 hektare di Desa Kacangan.

“Karena lokasinya perbatasan sehingga dampaknya merata. Tapi sudah diantisipasi dengan pemasangan gedhek dan sak berisi tanah,” ujarnya.

Baca Juga :  APK Diserahkan, Titik Pemasangan Belum Rampung

Menurut dia, padi yang terendam  itu berusia satu minggu. Petani belum melaporkan kerugiannya.

Sekretaris Dinas PU SDA Lamongan M Jufri menjelaskan, selama dua hari ada dua kejadian tanggul jebol. Pertama terjadi di kali pembuangan Desa Sambungrejo sepanjang 3 meter. Kali pembuangan dari waduk bowo tersebut jebol dan mengakibatkan empat desa terdampak.

Kedua, Kali Prijetan di Desa Mojodadi, Kecamatan Kedungpring sepanjang 4 meter. Laporan yang ada, baru satu desa yang terdampak. “Kita terus melakukan pengecekan tanggul-tanggul untuk mengantisipasi terjadinya jebol lagi,” jelasnya. 

Menurut Jufri, lokasi jebolnya tanggul di Desa Sambungrejo tepat di tikungan. Karena debit tinggi, tanggul langsung retak. Perlu adanya perkuatan tebing supaya tanggul tidak mudah retak.

Baca Juga :  Sejumlah Nama Kembali Menghilang

Sedangkan wilayah Kali Prijetan disebabkan tanggul sempit. Tanggul tersebut berbatasan dengan tanah pribadi. Tidak bisa dilakukan peningkatan sesuai dengan kebutuhan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan Jananta mengtakan, seminggu terakhir terdata tiga tanggul jebol. Selain tanggul Kali Prijetan dan Desa Sambungrejo, juga tanggul di Desa Tambakploso Kecamatan Turi. Di Kecamatan Turi, tanggul jebol itu dibendung sementara menggunakan gedek dan terpal.

‘’Untuk di Kecamatan Kedungpring, tentunya akan dilakukan pembendungan menggunakan gedhek agar air tak meluap ke sawah,’’ jelasnya.

Jika dibiarkan, maka tanggul yang jebol semakin lebar. ‘’Semoga saja tak ada tanggul kali yang jebol lagi setelah diguyur hujan terus menerus,’’ harapnya.

 ‘’Yang dikhawatirkan adanya pengiriman air dari hulu ke hilir karena hujan yang tinggi,’’ imbuhnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tanggul pembuangan air di Desa Sambungrejo perbatasan Kedungrejo, Kecamatan Modo tahun lalu jebol dan diperbaiki. Kemarin (8/1) tanggul tersebut jebol kembali. Penyebabnya, intensitas hujan tinggi. Kiriman air dari hulu yang sangat deras tak mampu ditahan tanggul tersebut.

Camat Modo Sigit mengatakan, intensitas hujan tinggi itu terjadi selama dua hari. Debit air di kali Sambungrejo meningkat. Tanggul yang tidak mampu menahan debit  akhirnya jebol. Dampaknya, 184 hektare lahan pertanian terendam air. Rinciannya, 72 hektare di Desa Kedungrejo, 59 hektare di Desa Sambungrejo, 40 hektare di Desa Nguwok, dan 13 hektare di Desa Kacangan.

“Karena lokasinya perbatasan sehingga dampaknya merata. Tapi sudah diantisipasi dengan pemasangan gedhek dan sak berisi tanah,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Desa Putus, 45 Ha Padi Terendam¬†

Menurut dia, padi yang terendam  itu berusia satu minggu. Petani belum melaporkan kerugiannya.

Sekretaris Dinas PU SDA Lamongan M Jufri menjelaskan, selama dua hari ada dua kejadian tanggul jebol. Pertama terjadi di kali pembuangan Desa Sambungrejo sepanjang 3 meter. Kali pembuangan dari waduk bowo tersebut jebol dan mengakibatkan empat desa terdampak.

Kedua, Kali Prijetan di Desa Mojodadi, Kecamatan Kedungpring sepanjang 4 meter. Laporan yang ada, baru satu desa yang terdampak. “Kita terus melakukan pengecekan tanggul-tanggul untuk mengantisipasi terjadinya jebol lagi,” jelasnya. 

Menurut Jufri, lokasi jebolnya tanggul di Desa Sambungrejo tepat di tikungan. Karena debit tinggi, tanggul langsung retak. Perlu adanya perkuatan tebing supaya tanggul tidak mudah retak.

Baca Juga :  Sejumlah Nama Kembali Menghilang

Sedangkan wilayah Kali Prijetan disebabkan tanggul sempit. Tanggul tersebut berbatasan dengan tanah pribadi. Tidak bisa dilakukan peningkatan sesuai dengan kebutuhan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan Jananta mengtakan, seminggu terakhir terdata tiga tanggul jebol. Selain tanggul Kali Prijetan dan Desa Sambungrejo, juga tanggul di Desa Tambakploso Kecamatan Turi. Di Kecamatan Turi, tanggul jebol itu dibendung sementara menggunakan gedek dan terpal.

‘’Untuk di Kecamatan Kedungpring, tentunya akan dilakukan pembendungan menggunakan gedhek agar air tak meluap ke sawah,’’ jelasnya.

Jika dibiarkan, maka tanggul yang jebol semakin lebar. ‘’Semoga saja tak ada tanggul kali yang jebol lagi setelah diguyur hujan terus menerus,’’ harapnya.

 ‘’Yang dikhawatirkan adanya pengiriman air dari hulu ke hilir karena hujan yang tinggi,’’ imbuhnya.

Artikel Terkait

Most Read

Urukan Ambles, Laporkan Saja

Nilai Ekspor Tumbuh, Investor Masuk Lesu

Komitmen Bersama-sama Lawan Narkoba

Artikel Terbaru


/