alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Tak Mau Dipindah, PKL Wadul DPRD

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) seputar Alun-Alun Bojonegoro mengadu ke DPRD setempat kemarin (8/1). Mereka menolak direlokasi ke tempat baru yang ditentukan pemkab.
Jumlah PKL berjualan di seputaran alun-alun mencapai 134 orang. Mereka terdiri dari sif pagi, siang, dan malam. Rencana relokasi ditempatkan di Jalan Hasyim Asyari, dekat Pasar Kota atau barat kantor satlantas polres.
Ketua Paguyuban PKL seputar alun-alun Sumarjo mengatakan, para PKL tidak mau dipindah. Sebab, pindah lokasi itu bisa membuat nasib jualan mereka tidak menentu. ‘’Lokasi yang akan dipilihkan pemkab juga tidak strategis,’’ ujarnya di gedung DPRD.
Marjo melanjutkan, PKL bersedia mundur dua meter dari jalan. Bahkan, siap mentaati aturan diberlakukan asal tidak dipindah. Sebab, jika dipindah ke lokasi lain dikhawatirkan akan berhadapan dengan warga.
‘’Dulu kami dijanjikan tidak akan dipindah. Tapi, saat ini kami akan dipindah,’’ ujarnya.
Sebelumnya, lanjut Marjo, para PKL sudah melakukan pertemuan dengan pemkab. Namun, pertemuan berlangsung di pendapa pada 30 Desember 2019 itu tidak menghasilkan apa-apa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sukaemi menjelaskan, para PKL ini akan ditata dengan baik. Pemkab menyiapkan lokasi dan sejumlah peralatan. Salah satunya tenda. ‘’Kita nanti juga akan membina,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Kemi sapaan akrabnya menjelaskan, pemkab sudah menyiapkan masterplan untuk para PKL. Mereka akan diberikan fasilitas usaha dan pelatihan. Mereka juga didata secara resmi. ‘’Mereka akan diberikan kartu usaha. Sehingga, mereka tidak liar,’’ ujar  dia.
‘’Lokasi baru ini nantinya menunggu SK bupati,’’ lanjut pria sebelumnya menjabat Camat Tambakrejo ini.
Menurut Kemi, banyak usulan masuk ke disdag terkait lokasi baru PKL. Sementara usulan itu masih ditampung dulu. ‘’Nanti kami juga ada rencana menempatkan PKL itu di pasar. Baik Pasar Kota maupun Pasar Banjarejo,’’ ujar pria pernah bertugas di dinas perhubungan ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Imam Sholikin mengatakan bahwa PKL diharapkan menjadi semakin baik. Jika dipindah, PKL harus mendapatkan tempat yang membuat dagangan mereka laris. ‘’PKL juga harus maju. Jangan begitu-begitu terus,’’ ucap dia.
Sholikin melanjutkan, pemkab harus bertanggung jawab atas relokasi itu. Salah satunya bisa membuat lokasi baru nanti tetap ramai. ‘’Apalagi anggaran Bojonegoro tahun ini cukup besar,’’ ujar politikus PKB itu.

Baca Juga :  Si Hitam Manis yang Melegenda

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) seputar Alun-Alun Bojonegoro mengadu ke DPRD setempat kemarin (8/1). Mereka menolak direlokasi ke tempat baru yang ditentukan pemkab.
Jumlah PKL berjualan di seputaran alun-alun mencapai 134 orang. Mereka terdiri dari sif pagi, siang, dan malam. Rencana relokasi ditempatkan di Jalan Hasyim Asyari, dekat Pasar Kota atau barat kantor satlantas polres.
Ketua Paguyuban PKL seputar alun-alun Sumarjo mengatakan, para PKL tidak mau dipindah. Sebab, pindah lokasi itu bisa membuat nasib jualan mereka tidak menentu. ‘’Lokasi yang akan dipilihkan pemkab juga tidak strategis,’’ ujarnya di gedung DPRD.
Marjo melanjutkan, PKL bersedia mundur dua meter dari jalan. Bahkan, siap mentaati aturan diberlakukan asal tidak dipindah. Sebab, jika dipindah ke lokasi lain dikhawatirkan akan berhadapan dengan warga.
‘’Dulu kami dijanjikan tidak akan dipindah. Tapi, saat ini kami akan dipindah,’’ ujarnya.
Sebelumnya, lanjut Marjo, para PKL sudah melakukan pertemuan dengan pemkab. Namun, pertemuan berlangsung di pendapa pada 30 Desember 2019 itu tidak menghasilkan apa-apa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sukaemi menjelaskan, para PKL ini akan ditata dengan baik. Pemkab menyiapkan lokasi dan sejumlah peralatan. Salah satunya tenda. ‘’Kita nanti juga akan membina,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Kemi sapaan akrabnya menjelaskan, pemkab sudah menyiapkan masterplan untuk para PKL. Mereka akan diberikan fasilitas usaha dan pelatihan. Mereka juga didata secara resmi. ‘’Mereka akan diberikan kartu usaha. Sehingga, mereka tidak liar,’’ ujar  dia.
‘’Lokasi baru ini nantinya menunggu SK bupati,’’ lanjut pria sebelumnya menjabat Camat Tambakrejo ini.
Menurut Kemi, banyak usulan masuk ke disdag terkait lokasi baru PKL. Sementara usulan itu masih ditampung dulu. ‘’Nanti kami juga ada rencana menempatkan PKL itu di pasar. Baik Pasar Kota maupun Pasar Banjarejo,’’ ujar pria pernah bertugas di dinas perhubungan ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Imam Sholikin mengatakan bahwa PKL diharapkan menjadi semakin baik. Jika dipindah, PKL harus mendapatkan tempat yang membuat dagangan mereka laris. ‘’PKL juga harus maju. Jangan begitu-begitu terus,’’ ucap dia.
Sholikin melanjutkan, pemkab harus bertanggung jawab atas relokasi itu. Salah satunya bisa membuat lokasi baru nanti tetap ramai. ‘’Apalagi anggaran Bojonegoro tahun ini cukup besar,’’ ujar politikus PKB itu.

Baca Juga :  Macan Ronggolawe Siap Menerkam

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/