alexametrics
23.8 C
Bojonegoro
Saturday, August 13, 2022

Bongkar Prostitusi Online, Ringkus Mucikari yang Memasarkan PSK via WA

- Advertisement -

BOJONEGORO – Praktik prostitusi online di wilayah Bojonegoro, terbongkar. Jaringan prostitusi dijalankan oleh YL, 42, seorang mucikari ini memiliki belasan pekerja seks komersial (PSK). Tarif sekali main prostitusi online ini termasuk beragam. Mulai Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta. Satreskrim Polres Bojonegoro hanya menahan YL. Sedangkan, para PSK dan lelaki hidung belang, belum ada penindakan.

Status YL sebagai mucikari. Perempuan tinggal di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, ini diduga telah menjalankan prostitusi online sekitar tiga tahun. YL ditangkap anggota satreskrim polres ketika transaksi dengan lelaki hidung belang di salah satu hotel di Jalan Veteran, Senin (7/1) malam.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, penangkapan mucikari berawal dari laporan masyarakat. YL memasarkan PSK-nya via WhatsApp (WA). Tarifnya beragam mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta. 

Baca Juga :  Satu Pasien Meninggal Dunia

Ketika ditangkap, YL transaksi dengan BG, warga Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, sebagai lelaki hidung belang. Saat itu, YL menawarkan perempuan berinisial YM, 32, warga Desa Tapelan, Kecamatan Kapas.

Namun, kata Kapolres, dalam kasus tersebut yang bisa dijerat hanya mucikari saja. Sedangkan PSK hanya diperiksa sebagai saksi korban. Dan, pengguna PSK diperiksa sebagai saksi. 

- Advertisement -

“Tidak ada pasal yang bisa menjerat PSK. Begitu pun pemakai jasa PSK juga tidak bisa dijerat. Kecuali ada laporan dari istri akan dijerat pasal 284 KUHP tentang perzinahan,” tegas Kapolres kepada awak media, Selasa (8/1).

Kapolres menjelaskan, YL sebagai mucikari online sudah beroperasi lebih dari tiga tahun. PSK ia jajakan rentang usianya beragam. Mulai usia 20-35 tahun. Jumlah PSK-nya lebih dari 10 orang. 

Baca Juga :  Angkat Kondisi Sosial dan Budaya Bojonegoro

Namun, siapa saja pelanggannya? Kapolres enggan menyebutkan secara spesifik. “Pelanggannya dari berbagai kalangan,” ucapnya. 

Lokasi prostitusi tak menentu. Tergantung kesepakatan mucikari dengan pelanggan. “Lokasinya beda-beda, tinggal bagaimana traksaksi yang disepakati oleh pelanggan dengan mucikari,” terangnya.

Atas perbuatannya, YL akan dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 12 UU Nomor 21 Tahun 2017 tentang Perdagangan Orang. Juga, dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2009 dengan acaman hukuman empat tahun penjara. 

BOJONEGORO – Praktik prostitusi online di wilayah Bojonegoro, terbongkar. Jaringan prostitusi dijalankan oleh YL, 42, seorang mucikari ini memiliki belasan pekerja seks komersial (PSK). Tarif sekali main prostitusi online ini termasuk beragam. Mulai Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta. Satreskrim Polres Bojonegoro hanya menahan YL. Sedangkan, para PSK dan lelaki hidung belang, belum ada penindakan.

Status YL sebagai mucikari. Perempuan tinggal di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, ini diduga telah menjalankan prostitusi online sekitar tiga tahun. YL ditangkap anggota satreskrim polres ketika transaksi dengan lelaki hidung belang di salah satu hotel di Jalan Veteran, Senin (7/1) malam.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, penangkapan mucikari berawal dari laporan masyarakat. YL memasarkan PSK-nya via WhatsApp (WA). Tarifnya beragam mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta. 

Baca Juga :  Nilai UNBK Masih Belum Memenuhi Target

Ketika ditangkap, YL transaksi dengan BG, warga Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, sebagai lelaki hidung belang. Saat itu, YL menawarkan perempuan berinisial YM, 32, warga Desa Tapelan, Kecamatan Kapas.

Namun, kata Kapolres, dalam kasus tersebut yang bisa dijerat hanya mucikari saja. Sedangkan PSK hanya diperiksa sebagai saksi korban. Dan, pengguna PSK diperiksa sebagai saksi. 

- Advertisement -

“Tidak ada pasal yang bisa menjerat PSK. Begitu pun pemakai jasa PSK juga tidak bisa dijerat. Kecuali ada laporan dari istri akan dijerat pasal 284 KUHP tentang perzinahan,” tegas Kapolres kepada awak media, Selasa (8/1).

Kapolres menjelaskan, YL sebagai mucikari online sudah beroperasi lebih dari tiga tahun. PSK ia jajakan rentang usianya beragam. Mulai usia 20-35 tahun. Jumlah PSK-nya lebih dari 10 orang. 

Baca Juga :  Tunjangan Perumahan DPRD Naik

Namun, siapa saja pelanggannya? Kapolres enggan menyebutkan secara spesifik. “Pelanggannya dari berbagai kalangan,” ucapnya. 

Lokasi prostitusi tak menentu. Tergantung kesepakatan mucikari dengan pelanggan. “Lokasinya beda-beda, tinggal bagaimana traksaksi yang disepakati oleh pelanggan dengan mucikari,” terangnya.

Atas perbuatannya, YL akan dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 12 UU Nomor 21 Tahun 2017 tentang Perdagangan Orang. Juga, dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2009 dengan acaman hukuman empat tahun penjara. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/