alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Klaim Asuransi Pertanian Capai Rp 4 Miliar

BOJONEGRO – Klaim asuransi pertanian tahun lalu cukup tinggi. Hingga akhir Desember klaim yang diajukan petani mencapai Rp 4,5 miliar. ”Jumlah itu lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2 miliar lebih,” ungkap Kabid Tanaman dan Holtikultura Dinas Pertanian Bojonegoro Zaenal Fanani kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin.

Zaenal melanjutkan, nominal klaim tersebut untuk lahan seluas 563 hektar.

Tahun lalu, jumlah lahan pertanian yang diasuransikan tahun lalu mencapai 6.003 hektar.

Jumlah itu melonjak dibanding 2016 yang hanya 3.000 hektar lahan.

”Untuk tanamannya semuanya padi karena asuransi ini untuk padi,” ungkapnya kemarin.

Zaenal menjelaskan, asuransi pertanian tersebut untuk melindungi petani.

Baca Juga :  Perbaikan Saluran Pelimpas Butuh Waktu 600 Hari

Sehingga, petani tidak menanggung kerugian terlalu banyak saat tidak panen.

Sebab, padi rentan dengan serangan hama yang membuat petani gagal panen.

Selain itu, juga gagal panen yang diakibatkan oleh bencana alam seperti banjir dan lainnya.

”Untuk klaim itu ada petugas yang akan memeriksanya,” jelasnya.

Asuransi pertanian tersebut berlaku musiman. Padi yang diasuransikan saat padi masih berusia 2 minggu.

Rentang waktunya adalah sampai panen. Jika sudah panen, maka asuransi sudah selesai. ”Jika tidak ada klaim ya selesai,” jelasnya.

Dia menjelaskan, program asuransi tersebut sudah banyak diketahui petani. Namun, masih belum banyak petani yang ikut.

Zaenal tidak mengetahui alasan petani enggan ikut asuransi tersebut. ”Padahal, ikut asuransi banyak keuntungannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jelang Musim Hujan, Proyek Drainase dan Trotoar Baru Rampung 50 Persen

Kepala Disperta Bojonegoro Akhmad Djupari mengatakan, setiap tahun petani yang ikut asuransi pertanian terus meningkat.

Namun, jumlahnya masih belum maksimal. ”Kalau bisa semua petani harus ikut asuransi supaya mereka aman,” jelasnya.

Djupari menjelaskan, keikutsertaan petani paada asuransi tersebut justru akan membuat petani aman.

Sebab, saat musim hujan tinggi potensi tanaman padi terendam banjir sangat tinggi.

”Jika sawah gagal panen total, mereka masih mendapatkan ganti rugi,” pungkasnya.

BOJONEGRO – Klaim asuransi pertanian tahun lalu cukup tinggi. Hingga akhir Desember klaim yang diajukan petani mencapai Rp 4,5 miliar. ”Jumlah itu lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2 miliar lebih,” ungkap Kabid Tanaman dan Holtikultura Dinas Pertanian Bojonegoro Zaenal Fanani kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin.

Zaenal melanjutkan, nominal klaim tersebut untuk lahan seluas 563 hektar.

Tahun lalu, jumlah lahan pertanian yang diasuransikan tahun lalu mencapai 6.003 hektar.

Jumlah itu melonjak dibanding 2016 yang hanya 3.000 hektar lahan.

”Untuk tanamannya semuanya padi karena asuransi ini untuk padi,” ungkapnya kemarin.

Zaenal menjelaskan, asuransi pertanian tersebut untuk melindungi petani.

Baca Juga :  JASMINE BOUTIQUE : Promo Diskon 10% Berlaku hingga Besok

Sehingga, petani tidak menanggung kerugian terlalu banyak saat tidak panen.

Sebab, padi rentan dengan serangan hama yang membuat petani gagal panen.

Selain itu, juga gagal panen yang diakibatkan oleh bencana alam seperti banjir dan lainnya.

”Untuk klaim itu ada petugas yang akan memeriksanya,” jelasnya.

Asuransi pertanian tersebut berlaku musiman. Padi yang diasuransikan saat padi masih berusia 2 minggu.

Rentang waktunya adalah sampai panen. Jika sudah panen, maka asuransi sudah selesai. ”Jika tidak ada klaim ya selesai,” jelasnya.

Dia menjelaskan, program asuransi tersebut sudah banyak diketahui petani. Namun, masih belum banyak petani yang ikut.

Zaenal tidak mengetahui alasan petani enggan ikut asuransi tersebut. ”Padahal, ikut asuransi banyak keuntungannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  SMK Swasta Menolak PPDB Tahap Dua

Kepala Disperta Bojonegoro Akhmad Djupari mengatakan, setiap tahun petani yang ikut asuransi pertanian terus meningkat.

Namun, jumlahnya masih belum maksimal. ”Kalau bisa semua petani harus ikut asuransi supaya mereka aman,” jelasnya.

Djupari menjelaskan, keikutsertaan petani paada asuransi tersebut justru akan membuat petani aman.

Sebab, saat musim hujan tinggi potensi tanaman padi terendam banjir sangat tinggi.

”Jika sawah gagal panen total, mereka masih mendapatkan ganti rugi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/