alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Atap Bocor, Lantai Becek, Pasar Kota Mendesak Perbaikan

Radar Bojonegoro – Kondisi Pasar Kota Bojonegoro butuh sentuhan perbaikan men desak. Pasar di jantung kota itu kondisinya bocor ketika hujan dan memicu air tumpah. Lorong-lorong pasar pun menjadi becek dan licin. Kondisi ini dikeluhkan pengunjung, terutama pedagang karena berimbas sepi pembeli.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, selama dua hari ketika hujan deras yakni Minggu siang (6/12) dan kemarin siang (7/12). Ketika hujan turun, mendadak pedagang bingung. Sejumlah pedagang bergegas memasukkan sejumlah dagangannya ke tempat aman. Ketika hujan, talang-talang air dari seng dan plastik bocor. Talang tersebut tepat di atas lorong-lorong pasar.

Air tumpah begitu menderas. Pedagang pun bergegas menaruh beberapa bak di bawah talang bocor agar air tak terlalu meluber. Tumpahan air dari talang itu memicu jalan lorong-lorong pasar becek. Tentu licin ketika melintas. Bertambah parah karena air tak bisa masuk ke selokan karena saluran air tersumbat.

Ada beberapa genangan. Hal sama terjadi kemarin siang. Kondisi pasar becek dan berpengaruh pengunjung juga sepi. Padahal, pasar tak jauh dari Bengawan Solo itu menjadi tumpuan perekonomian dengan adanya ribuan pedagang.

Baca Juga :  Andhi Direstui Megawati

Laji, pedagang daging sapi di Pasar Kota mengatakan, keadaan pasar sudah parah dan tidak layak. Talang bocor memicu air tumpah di area pasar. Membuat jalan becek dan licin karena air bercampur dengan tanah. Dan memicu rusaknya lantai pasar. “Ada yang jatuh (pengunjung terpeleset karena kondisi licin, Red),” ujarnya.

Pedagang tinggal di Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, itu mengaku saluran air tidak berfungsi dengan baik. Sehingga ketika hujan air menggenang. Laji mengeluh kondisi pasar yang becek memicu pembeli sepi karena enggan masuk ke pasar. Pembeli takut terpeleset. Pendapatan pedagang pun menurun. “Saatnya pasar dilakukan renovasi total,” ungkapnya.

Susi pedagang lainnya mengatakan, kondisi bangunan pasar sebenarnya masih bagus dan kokoh. Namun, talang-talang air bocor, membuat air tumpah ke area pasar. “Untuk kios tidak ada yang bocor,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sidak Proyek Trotoar, Harus Dilembur dan Tambah Pekerja

Pedagang lain yang tak mau disebutkan namanya mengatakan ketika hujan deras air menggenang akibat selokan tersumbat. Saat hujan deras selokan harus dibersihkan dari sampah maupun tanah agar air surut. Kondisi talang bocor dan berongga itu sudah cukup lama. Beberapa pedagang menutup sendiri. Namun, ada pedagang lain yang tak menutup. Alasannya, cahaya tak bisa masuk ketika ditutup sehingga gelap.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupetan Bojonegoro Sukaemi mengatakan, belum ada laporan kerusakan maupun kebocoran di Pasar Kota. Biasanya ketika ada kerusakan pedagang segera melapor pada kepala pasar dan menerukan ke dinas per dagangan. “Belum ada laporan,” klaimnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Sukaemi mengaku akan mengecek lokasi untuk memastikan atap-atap pasar bocor. Terkait pembangunan, dia mengatakan pembangunan pasar merupakan wilayah Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Kabu paten Bojonegoro. (irv)

Radar Bojonegoro – Kondisi Pasar Kota Bojonegoro butuh sentuhan perbaikan men desak. Pasar di jantung kota itu kondisinya bocor ketika hujan dan memicu air tumpah. Lorong-lorong pasar pun menjadi becek dan licin. Kondisi ini dikeluhkan pengunjung, terutama pedagang karena berimbas sepi pembeli.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, selama dua hari ketika hujan deras yakni Minggu siang (6/12) dan kemarin siang (7/12). Ketika hujan turun, mendadak pedagang bingung. Sejumlah pedagang bergegas memasukkan sejumlah dagangannya ke tempat aman. Ketika hujan, talang-talang air dari seng dan plastik bocor. Talang tersebut tepat di atas lorong-lorong pasar.

Air tumpah begitu menderas. Pedagang pun bergegas menaruh beberapa bak di bawah talang bocor agar air tak terlalu meluber. Tumpahan air dari talang itu memicu jalan lorong-lorong pasar becek. Tentu licin ketika melintas. Bertambah parah karena air tak bisa masuk ke selokan karena saluran air tersumbat.

Ada beberapa genangan. Hal sama terjadi kemarin siang. Kondisi pasar becek dan berpengaruh pengunjung juga sepi. Padahal, pasar tak jauh dari Bengawan Solo itu menjadi tumpuan perekonomian dengan adanya ribuan pedagang.

Baca Juga :  Dua Pemuda Jalani Sidang Kasus Asusila

Laji, pedagang daging sapi di Pasar Kota mengatakan, keadaan pasar sudah parah dan tidak layak. Talang bocor memicu air tumpah di area pasar. Membuat jalan becek dan licin karena air bercampur dengan tanah. Dan memicu rusaknya lantai pasar. “Ada yang jatuh (pengunjung terpeleset karena kondisi licin, Red),” ujarnya.

Pedagang tinggal di Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, itu mengaku saluran air tidak berfungsi dengan baik. Sehingga ketika hujan air menggenang. Laji mengeluh kondisi pasar yang becek memicu pembeli sepi karena enggan masuk ke pasar. Pembeli takut terpeleset. Pendapatan pedagang pun menurun. “Saatnya pasar dilakukan renovasi total,” ungkapnya.

Susi pedagang lainnya mengatakan, kondisi bangunan pasar sebenarnya masih bagus dan kokoh. Namun, talang-talang air bocor, membuat air tumpah ke area pasar. “Untuk kios tidak ada yang bocor,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Banjarejo Ditarget Selesai Akhir Tahun Ini

Pedagang lain yang tak mau disebutkan namanya mengatakan ketika hujan deras air menggenang akibat selokan tersumbat. Saat hujan deras selokan harus dibersihkan dari sampah maupun tanah agar air surut. Kondisi talang bocor dan berongga itu sudah cukup lama. Beberapa pedagang menutup sendiri. Namun, ada pedagang lain yang tak menutup. Alasannya, cahaya tak bisa masuk ketika ditutup sehingga gelap.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupetan Bojonegoro Sukaemi mengatakan, belum ada laporan kerusakan maupun kebocoran di Pasar Kota. Biasanya ketika ada kerusakan pedagang segera melapor pada kepala pasar dan menerukan ke dinas per dagangan. “Belum ada laporan,” klaimnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Sukaemi mengaku akan mengecek lokasi untuk memastikan atap-atap pasar bocor. Terkait pembangunan, dia mengatakan pembangunan pasar merupakan wilayah Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Kabu paten Bojonegoro. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/