alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Beburu Dolar dari Youtube, Kreativitas yang Dibayar Ratusan Juta

INSIGHT – Siapa yang nggak kenal Youtube? Jejaring sosial yang bermuatan konten video ini seakan menjadi aplikasi yang wajib ada di setiap smartphone. Selain untuk menikmati video unik, lucu, atau viral, Youtube juga melahirkan banyak selebritis baru di tanah air. Berikut cerita para Youtuber (sebutan user Youtube) Tuban dalam memanfaatkan tren ini.

Salah satu channel yang tak asing bagi para penikmat Youtube di Tuban adalah Tuban Channel. Tuban Channel adalah user Youtube yang dibuat  sepuluh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban. Tuban Channel adalah salah satu akun Youtube yang sudah dibayar situs video tersebut. Berapa angkanya? Wigid, pendiri akun channel tersebut enggan menjawab persis. ‘’Karena ini akun baru dapatnya masih sedikit, baru ratusan dolar,’’ tutur dia.

Wigid menjelaskan, mendapatkan uang dari Youtube di era sekarang ini sangat sulit. Syaratnya pun cukup berat jika dibanding lima tahun lalu. Pada 2012, siapa pun yang mempunyai akun Youtube bisa mendaftar sebagai akun yang dibayar. Sekarang ini, user Youtube minimal harus mempunyai seribu subscriber terlebih dahulu baru bisa mendaftar sebagai akun yang dibayar. 

Baca Juga :  Pohon Kering, Buah Salak Tak Berkembang

Syarat lain, unggahan video Youtuber wajib ditonton selama empat ribu jam oleh para netizen. Untuk memenuhi dua syarat itu saja, para Youtuber harus kelimpungan mengunggah banyak video. Tentunya, tayangan video harus menarik dan tidak membosankan. ‘’Saya rutin unggah video selama satu tahun baru bisa mendapat seribu subscriber,’’ ungkap dia menggambarkan sulitnya memenuhi syarat dari Youtube.

Wigid kemudian membandingkan dengan mudahnya mendapat uang dari Youtube pada 2012. Untuk seribu viewers video, penggunggahnya mendapat satu dolar. Misal, jika satu video unggahan Youtuber ditonton satu juta orang, berarti dia mendapat uang sekitar 14 juta (mengacu kurs dolar saat ini). Nah, jumlah penonton video tersebut tinggal dikalikan dengan penonton video lain. Jika ada 10 video dengan penonton yang sama, Youtuber itu bisa mendapat Rp 140 juta. ‘’Makanya banyak Youtuber lama yang kaya dari Youtube,’’ kata dia.

Baca Juga :  Anak Eks Pelatih Persibo Didakwa Pasal Berlapis

Sulitnya mendapat dolar dari Youtube saat ini membuat banyak Youtuber baru berpikir dua kali. Wigid sendiri mengakui membuat akun Tuban Channel bukan semata-mata untuk tujuan profit. Remaja asal Desa Ngimbang, Kecamatan Palang ini hanya ingin memviralkan Tuban melalui video-video karyanya bersama tim. Video yang diunggah, yakni kegiatan tahunan di Tuban. Seperti karnaval, lomba tongklek, review makanan, tempat wisata, dan serba-serbi lain tentang Bumi Wali.

Dengan melihat video tersebut,  Wigid berharap bisa mengobati rasa rindu para perantau asal Tuban. Terbukti, sepuluh persen dari jutaan viewers Tuban Channel merupakan orang Tuban yang merantau di Malaysia dan negara sekitarnya. Ketekunan Wigid cs dalam mengunggah video serba-serbi Bumi Wali membuat akunnya diikuti 3.037 subscriber. Tak jarang, unggahan video-video Wigid seringkali jadi rujukan para wisatawan yang hendak ke Tuban. ‘’Banyak wisatawan dalam dan luar negeri melihat video saya dulu sebelum berkunjung ke Tuban,’’ tutur Wigid yang diamini rekan tim kameramen Arizal.

INSIGHT – Siapa yang nggak kenal Youtube? Jejaring sosial yang bermuatan konten video ini seakan menjadi aplikasi yang wajib ada di setiap smartphone. Selain untuk menikmati video unik, lucu, atau viral, Youtube juga melahirkan banyak selebritis baru di tanah air. Berikut cerita para Youtuber (sebutan user Youtube) Tuban dalam memanfaatkan tren ini.

Salah satu channel yang tak asing bagi para penikmat Youtube di Tuban adalah Tuban Channel. Tuban Channel adalah user Youtube yang dibuat  sepuluh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban. Tuban Channel adalah salah satu akun Youtube yang sudah dibayar situs video tersebut. Berapa angkanya? Wigid, pendiri akun channel tersebut enggan menjawab persis. ‘’Karena ini akun baru dapatnya masih sedikit, baru ratusan dolar,’’ tutur dia.

Wigid menjelaskan, mendapatkan uang dari Youtube di era sekarang ini sangat sulit. Syaratnya pun cukup berat jika dibanding lima tahun lalu. Pada 2012, siapa pun yang mempunyai akun Youtube bisa mendaftar sebagai akun yang dibayar. Sekarang ini, user Youtube minimal harus mempunyai seribu subscriber terlebih dahulu baru bisa mendaftar sebagai akun yang dibayar. 

Baca Juga :  Satgas TMMD Lakukan Kembali Cat Ulang Rumah Penerima RTLH

Syarat lain, unggahan video Youtuber wajib ditonton selama empat ribu jam oleh para netizen. Untuk memenuhi dua syarat itu saja, para Youtuber harus kelimpungan mengunggah banyak video. Tentunya, tayangan video harus menarik dan tidak membosankan. ‘’Saya rutin unggah video selama satu tahun baru bisa mendapat seribu subscriber,’’ ungkap dia menggambarkan sulitnya memenuhi syarat dari Youtube.

Wigid kemudian membandingkan dengan mudahnya mendapat uang dari Youtube pada 2012. Untuk seribu viewers video, penggunggahnya mendapat satu dolar. Misal, jika satu video unggahan Youtuber ditonton satu juta orang, berarti dia mendapat uang sekitar 14 juta (mengacu kurs dolar saat ini). Nah, jumlah penonton video tersebut tinggal dikalikan dengan penonton video lain. Jika ada 10 video dengan penonton yang sama, Youtuber itu bisa mendapat Rp 140 juta. ‘’Makanya banyak Youtuber lama yang kaya dari Youtube,’’ kata dia.

Baca Juga :  Gunakan Blender Lebih Irit

Sulitnya mendapat dolar dari Youtube saat ini membuat banyak Youtuber baru berpikir dua kali. Wigid sendiri mengakui membuat akun Tuban Channel bukan semata-mata untuk tujuan profit. Remaja asal Desa Ngimbang, Kecamatan Palang ini hanya ingin memviralkan Tuban melalui video-video karyanya bersama tim. Video yang diunggah, yakni kegiatan tahunan di Tuban. Seperti karnaval, lomba tongklek, review makanan, tempat wisata, dan serba-serbi lain tentang Bumi Wali.

Dengan melihat video tersebut,  Wigid berharap bisa mengobati rasa rindu para perantau asal Tuban. Terbukti, sepuluh persen dari jutaan viewers Tuban Channel merupakan orang Tuban yang merantau di Malaysia dan negara sekitarnya. Ketekunan Wigid cs dalam mengunggah video serba-serbi Bumi Wali membuat akunnya diikuti 3.037 subscriber. Tak jarang, unggahan video-video Wigid seringkali jadi rujukan para wisatawan yang hendak ke Tuban. ‘’Banyak wisatawan dalam dan luar negeri melihat video saya dulu sebelum berkunjung ke Tuban,’’ tutur Wigid yang diamini rekan tim kameramen Arizal.

Artikel Terkait

Most Read

Diringkus, Pencuri 20 Ponsel di Konter

Waspadai Red Zone Jalur Pemudik

Recovery dan Kekompakan Tim Jadi Catatan

Banjir Bengawan Jero Makin Lama

Artikel Terbaru


/