alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Lakukanj Persiapan, Gadis ini Tak Sekadar Mengajar 

Bergelut dengan materi dan mentranformasikan ilmu pada anak didik menjadi rutinitas yang dijalani Ely Susanti sehari-hari. Persiapan mengajar menjadi hal penting baginya. ‘’Sebelumnya materi harus disiapkan sematang mungkin. Sehingga murid bisa cepat memahami saat kita mengajar,’’ tutur guru SMK Hasyim Asy’ari Pucuk tersebut kepada Jawa Pos Radar Lamongan Kamis (7/12).

Ada tantangan lain yang dihadapi guru kelahiran 29 Maret 1995 itu. Yakni menjalin kedekatan dengan siswa.

‘’Tentu perlu ada kedekatan dan keakraban, tapi juga harus memperhatikan batasannya,’’ ujar guru berjilbab tersebut. 

Dalam bahasa Jawa, guru merupakan akronim dari digugu lan ditiru. Sebagai panutan, Ely harus menjaga sikap di depan siswanya.

Terutama memberikan contoh perilaku yang positif.  ‘’Di luar materi pelajaran umum, sikap positif juga harus ditularkan,’’ katanya. 

Baca Juga :  Setubuhi Anak Penyandang Disabilitas, Suwoto Segera Diadili

Apalagi, siswa yang diajarnya tingkatan SMK, yang masih cukup labil dalam bersikap.

‘’Kadang kan mereka belum tahu apakah hal baru itu baik atau tidak untuk dirinya. Nah, disinilah peran guru,’’ imbuhnya. 

Sehingga bagi Ely, menjadi guru tak sekadar mengajar. Juga harus mampu memahami kesulitan anak didiknya.

Sehingga, guru bisa menjadi teman untuk membantu menyelesaikan permasalahan.

‘’Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan mereka pun juga berbeda-beda,’’ katanya.

Bergelut dengan materi dan mentranformasikan ilmu pada anak didik menjadi rutinitas yang dijalani Ely Susanti sehari-hari. Persiapan mengajar menjadi hal penting baginya. ‘’Sebelumnya materi harus disiapkan sematang mungkin. Sehingga murid bisa cepat memahami saat kita mengajar,’’ tutur guru SMK Hasyim Asy’ari Pucuk tersebut kepada Jawa Pos Radar Lamongan Kamis (7/12).

Ada tantangan lain yang dihadapi guru kelahiran 29 Maret 1995 itu. Yakni menjalin kedekatan dengan siswa.

‘’Tentu perlu ada kedekatan dan keakraban, tapi juga harus memperhatikan batasannya,’’ ujar guru berjilbab tersebut. 

Dalam bahasa Jawa, guru merupakan akronim dari digugu lan ditiru. Sebagai panutan, Ely harus menjaga sikap di depan siswanya.

Terutama memberikan contoh perilaku yang positif.  ‘’Di luar materi pelajaran umum, sikap positif juga harus ditularkan,’’ katanya. 

Baca Juga :  Waspadai Uang Palsu 

Apalagi, siswa yang diajarnya tingkatan SMK, yang masih cukup labil dalam bersikap.

‘’Kadang kan mereka belum tahu apakah hal baru itu baik atau tidak untuk dirinya. Nah, disinilah peran guru,’’ imbuhnya. 

Sehingga bagi Ely, menjadi guru tak sekadar mengajar. Juga harus mampu memahami kesulitan anak didiknya.

Sehingga, guru bisa menjadi teman untuk membantu menyelesaikan permasalahan.

‘’Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan mereka pun juga berbeda-beda,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/