alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Pakai Pemandu Lagu, Karaoke Berkedok Rumah Makan Kena Razia

BANCAR – Mengoperasikan ruang karaoke berbayar tanpa izin, sebuah rumah makan di Desa Bulumeduro, Kecamatan Bancar, Senin (6/11) malam  digerebek. Dalam razia tersebut, aparat gabungan kepolisian, satpol PP, dan pemerintah desa setempat mengamankan sang pemilik. Dia Nur Na’im. 

Dari tempat usaha ini diamankan barang bukti berupa 2 unit perangkat sound system, 2 unit mikropon, 1 unit televisi LED, serta nota pembayaran senilai Rp 880 ribu.

Dalam ruangan tersebut juga terlihat beberapa botol bir kosong. Diduga karaoke ilegal tersebut sudah beroperasi sejak lama.

Petugas melakukan penggerebekan setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar.

Kepala Satpol PP Tuban Heri Muharwanto mengatakan, rumah makan tersebut hanya memiliki satu ruang karaoke.

Baca Juga :  Beroperasi selama Ramadan, Karaoke Bakal Ditindak Tegas 

Jika dilihat dari nota yang disita, omzet ruang karaoke tersebut sekitar 30 juta per bulan.

‘’Pelanggaran perdanya hanya terkait mengoperasikan ruang karaoke tanpa izin,’’ tegas dia.

Na’im menyewakan room karaoke Rp 80 ribu per jam. Sementara untuk jasa pemandu lagu, setiap orang ditarif Rp 80 ribu per jam.

Dia terbukti melanggar Perda Tuban Nomor 16 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Ancaman hukumannya kurungan maksimal 3 bulan dan denda maksimal Rp 50 juta.

BANCAR – Mengoperasikan ruang karaoke berbayar tanpa izin, sebuah rumah makan di Desa Bulumeduro, Kecamatan Bancar, Senin (6/11) malam  digerebek. Dalam razia tersebut, aparat gabungan kepolisian, satpol PP, dan pemerintah desa setempat mengamankan sang pemilik. Dia Nur Na’im. 

Dari tempat usaha ini diamankan barang bukti berupa 2 unit perangkat sound system, 2 unit mikropon, 1 unit televisi LED, serta nota pembayaran senilai Rp 880 ribu.

Dalam ruangan tersebut juga terlihat beberapa botol bir kosong. Diduga karaoke ilegal tersebut sudah beroperasi sejak lama.

Petugas melakukan penggerebekan setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar.

Kepala Satpol PP Tuban Heri Muharwanto mengatakan, rumah makan tersebut hanya memiliki satu ruang karaoke.

Baca Juga :  Kafe Bersaing Menu Khas

Jika dilihat dari nota yang disita, omzet ruang karaoke tersebut sekitar 30 juta per bulan.

‘’Pelanggaran perdanya hanya terkait mengoperasikan ruang karaoke tanpa izin,’’ tegas dia.

Na’im menyewakan room karaoke Rp 80 ribu per jam. Sementara untuk jasa pemandu lagu, setiap orang ditarif Rp 80 ribu per jam.

Dia terbukti melanggar Perda Tuban Nomor 16 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Ancaman hukumannya kurungan maksimal 3 bulan dan denda maksimal Rp 50 juta.

Artikel Terkait

Most Read

Nataru, Wisata Tetap Buka

Tarawih Diimbau Tetap Pakai Masker

Artikel Terbaru


/