alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Bucket Hat Diminati Pehobi Outdoor

BOJONEGORO – Penghias kepala saat ini memang banyak jenisnya, salah satunya bucket hat. Model topi yang mirip ember tersebut memang ngetren di kalangan anak muda. Kebanyakan pengguna topi tersebut suka ekspedisi outdoor. Karena bentuk topi simpel dan bisa melindungi kepala dari terik matahari.

Salah satu karyawan distro di Jalan Pemuda Bojonegoro, Iswanto  menjelaskan, penjualan bucket hat memang tergolong fluktuatif. Karena tergantung tren yang sedang bergulir, sehingga anak muda pasti punya preferensi masing-masing. Adapun harga bucket hat di distro tersebut kurang dari Rp 50 ribu. 

Kata dia, penjualan sedikitnya terjual 5-10 buah topi tiap bulannya. Mayoritas konsumen di distro tersebut dari kalangan pehobi outdoor. Beberapa kaum hawa juga minat, biasanya untuk sesi pemotretan. “Konsumen bucket hat memang beragam, namun didominasi pehobi outdoor,” jelasnya. 

Baca Juga :  Diproyeksi Imunisasi 317 Ribu Anak

Terpisah, salah satu manajer distro di Jalan Mangga Mulyoagung Bojonegoro, Eka Putra mengatakan, bucket hat memang kerap diburu anak-anak muda yang hobi outdoor, seperti mendaki atau camping.

Selain itu, bucket hat pamornya naik juga karena tren musik folk sedang naik di kancah nasional. Padahal distro tersebut menawarkan harga yang ekonomis, kurang dari Rp 100 ribu. “Sebenarnya tren masyarakat Bojonegoro susah diprediksi, belum tentu di kota-kota besar sedang tren lalu Bojonegoro ikut tren juga,” ujarnya. (bgs/haf)

BOJONEGORO – Penghias kepala saat ini memang banyak jenisnya, salah satunya bucket hat. Model topi yang mirip ember tersebut memang ngetren di kalangan anak muda. Kebanyakan pengguna topi tersebut suka ekspedisi outdoor. Karena bentuk topi simpel dan bisa melindungi kepala dari terik matahari.

Salah satu karyawan distro di Jalan Pemuda Bojonegoro, Iswanto  menjelaskan, penjualan bucket hat memang tergolong fluktuatif. Karena tergantung tren yang sedang bergulir, sehingga anak muda pasti punya preferensi masing-masing. Adapun harga bucket hat di distro tersebut kurang dari Rp 50 ribu. 

Kata dia, penjualan sedikitnya terjual 5-10 buah topi tiap bulannya. Mayoritas konsumen di distro tersebut dari kalangan pehobi outdoor. Beberapa kaum hawa juga minat, biasanya untuk sesi pemotretan. “Konsumen bucket hat memang beragam, namun didominasi pehobi outdoor,” jelasnya. 

Baca Juga :  Musim Liburan, Toko Gelontor Stok Jaket

Terpisah, salah satu manajer distro di Jalan Mangga Mulyoagung Bojonegoro, Eka Putra mengatakan, bucket hat memang kerap diburu anak-anak muda yang hobi outdoor, seperti mendaki atau camping.

Selain itu, bucket hat pamornya naik juga karena tren musik folk sedang naik di kancah nasional. Padahal distro tersebut menawarkan harga yang ekonomis, kurang dari Rp 100 ribu. “Sebenarnya tren masyarakat Bojonegoro susah diprediksi, belum tentu di kota-kota besar sedang tren lalu Bojonegoro ikut tren juga,” ujarnya. (bgs/haf)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/