alexametrics
24 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Belum Bisa Bikin Anggaran

LAMONGAN, Radar Lamongan – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lamongan masih menunggu hasil evaluasi dari Pemprov Jatim terkait perampingan organisasi perangkat daerah (OPD). Bagian Organisasi Pemkab Lamongan telah mengirimkan berkas rencana pemangkasan itu ke Biro Hukum Pemprov Jatim sebulan lalu.

‘’Sekarang masih dievaluasi Provinsi Jatim. Sehingga kita belum bisa melakukan penganggaran,’’ tutur Kepala BPKAD Lamongan, Sulastri, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (7/10).

Rencananya, enam OPD dimerger menjadi tiga OPD. Di antaranya Dinas Perpustakaan Daerah digabung dengan Dinas Kearsipan Daerah; dan Dinas Litbang dilebur dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). 

Baca Juga :  Sehari Rakit Robot, Rusak saat Dilombakan

Ketika nantinya menjadi tiga OPD, maka tersisa tiga kantor yang tidak terpakai. Sulastri menyatakan, hingga kini belum ada pembahasan terkait hal itu. Menurut dia, nantinya hal berkaitan dengan penganggaran maupun bangunan bisa direncanakan setelah hasil dari Pemprov Jatim turun.

‘’Belum sampai ke sana, SO-nya saja belum turun dari provinsi. Jadi gedungnya nanti mau diapakan, ya kita belum tahu,’’ tutur Sulastri, saat dikonfirmasi via ponsel.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Organisasi Pemkab Lamongan, Rubikah, membenarkan berkas usulan perampingan OPD kini masih diproses di Biro Hukum Pemprov Jatim. Dia belum mendapatkan informasi kapan hasil evaluasi perampingan OPD tersebut turun.

‘’Penggabungan itu bukan hanya sekedar menggabungkan. Tapi memikirkan nasib para pejabatnya. Sudah ada perkiraan sampai pertengahan tahun depan,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Merasa Sering Gagal saat Proses Banting

Dia menjelaskan, rencana perampingan enam OPD menjadi tiga OPD berdasarkan hasil evaluasi SAKIP tentang perlunya efisiensi. Berkas sudah dikirim ke Pemprov Jatim, setelah disetujui DPRD Lamongan beberapa waktu lalu.  

‘’Satu contoh untuk litbang menurut wacananya jadi bidang sudah cukup. Karena tugasnya masih mampu ditangani oleh bidang,’’ katanya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lamongan masih menunggu hasil evaluasi dari Pemprov Jatim terkait perampingan organisasi perangkat daerah (OPD). Bagian Organisasi Pemkab Lamongan telah mengirimkan berkas rencana pemangkasan itu ke Biro Hukum Pemprov Jatim sebulan lalu.

‘’Sekarang masih dievaluasi Provinsi Jatim. Sehingga kita belum bisa melakukan penganggaran,’’ tutur Kepala BPKAD Lamongan, Sulastri, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (7/10).

Rencananya, enam OPD dimerger menjadi tiga OPD. Di antaranya Dinas Perpustakaan Daerah digabung dengan Dinas Kearsipan Daerah; dan Dinas Litbang dilebur dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). 

Baca Juga :  SDM Calon Perades di Bawah Standar, Rerata Nilai Dibawah 50

Ketika nantinya menjadi tiga OPD, maka tersisa tiga kantor yang tidak terpakai. Sulastri menyatakan, hingga kini belum ada pembahasan terkait hal itu. Menurut dia, nantinya hal berkaitan dengan penganggaran maupun bangunan bisa direncanakan setelah hasil dari Pemprov Jatim turun.

‘’Belum sampai ke sana, SO-nya saja belum turun dari provinsi. Jadi gedungnya nanti mau diapakan, ya kita belum tahu,’’ tutur Sulastri, saat dikonfirmasi via ponsel.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Organisasi Pemkab Lamongan, Rubikah, membenarkan berkas usulan perampingan OPD kini masih diproses di Biro Hukum Pemprov Jatim. Dia belum mendapatkan informasi kapan hasil evaluasi perampingan OPD tersebut turun.

‘’Penggabungan itu bukan hanya sekedar menggabungkan. Tapi memikirkan nasib para pejabatnya. Sudah ada perkiraan sampai pertengahan tahun depan,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  SDN Pelangwot 1 Gelar UTS di Musala

Dia menjelaskan, rencana perampingan enam OPD menjadi tiga OPD berdasarkan hasil evaluasi SAKIP tentang perlunya efisiensi. Berkas sudah dikirim ke Pemprov Jatim, setelah disetujui DPRD Lamongan beberapa waktu lalu.  

‘’Satu contoh untuk litbang menurut wacananya jadi bidang sudah cukup. Karena tugasnya masih mampu ditangani oleh bidang,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

204 Berkas PPDB Dinyatakan Salah

Pantau Siswa Keluar Rumah

Lagi, Dua Tersangka Ditahan

Fredy Dekati Demokrat-Gerindra

Artikel Terbaru


/