alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Masuk Bergantian, Karyawan WBL Masih Digaji Separo

Radar Lamongan – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamongan memantau pekerja yang dirumahkan kini tersisa kurang dari 500 orang. Mayoritas perusahaan diklaim mulai pulih dari kondisi pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

‘’Di awal pandemi covid-19 di Lamongan dulu, jumlahnya ribuan. Kini mayoritas perusahaan sudah mengembalikan karyawannya,’’ tutur Kabid Hubungan Industrialisasi Disnakertrans Lamongan Lailatul Masruroh kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (7/9).

Salah satu perusahaan yang sudah mengaktifkan seluruh pekerjanya itu pengelola Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo Lamongan (Mazoola). ‘’Paling banyak ya dari WBL, tapi semuanya sudah kembali menyerap pekerjanya,’’ imbuh Laela, sapaan akrabnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT BLS yang menaungi WBL, Mazoola, dan TKBR, Aris Wibawa, memastikan seluruh karyawan  sudah diaktifkan kembali. ‘’Sudah semua. Hanya saja diatur satu hari masuk, satu hari libur, bergantian,’’ katanya.

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun, Satu Pengemudi Tewas

BT BLS memekerjakan 600 karyawan lebih. Menurut Aris, pengunjung wisata paska dibuka dua bulan ini belum normal. Bahkan, intensitas pengunjung pada beberapa momen hari libur belum sesuai ekspektasi. ‘’Kondisinya masih sepi. Jadi, karyawan gajinya masih separo atau 50 persen,’’ katanya.

Sementara itu, beberapa perusahaan di sepanjang jalan nasional Lamongan – Babat masih merumahkan sebagian karyawannya. Perusahaan – perusahaan tersebut belum normal berproduksi. ‘’Ratarata mengembalikan karyawannya secara berkala,’’ ujar Laela.

Dia mengatakan, data jumlah pekerja yang dirumahkan di awal April lalu cukup tinggi. Apalagi, terdapat pekerja yang sudah habis kontraknya di perusahaan. Laela juga memastikan pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan mulai menerima bantuan langsung tunai (BLT). Namun, dirinya tidak mengetahui secara pasti jumlahnya.

Baca Juga :  Eks TKI Banyak, Perlu Keahlian Wirausaha

‘’Kan ditangani langsung oleh pusat. Tapi kemarin saya dengar pekerja di Lamongan sudah ada yang menerima,’’ ujarnya. Dia mendapatkan laporan bahwa pekerja yang terdata di BPJS Ketenagakerjaan mencapai 22 ribu orang. Namun, yang tervalidasi mendapatkan BLT naker 18.675 orang.

‘’Kita merasa kasihan pekerja yang belum didaftarkan perusahaannya mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, dalam program ini tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,’’ tutur perempuan berjilbab tersebut.

Radar Lamongan – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamongan memantau pekerja yang dirumahkan kini tersisa kurang dari 500 orang. Mayoritas perusahaan diklaim mulai pulih dari kondisi pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

‘’Di awal pandemi covid-19 di Lamongan dulu, jumlahnya ribuan. Kini mayoritas perusahaan sudah mengembalikan karyawannya,’’ tutur Kabid Hubungan Industrialisasi Disnakertrans Lamongan Lailatul Masruroh kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (7/9).

Salah satu perusahaan yang sudah mengaktifkan seluruh pekerjanya itu pengelola Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo Lamongan (Mazoola). ‘’Paling banyak ya dari WBL, tapi semuanya sudah kembali menyerap pekerjanya,’’ imbuh Laela, sapaan akrabnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT BLS yang menaungi WBL, Mazoola, dan TKBR, Aris Wibawa, memastikan seluruh karyawan  sudah diaktifkan kembali. ‘’Sudah semua. Hanya saja diatur satu hari masuk, satu hari libur, bergantian,’’ katanya.

Baca Juga :  Siap Sukseskan Kompetisi Liga 1, Suporter Komitmen Patuhi Aturan

BT BLS memekerjakan 600 karyawan lebih. Menurut Aris, pengunjung wisata paska dibuka dua bulan ini belum normal. Bahkan, intensitas pengunjung pada beberapa momen hari libur belum sesuai ekspektasi. ‘’Kondisinya masih sepi. Jadi, karyawan gajinya masih separo atau 50 persen,’’ katanya.

Sementara itu, beberapa perusahaan di sepanjang jalan nasional Lamongan – Babat masih merumahkan sebagian karyawannya. Perusahaan – perusahaan tersebut belum normal berproduksi. ‘’Ratarata mengembalikan karyawannya secara berkala,’’ ujar Laela.

Dia mengatakan, data jumlah pekerja yang dirumahkan di awal April lalu cukup tinggi. Apalagi, terdapat pekerja yang sudah habis kontraknya di perusahaan. Laela juga memastikan pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan mulai menerima bantuan langsung tunai (BLT). Namun, dirinya tidak mengetahui secara pasti jumlahnya.

Baca Juga :  Berharap Semua Siswa Ikut Tryout PBT, Ini Kata Kepala Disdik

‘’Kan ditangani langsung oleh pusat. Tapi kemarin saya dengar pekerja di Lamongan sudah ada yang menerima,’’ ujarnya. Dia mendapatkan laporan bahwa pekerja yang terdata di BPJS Ketenagakerjaan mencapai 22 ribu orang. Namun, yang tervalidasi mendapatkan BLT naker 18.675 orang.

‘’Kita merasa kasihan pekerja yang belum didaftarkan perusahaannya mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, dalam program ini tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,’’ tutur perempuan berjilbab tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun


/