alexametrics
23.1 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Sisakan 10 Persen Air

LAMONGAN, Radar Lamongan – Debit embung dan waduk berkurang signifikan. Berdasarkan data Dinas PU Sumber Daya Air, 90 persen embung mengering. Sebagian waduk sudah ditutup karena tidak bisa diambil airnya untuk mencegah sedimentasi.

“Kalau embung sebagian besar sudah kering karena luasnya hanya 1 hektare dan daya tampungnya rendah,” ujar Kasi Irigasi Pedesaan Dinas PU SDA Lamongan, M Lutfi.

Menurut dia, embung desa banyak mengalami pendangkalan. Akibatnya, fungsi embung berkurang sekitar 25 persen. Lutfi menuturkan, ketersediaan air embung hanya mengandalkan hujan. Jika tidak hujan, maka debitnya terus berkurang.

Lutfi menjelaskan, dinas sudah memiliki rencana tata tanam global (RTTG) untuk pedoman agar musim tanam dan panen sesuai dengan kondisi air di lapangan. Musim tanam dilakukan dua kali dan sisanya palawija. “Untuk waduk dan embung mengkover kebutuhan saat tidak ada hujan dan sudah dipenuhi pada musim tanam kedua,” klaimnya.

Baca Juga :  Alma Zafirah, Baru Berusia 11 Tahun Sukses Juara Modelling Nasional

Untuk musim tanam ketiga dan keempat, lanjut dia,  sudah tidak bisa. Jika musim tanam mundur, maka bisa diantisipasi. Musim tanam pertama antara Desember -Januari. Petani tidak bisa memaksa untuk tanam November apabila belum terjadi hujan.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Debit embung dan waduk berkurang signifikan. Berdasarkan data Dinas PU Sumber Daya Air, 90 persen embung mengering. Sebagian waduk sudah ditutup karena tidak bisa diambil airnya untuk mencegah sedimentasi.

“Kalau embung sebagian besar sudah kering karena luasnya hanya 1 hektare dan daya tampungnya rendah,” ujar Kasi Irigasi Pedesaan Dinas PU SDA Lamongan, M Lutfi.

Menurut dia, embung desa banyak mengalami pendangkalan. Akibatnya, fungsi embung berkurang sekitar 25 persen. Lutfi menuturkan, ketersediaan air embung hanya mengandalkan hujan. Jika tidak hujan, maka debitnya terus berkurang.

Lutfi menjelaskan, dinas sudah memiliki rencana tata tanam global (RTTG) untuk pedoman agar musim tanam dan panen sesuai dengan kondisi air di lapangan. Musim tanam dilakukan dua kali dan sisanya palawija. “Untuk waduk dan embung mengkover kebutuhan saat tidak ada hujan dan sudah dipenuhi pada musim tanam kedua,” klaimnya.

Baca Juga :  Kemarau Basah, Tanggul Rawan Longsor di Lamongan

Untuk musim tanam ketiga dan keempat, lanjut dia,  sudah tidak bisa. Jika musim tanam mundur, maka bisa diantisipasi. Musim tanam pertama antara Desember -Januari. Petani tidak bisa memaksa untuk tanam November apabila belum terjadi hujan.

Artikel Terkait

Most Read

Kerjakan PJU Jalur Babat

Study Tour Tiga SMAN Ditunda

Artikel Terbaru


/