alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Waspada, ISPA Terus Mengintai

KOTA – Saat kemarau panjang yang terjadi seperti sekarang ini perlu diantisipasi bagi seluruh masyarakat, terutama yang memiliki imunitas lemah. Sebab, salah satu penyakit yang kerap mengintai yaitu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Whenny Dyah menyebutkan, setiap tahunnya di Bojonegoro penderita ISPA berada di angka 28 ribu. Tahun ini saja hingga Agustus, sudah ada 16.768 orang yang terserang ISPA. ’’Setiap bulannya diperkirakan sekitar 2.500 orang yang terserang ISPA,” jelasnya.

Karena itu, perlunya kesadaran dari masyarakat menjaga pola makan, mengelola stres, dan memerbanyak cairan saat musim kemarau. 

Sebab, debu dan kabut asap di jalanan yang bersifat karsinogen bisa menyebabkan ISPA. ’’Cara-cara itu bisa untuk menghindari ISPA,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembangunan Galeri Bengawan Dialokasikan Rp 1,7 Miliar

Selain itu, kata Whenny, pihaknya telah mengklasifikasi menjadi dua ISPA yakni bukan pneumonia dan pneumonia. Golongan bukan pneumonia itu sifatnya umum bagi orang di atas usia lima tahun, sedangkan golongan pneumonia bagi anak balita. ’’Dari dua klasifikasi tersebut tentu lebih banyak 98 persen bukan pneumonia dan 2 persen pneumonia,” katanya.

Sebab, pada dua tahun terakhir tidak ada informasi kematian dari golongan pneumonia. Lebih lanjut, Whenny menambahkan, ISPA bukan penyakit yang memiliki risiko menjadi sebuah wabah. Tetapi, ISPA memang menyerang orang karena virus yang menyebar ketika kekebalan tubuh sedang lemah. ’’Memang sedikit banyak cuaca sangat memengaruhi penyebaran virus, namun ada baiknya setiap orang selalu memerhatikan asupan nutrisi dan cairan dalam tubuhnya agar kebal dari virus,” terangnya.

Baca Juga :  Kondisi Pemain Tim Sepak Bola Putri Bojonegoro Tak Maksimal

Bisa dibilang ISPA termasuk self limiting disease, jadi virus tersebut bisa hilang secara alami seiring dengan imunitas orang tersebut.

Terpisah, Humas RSUD Bojonegoro Thomas Djaja mengatakan, ISPA memang harus memerhatikan asupan cairan, nutrisi, serta psikis. Karena, menurut dia, stres mampu mengganggu metabolisme manusia sehingga mudah terserang penyakit. Sementara itu, di RSUD Bojonegoro saat ini belum ada kasus terkena ISPA akibat terpapar cuaca yang sangat panas di musim kemarau saat ini. ’’Belum ada yang secara signifikan terkena ISPA gara-gara cuaca panas seperti sekarang, kalau ada pasti akan segera saya kabari, rata-rata memang karena virus akibat kekebalan tubuh sedang lemah,” pungkasnya.

KOTA – Saat kemarau panjang yang terjadi seperti sekarang ini perlu diantisipasi bagi seluruh masyarakat, terutama yang memiliki imunitas lemah. Sebab, salah satu penyakit yang kerap mengintai yaitu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Whenny Dyah menyebutkan, setiap tahunnya di Bojonegoro penderita ISPA berada di angka 28 ribu. Tahun ini saja hingga Agustus, sudah ada 16.768 orang yang terserang ISPA. ’’Setiap bulannya diperkirakan sekitar 2.500 orang yang terserang ISPA,” jelasnya.

Karena itu, perlunya kesadaran dari masyarakat menjaga pola makan, mengelola stres, dan memerbanyak cairan saat musim kemarau. 

Sebab, debu dan kabut asap di jalanan yang bersifat karsinogen bisa menyebabkan ISPA. ’’Cara-cara itu bisa untuk menghindari ISPA,” ujarnya.

Baca Juga :  Kental dengan Kebudayaan Mataraman

Selain itu, kata Whenny, pihaknya telah mengklasifikasi menjadi dua ISPA yakni bukan pneumonia dan pneumonia. Golongan bukan pneumonia itu sifatnya umum bagi orang di atas usia lima tahun, sedangkan golongan pneumonia bagi anak balita. ’’Dari dua klasifikasi tersebut tentu lebih banyak 98 persen bukan pneumonia dan 2 persen pneumonia,” katanya.

Sebab, pada dua tahun terakhir tidak ada informasi kematian dari golongan pneumonia. Lebih lanjut, Whenny menambahkan, ISPA bukan penyakit yang memiliki risiko menjadi sebuah wabah. Tetapi, ISPA memang menyerang orang karena virus yang menyebar ketika kekebalan tubuh sedang lemah. ’’Memang sedikit banyak cuaca sangat memengaruhi penyebaran virus, namun ada baiknya setiap orang selalu memerhatikan asupan nutrisi dan cairan dalam tubuhnya agar kebal dari virus,” terangnya.

Baca Juga :  Jelang Pemilu DPRD Lengang

Bisa dibilang ISPA termasuk self limiting disease, jadi virus tersebut bisa hilang secara alami seiring dengan imunitas orang tersebut.

Terpisah, Humas RSUD Bojonegoro Thomas Djaja mengatakan, ISPA memang harus memerhatikan asupan cairan, nutrisi, serta psikis. Karena, menurut dia, stres mampu mengganggu metabolisme manusia sehingga mudah terserang penyakit. Sementara itu, di RSUD Bojonegoro saat ini belum ada kasus terkena ISPA akibat terpapar cuaca yang sangat panas di musim kemarau saat ini. ’’Belum ada yang secara signifikan terkena ISPA gara-gara cuaca panas seperti sekarang, kalau ada pasti akan segera saya kabari, rata-rata memang karena virus akibat kekebalan tubuh sedang lemah,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/